<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkab Gunungkidul Enggan Tetapkan KLB Antraks, Ini Alasannya</title><description>Pemkab Gunungkidul Enggan Tetapkan KLB Antraks, Ini Alasannya
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya"/><item><title>Pemkab Gunungkidul Enggan Tetapkan KLB Antraks, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 08:56 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya-l1dvTsPun0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Bupati Gunungkidul Heri Susanto. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/510/2842576/pemkab-gunungkidul-enggan-tetapkan-klb-antraks-ini-alasannya-l1dvTsPun0.jpg</image><title>Wakil Ketua Bupati Gunungkidul Heri Susanto. (Ist)</title></images><description>GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini tak kunjung menetapkan penyebaran penyakit antraks sebagai kejadian luar biasa (KLB). Padahal Pemerintah DIY sudah meminta Pemkab Gunungkidul segera menetapkan KLB Antraks.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, merasa pihaknya belum perlu menetapkan status KLB. Karena dari hasil koordinasi sebelumnya, dengan tindakan-tindakan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan bersama instansi terkait, antraks di Gunungkidul masih terkendali
&quot;Kebetulan kejadian yaitu berada dalam local area yang secara area kebetulan hanya di level dusun,&quot; ujar dia, Kamis (6/7/2023).
Menurut Heru, Dusun Jati ini jaraknya sangat jauh dengan dusun yang lain. Meskipun mengaku belum berkunjung ke Dusun Jati, berdasarkan informasi yang dia terima, dusun ini dibatasi hutan jati.
Di sisi lain, ia melanjutkan, ketika pertama kali mendapat informasi tentang adanya antraks, Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan setempat langsung bergerak. Langkah ini sudah dilakukan dan sudah berkoordinasi dengan BBVet untuk mengambil sampel tanah lagi.
&quot;Sehingga kemudian kondisi spora yang ada di lingkungan di Dusun Jati ini seperti apa? apakah memang kondisi ini sudah bisa tidak menjadi penularan atau masih seperti yang lain. ini teman-teman masih bergerak,&quot; tuturnya.
Meskipun ada 87 orang yang dinyatakan positif, kata Heri, dia tidak tahu secara teknis yang dikatakan 87 itu dari BBVet mengungkapkan jika sudah pernah terpapar sehingga daya tahan tubuhnya lebih bagus. Ada sinyal potensi itu, tetapi sebenarnya tidak positif anstrak.
Dinas Kesehatan sudah sangat intens sekali dalam rangka melakukan pendampingan terhadap warga. Di satu sisi Dinas Peternakan juga telah bergerak sejak 2 Juni 2023 ketika mendapat laporan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (dinkes) DIY merekomendasikan Pemkab Gunung Kidul menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Sebab 87 warga di Dusun Jati, Semanu sudah dipastikan zero positif antraks di kabupaten tersebut.

BACA JUGA:
Terpapar Antraks, Lansia di Gunungkidul Masih Dirawat Intensif

&quot;Harusnya sudah saatnya KLB, tinggal pemkab berani menetapkan atau tidak,&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis (06/07/2023).Menurut Pembajun, status KLB mestinya sudah ditetapkan Gunung Kidul bila merunut pada Permenkes RI 1501 tahun 2010 Permenkes No. 1501 Tahun 2010 Tentang Jenis Penyakit Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. Sebab kasus antraks di Gunung Kidul sudah memenuhi KLB.
Status KLB diberlakukan bila muncul penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak terjadi pada suatu daerah. Selain itu terjadi peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama kurun waktu dalam jam, hari atau minggu berturut&amp;#8208;turut menurut jenis penyakitnya.

BACA JUGA:
 Mengenal Tradisi Brandu, Penyebab Meningkatnya Kasus Antraks di Gunung Kidul!

Status KLB, lanjut Pembajun juga bisa diberlakukan bila angka kesakitan sudah dua kali lipat. Angka kematian pun meningkat 20 persen atau lebih. Begitu pula angka proporsi yang naik dua kali lipat.
&quot;Kalau di gunung kidul, kasus antraks sudah terjadi sejak 2019 lalu dan berulang sampai empat tahun terakhir,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini tak kunjung menetapkan penyebaran penyakit antraks sebagai kejadian luar biasa (KLB). Padahal Pemerintah DIY sudah meminta Pemkab Gunungkidul segera menetapkan KLB Antraks.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, merasa pihaknya belum perlu menetapkan status KLB. Karena dari hasil koordinasi sebelumnya, dengan tindakan-tindakan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan bersama instansi terkait, antraks di Gunungkidul masih terkendali
&quot;Kebetulan kejadian yaitu berada dalam local area yang secara area kebetulan hanya di level dusun,&quot; ujar dia, Kamis (6/7/2023).
Menurut Heru, Dusun Jati ini jaraknya sangat jauh dengan dusun yang lain. Meskipun mengaku belum berkunjung ke Dusun Jati, berdasarkan informasi yang dia terima, dusun ini dibatasi hutan jati.
Di sisi lain, ia melanjutkan, ketika pertama kali mendapat informasi tentang adanya antraks, Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan setempat langsung bergerak. Langkah ini sudah dilakukan dan sudah berkoordinasi dengan BBVet untuk mengambil sampel tanah lagi.
&quot;Sehingga kemudian kondisi spora yang ada di lingkungan di Dusun Jati ini seperti apa? apakah memang kondisi ini sudah bisa tidak menjadi penularan atau masih seperti yang lain. ini teman-teman masih bergerak,&quot; tuturnya.
Meskipun ada 87 orang yang dinyatakan positif, kata Heri, dia tidak tahu secara teknis yang dikatakan 87 itu dari BBVet mengungkapkan jika sudah pernah terpapar sehingga daya tahan tubuhnya lebih bagus. Ada sinyal potensi itu, tetapi sebenarnya tidak positif anstrak.
Dinas Kesehatan sudah sangat intens sekali dalam rangka melakukan pendampingan terhadap warga. Di satu sisi Dinas Peternakan juga telah bergerak sejak 2 Juni 2023 ketika mendapat laporan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (dinkes) DIY merekomendasikan Pemkab Gunung Kidul menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Sebab 87 warga di Dusun Jati, Semanu sudah dipastikan zero positif antraks di kabupaten tersebut.

BACA JUGA:
Terpapar Antraks, Lansia di Gunungkidul Masih Dirawat Intensif

&quot;Harusnya sudah saatnya KLB, tinggal pemkab berani menetapkan atau tidak,&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis (06/07/2023).Menurut Pembajun, status KLB mestinya sudah ditetapkan Gunung Kidul bila merunut pada Permenkes RI 1501 tahun 2010 Permenkes No. 1501 Tahun 2010 Tentang Jenis Penyakit Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. Sebab kasus antraks di Gunung Kidul sudah memenuhi KLB.
Status KLB diberlakukan bila muncul penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak terjadi pada suatu daerah. Selain itu terjadi peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama kurun waktu dalam jam, hari atau minggu berturut&amp;#8208;turut menurut jenis penyakitnya.

BACA JUGA:
 Mengenal Tradisi Brandu, Penyebab Meningkatnya Kasus Antraks di Gunung Kidul!

Status KLB, lanjut Pembajun juga bisa diberlakukan bila angka kesakitan sudah dua kali lipat. Angka kematian pun meningkat 20 persen atau lebih. Begitu pula angka proporsi yang naik dua kali lipat.
&quot;Kalau di gunung kidul, kasus antraks sudah terjadi sejak 2019 lalu dan berulang sampai empat tahun terakhir,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
