<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NEWS STORY: Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Diperdengarkan di Mana? Yuk Simak</title><description>Lagu Indonesia Raya karya violin Wage Rudolf Supratman menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842776/news-story-lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842776/news-story-lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak"/><item><title>NEWS STORY: Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Diperdengarkan di Mana? Yuk Simak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842776/news-story-lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842776/news-story-lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/337/2842776/lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak-fJILu5qXvF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WR Supratman saat memainkan lagu Indonesia (Foto: Hantoro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/337/2842776/lagu-indonesia-raya-pertama-kali-diperdengarkan-di-mana-yuk-simak-fJILu5qXvF.jpg</image><title>WR Supratman saat memainkan lagu Indonesia (Foto: Hantoro)</title></images><description>JAKARTA - Lagu Indonesia Raya karya violin Wage Rudolf Supratman menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia. Kapan lagu tersebut pertama kali diperdengarkan?&amp;nbsp;
Momen pertama kalinya lagu 'Indonesia' karya violin Wage Rudolf Supratman diperdengarkan saat Kongres Pemuda II berlangsung di Gedung Pertemuan kawasan Kwitang, Jakarta Pusat pada 28 Oktober 1928.
Lagu ini yang nantinya menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia dan berubah menjadi 'Indonesia Raya'. Peristiwa itu terjadi ketika waktu rehat Kongres Pemuda II.

BACA JUGA:
Soekarno Pernah Jadi Bagian dari 2 Partai Ini hingga Dipenjara 4 Tahun oleh Pengadilan Belanda

WR Supratman meminta izin untuk memperdengarkan karyanya tersebut. Namun, Soegondo Djojopoespito, yang bertindak sebagai ketua kongres meminta untuk tidak menyanyikan liriknya.
Sebab, dalam lirik lagu tersebut berisi ajakan untuk merdeka dari kungkungan kolonial Belanda. Hal ini dianggap mengancam keberlangsungan kongres.

BACA JUGA:
Kisah Soekarno Sholat Idul Adha, Sosoknya Terlihat Jadi Dua saat Dibidik Penembak
Apalagi kegiatan kongres memang diintai puluhan intelijen yang bertugas mencegah adanya pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia.
&quot;Dan karena ada intelijen ini, ketua kongresnya meminta WR Supratman memperdengarkan saja lagu 'Indonesia', tidak dengan liriknya, setelah melihat teksnya. Ia menilai ini (jika lirik lagu 'Indonesia' dinyanyikan) bisa bahaya banget. Nanti pemuda bisa gagal bersatu. Nah, ini jangan sampai terjadi, karena kerugiannya bisa banyak banget,&quot; kata Bakti Ari, staf informasi Museum Sumpah Pemuda, beberapa waktu lalu kepada tim redaksi Okezone.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Jamaah Haji dari Tegal Melihat Kuli Yaman Cekcok

Lokasi kongres yang kini menjadi Museum Sumpah Pemuda menjadi tempat untuk mengenang WR Supratman alat musik biola kesayangannya dan sejumlah lirik gubahan lagu 'Indonesia Raya'. Bahkan, ada ruang khusus untuk mengenangnya.
&quot;Kemudian ini yang salah satu sering ditanyakan masyarakat (biola WR Supratman). Keadaan biola masih terawat bagus, masih biasa diaminkan,&quot; kata Bakti Ari.Pada dinding ruangan terdapat sejarah penciptaan lagu 'Indonesia', termasuk sejumlah aransemen yang ditulis WR Supratman. Sehingga, ketika ke Museum bukan hanya melihat ikras Sumpah Pemuda, namun juga tempat pertama kalinya lagu kebangsaan diperdengarkan.
&quot;Maka itu, semua peristiwa Sumpah Pemuda dijadikan sebagai tonggak awal menuju kemerdekaan Indonesia. Dan, apa yang disepakati para pemuda ini disebarluaskan,&quot; ujarnya.
Sejak awal diciptakan, lagu Indonesia sudah tiga bait, sudah tiga stanza. Namun, yang paling terakhir yang sekarang dinyanyikan dan ada beberapa penggantian teks hingga menjadi lagu Indonesia Raya yang didengar hingga sekarang.</description><content:encoded>JAKARTA - Lagu Indonesia Raya karya violin Wage Rudolf Supratman menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia. Kapan lagu tersebut pertama kali diperdengarkan?&amp;nbsp;
Momen pertama kalinya lagu 'Indonesia' karya violin Wage Rudolf Supratman diperdengarkan saat Kongres Pemuda II berlangsung di Gedung Pertemuan kawasan Kwitang, Jakarta Pusat pada 28 Oktober 1928.
Lagu ini yang nantinya menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia dan berubah menjadi 'Indonesia Raya'. Peristiwa itu terjadi ketika waktu rehat Kongres Pemuda II.

BACA JUGA:
Soekarno Pernah Jadi Bagian dari 2 Partai Ini hingga Dipenjara 4 Tahun oleh Pengadilan Belanda

WR Supratman meminta izin untuk memperdengarkan karyanya tersebut. Namun, Soegondo Djojopoespito, yang bertindak sebagai ketua kongres meminta untuk tidak menyanyikan liriknya.
Sebab, dalam lirik lagu tersebut berisi ajakan untuk merdeka dari kungkungan kolonial Belanda. Hal ini dianggap mengancam keberlangsungan kongres.

BACA JUGA:
Kisah Soekarno Sholat Idul Adha, Sosoknya Terlihat Jadi Dua saat Dibidik Penembak
Apalagi kegiatan kongres memang diintai puluhan intelijen yang bertugas mencegah adanya pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia.
&quot;Dan karena ada intelijen ini, ketua kongresnya meminta WR Supratman memperdengarkan saja lagu 'Indonesia', tidak dengan liriknya, setelah melihat teksnya. Ia menilai ini (jika lirik lagu 'Indonesia' dinyanyikan) bisa bahaya banget. Nanti pemuda bisa gagal bersatu. Nah, ini jangan sampai terjadi, karena kerugiannya bisa banyak banget,&quot; kata Bakti Ari, staf informasi Museum Sumpah Pemuda, beberapa waktu lalu kepada tim redaksi Okezone.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Jamaah Haji dari Tegal Melihat Kuli Yaman Cekcok

Lokasi kongres yang kini menjadi Museum Sumpah Pemuda menjadi tempat untuk mengenang WR Supratman alat musik biola kesayangannya dan sejumlah lirik gubahan lagu 'Indonesia Raya'. Bahkan, ada ruang khusus untuk mengenangnya.
&quot;Kemudian ini yang salah satu sering ditanyakan masyarakat (biola WR Supratman). Keadaan biola masih terawat bagus, masih biasa diaminkan,&quot; kata Bakti Ari.Pada dinding ruangan terdapat sejarah penciptaan lagu 'Indonesia', termasuk sejumlah aransemen yang ditulis WR Supratman. Sehingga, ketika ke Museum bukan hanya melihat ikras Sumpah Pemuda, namun juga tempat pertama kalinya lagu kebangsaan diperdengarkan.
&quot;Maka itu, semua peristiwa Sumpah Pemuda dijadikan sebagai tonggak awal menuju kemerdekaan Indonesia. Dan, apa yang disepakati para pemuda ini disebarluaskan,&quot; ujarnya.
Sejak awal diciptakan, lagu Indonesia sudah tiga bait, sudah tiga stanza. Namun, yang paling terakhir yang sekarang dinyanyikan dan ada beberapa penggantian teks hingga menjadi lagu Indonesia Raya yang didengar hingga sekarang.</content:encoded></item></channel></rss>
