<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jawab Nyinyiran Pembelian Pesawat Bekas, Prabowo: Untuk Biasakan Penerbang Kita dengan Teknologi Prancis</title><description>Prabowo mengatakan, pemerintah terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis"/><item><title>Jawab Nyinyiran Pembelian Pesawat Bekas, Prabowo: Untuk Biasakan Penerbang Kita dengan Teknologi Prancis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis-xteOusvSpj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Subianto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/337/2842921/jawab-nyinyiran-pembelian-pesawat-bekas-prabowo-untuk-biasakan-penerbang-kita-dengan-teknologi-prancis-xteOusvSpj.jpg</image><title>Prabowo Subianto (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku, banyak pihak yang nyinyir dan membicarakannya setelah membeli pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar.
&quot;Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah yaa mau macem-macem, menilai bahwa diomongin pesawat bekas pesawat bekas,&quot; kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Namun, Prabowo mengatakan, pemerintah terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak.
&quot;Ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Masa Lalu Pembakar Alquran Salwan Momika Terungkap, Mantan Milisi Ekstremis Hingga Jadi Atheis Demi Ambisi

Salah satu alasannya, karena Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan udara. Terlebih, banyak pesawat tempur yang sudah tua serta membutuhkan proses pembaruan dengan waktu yang lama.
Prabowo pun menjelaskan bahwa pesawat tempur Mirage 2000-5 memiliki sistem yang hampir setingkat dengan Pesawat Rafale, terlebih keduanya merupakan produksi Dassault Aviation Prancis.

BACA JUGA:
Stay Alert Get Stronger, 4 Tahun Kebersamaan Komunitas ALERT! CHAPTER DECOR

&quot;Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4 setengah ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama,&quot; katanya.
&quot;Dan saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale. Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan ditern, untuk interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang-penerbang kita dengan teknologi Prancis,&quot; katanya.Sebelumnya, Prabowo menjelaskan, negara sebesar Indonesia tidak boleh mengalami kekosongan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dengan proses refurbishment pesawat tempur yang membutuhkan waktu selama 18 bulan, Prabowo menegaskan, pembelian pesawat bekas pun sangat potensial dilakukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Top! Pelajar SMAN 3 Semarang Diterima di 21 Kampus Luar Negeri di 8 Negara Berbeda&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya jadi sebagaimana diketahui kita harus bangun kekuatan pertahanan kita, diterent kita, kekuatan penangkal, dan saat ini banyak sekali pesawat kita yang sudah tua dan harus kita refurbished. Kita sedang perbaiki,&quot; kata Prabowo saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Cara Pererat Hubungan Bilateral dengan Jepang Lewat Konferensi Internasional

Contohnya adalah pesawat Dassault Rafale dan F-15 Super Eagle. Sehingga, pembelian pesawat bekas menjadi langkah yang tepat. Berdasarkan kontrak, kedatangan tiga pesawat Rafale pertama baru akan terlaksana pada Januari 2026.

Sementara itu kontrak pesawat F-15 masih dalam tahap pembahasan Letter of Offer and Acceptance oleh Pemerintah Amerikas Serikat dengan skema FMS (Foreign Military Sales).



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku, banyak pihak yang nyinyir dan membicarakannya setelah membeli pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar.
&quot;Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah yaa mau macem-macem, menilai bahwa diomongin pesawat bekas pesawat bekas,&quot; kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Namun, Prabowo mengatakan, pemerintah terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak.
&quot;Ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Masa Lalu Pembakar Alquran Salwan Momika Terungkap, Mantan Milisi Ekstremis Hingga Jadi Atheis Demi Ambisi

Salah satu alasannya, karena Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan udara. Terlebih, banyak pesawat tempur yang sudah tua serta membutuhkan proses pembaruan dengan waktu yang lama.
Prabowo pun menjelaskan bahwa pesawat tempur Mirage 2000-5 memiliki sistem yang hampir setingkat dengan Pesawat Rafale, terlebih keduanya merupakan produksi Dassault Aviation Prancis.

BACA JUGA:
Stay Alert Get Stronger, 4 Tahun Kebersamaan Komunitas ALERT! CHAPTER DECOR

&quot;Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4 setengah ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama,&quot; katanya.
&quot;Dan saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale. Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan ditern, untuk interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang-penerbang kita dengan teknologi Prancis,&quot; katanya.Sebelumnya, Prabowo menjelaskan, negara sebesar Indonesia tidak boleh mengalami kekosongan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dengan proses refurbishment pesawat tempur yang membutuhkan waktu selama 18 bulan, Prabowo menegaskan, pembelian pesawat bekas pun sangat potensial dilakukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Top! Pelajar SMAN 3 Semarang Diterima di 21 Kampus Luar Negeri di 8 Negara Berbeda&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya jadi sebagaimana diketahui kita harus bangun kekuatan pertahanan kita, diterent kita, kekuatan penangkal, dan saat ini banyak sekali pesawat kita yang sudah tua dan harus kita refurbished. Kita sedang perbaiki,&quot; kata Prabowo saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Cara Pererat Hubungan Bilateral dengan Jepang Lewat Konferensi Internasional

Contohnya adalah pesawat Dassault Rafale dan F-15 Super Eagle. Sehingga, pembelian pesawat bekas menjadi langkah yang tepat. Berdasarkan kontrak, kedatangan tiga pesawat Rafale pertama baru akan terlaksana pada Januari 2026.

Sementara itu kontrak pesawat F-15 masih dalam tahap pembahasan Letter of Offer and Acceptance oleh Pemerintah Amerikas Serikat dengan skema FMS (Foreign Military Sales).



</content:encoded></item></channel></rss>
