<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terpapar Antraks, Lansia di Gunungkidul Masih Dirawat Intensif</title><description>Terpapar Antraks, Lansia di Gunungkidul Masih Dirawat Intensif
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif"/><item><title>Terpapar Antraks, Lansia di Gunungkidul Masih Dirawat Intensif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif-J1aXd5J9aQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/510/2842543/terpapar-antraks-lansia-di-gunungkidul-masih-dirawat-intensif-J1aXd5J9aQ.jpg</image><title>Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati. (MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNS8xLzE2NzgyNC81L3g4bWFmbGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



GUNUNGKIDUL - Seorang warga Padukuhan Jati Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, DIY, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari akibat terpapar antraks. Warga yang sudah berusia lanjut ini dilarikan ke RSUD Wonosari pada Senin (4/7/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menuturkan warga yang dilarikan ke RSUD Wonosari tersebut adalah bagian dari 87 orang yang dinyatakan positif antraks. Kondisinya terus menurun. Selain mengalami gejala pada kulit, warga tersebut juga mulai mual dan muntah.

&quot;Jadi selain kulitnya ada luka layaknya koreng bermata, pasien ini juga sudah mulai terganggu pencernaannya,&quot; tutur dia, Kamis (6/7/2023).

Dewi mengatakan, pihak rumah sakit memang memutuskan untuk terus merawatnya karena kondisinya belum membaik. Karena jika tidak dirawat, dikhawatirkan kondisinya bakal menurun dan akhirnya menyerang ke pernapasan yang bisa berakibat fatal.

Dewi menambahkan, pihaknya masih terus memantau perkembangan seluruh warga Padukuhan Jati sampai 120 hari ke depan. Pihaknya bakal mengambil secara berkala sampel darah dari ratusan warga di Padukuhan tersebut sampai benar-benar negatif.

&quot;Setiap 10 hari atau 2 Minggu kami ambil sampel darahnya. Jumat (7/7/2023) kami akan lakukan lagi. Ini untuk mengetahui perkembangan,&quot; kata Dewi.





BACA JUGA:
 Mengenal Tradisi Brandu, Penyebab Meningkatnya Kasus Antraks di Gunung Kidul!







Ia menambahkan dari 87 warga yang terpapar antraks tersebut tidak semuanya menunjukkan gejala. Karena hanya sekira 23 orang yang menunjukkan gejala. Namun, Dewi menandaskan tidak akan membuka identitas para penderita antraks tersebut meskipun warga setempat menghendakinya


Alasannya, identitas pasien tersebut merupakan sebuah rahasia. Di samping itu, warga tidak perlu mengetahui siapa saja tetangga mereka yang terpapar antraks. Karena antraks tidak akan menular dari manusia ke manusia






BACA JUGA:
Apakah Antraks Bisa Menyebar Lewat Tanah?









&quot;Jadi warga di sana jangan khawatir siapa yang terkena antraks. Ini bukan seperti Covid19,&quot; ujarnya.



Sebelumnya, salah seorang warga Jati mengaku bingung dengan kabar yang beredar belakangan ini. Mereka tidak mengetahui siapa saja warga yang positif antraks kecuali yang bergejala ataupun yang sudah meninggal.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNS8xLzE2NzgyNC81L3g4bWFmbGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



GUNUNGKIDUL - Seorang warga Padukuhan Jati Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, DIY, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari akibat terpapar antraks. Warga yang sudah berusia lanjut ini dilarikan ke RSUD Wonosari pada Senin (4/7/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menuturkan warga yang dilarikan ke RSUD Wonosari tersebut adalah bagian dari 87 orang yang dinyatakan positif antraks. Kondisinya terus menurun. Selain mengalami gejala pada kulit, warga tersebut juga mulai mual dan muntah.

&quot;Jadi selain kulitnya ada luka layaknya koreng bermata, pasien ini juga sudah mulai terganggu pencernaannya,&quot; tutur dia, Kamis (6/7/2023).

Dewi mengatakan, pihak rumah sakit memang memutuskan untuk terus merawatnya karena kondisinya belum membaik. Karena jika tidak dirawat, dikhawatirkan kondisinya bakal menurun dan akhirnya menyerang ke pernapasan yang bisa berakibat fatal.

Dewi menambahkan, pihaknya masih terus memantau perkembangan seluruh warga Padukuhan Jati sampai 120 hari ke depan. Pihaknya bakal mengambil secara berkala sampel darah dari ratusan warga di Padukuhan tersebut sampai benar-benar negatif.

&quot;Setiap 10 hari atau 2 Minggu kami ambil sampel darahnya. Jumat (7/7/2023) kami akan lakukan lagi. Ini untuk mengetahui perkembangan,&quot; kata Dewi.





BACA JUGA:
 Mengenal Tradisi Brandu, Penyebab Meningkatnya Kasus Antraks di Gunung Kidul!







Ia menambahkan dari 87 warga yang terpapar antraks tersebut tidak semuanya menunjukkan gejala. Karena hanya sekira 23 orang yang menunjukkan gejala. Namun, Dewi menandaskan tidak akan membuka identitas para penderita antraks tersebut meskipun warga setempat menghendakinya


Alasannya, identitas pasien tersebut merupakan sebuah rahasia. Di samping itu, warga tidak perlu mengetahui siapa saja tetangga mereka yang terpapar antraks. Karena antraks tidak akan menular dari manusia ke manusia






BACA JUGA:
Apakah Antraks Bisa Menyebar Lewat Tanah?









&quot;Jadi warga di sana jangan khawatir siapa yang terkena antraks. Ini bukan seperti Covid19,&quot; ujarnya.



Sebelumnya, salah seorang warga Jati mengaku bingung dengan kabar yang beredar belakangan ini. Mereka tidak mengetahui siapa saja warga yang positif antraks kecuali yang bergejala ataupun yang sudah meninggal.



</content:encoded></item></channel></rss>
