<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 13 WNI Diduga Korban TPPO Myanmar Akhirnya Tiba di Indonesia   </title><description>Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia"/><item><title> 13 WNI Diduga Korban TPPO Myanmar Akhirnya Tiba di Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 08 Juli 2023 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia-EiwGqdmZ4W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban TPPO di Myanmar tiba di Indonesia (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/08/337/2843304/13-wni-diduga-korban-tppo-myanmar-akhirnya-tiba-di-indonesia-EiwGqdmZ4W.jpg</image><title>Korban TPPO di Myanmar tiba di Indonesia (foto: dok ist)</title></images><description>
JAKARTA - Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) akhirnya tiba dengan selamat di tanah air pada Jumat (7/7/2023), pukul 17.55 WIB. Para WNI tersebut sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan di Myawaddy, Myanmar, yang ternyata terlibat dalam praktik penipuan online.

&quot;Lokasi tersebut terletak di wilayah konflik yang sulit dijangkau oleh aparat hukum Pemerintah Myanmar,&quot; tulis keterangan yang dikutip melalui rilis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (8/7/2023).

BACA JUGA:
Satgas TPPO Polri Tangkap 737 Tersangka Perdagangan Orang

Pada tanggal 7 Juni 2023, ke-13 WNI itu kemudian berhasil melarikan diri dari perusahaan tersebut dan menyeberang ke Maesot, Thailand. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok dengan sigap memberikan perlindungan dan mendampingi mereka selama proses pemeriksaan oleh otoritas Thailand.

&quot;Selama waktu itu, KBRI tetap memastikan keamanan dan kebutuhan para WNI terpenuhi dengan baik,&quot; lanjutnya.

Setelah ditetapkan sebagai korban TPPO oleh Tim Multi Disiplin di Maesot, proses pemulangan para WNI dapat segera dilakukan dengan bantuan dari KBRI Bangkok. Melalui koordinasi yang intensif dengan otoritas Thailand, para WNI akhirnya dilepaskan dan disambut oleh Deputy Permanent Secretary Kementerian Sosial Thailand serta perwakilan dari KBRI Bangkok.

BACA JUGA:
Cegah Pungli dan TPPO, Kemenkumham DKI Minta Imigrasi Waspadai Pembuatan Paspor Luar Daerah
Para WNI ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulangan mereka menunjukkan komitmen yang kuat dari negara dalam melindungi WNI di tengah situasi keamanan yang kompleks dan berisiko di Myanmar.



Di samping itu, langkah-langkah pencegahan perlu terus ditingkatkan, termasuk penegakan hukum yang tegas terhadap para rekruter dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai modus penipuan sebagai online scammer.



&quot;Pemulangan 13 WNI terduga korban TPPO ini adalah sebuah langkah penting dalam upaya perlindungan terhadap WNI di luar negeri. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan keamanan serta kepentingan para WNI di manapun mereka berada,&quot; tutupnya.



</description><content:encoded>
JAKARTA - Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) akhirnya tiba dengan selamat di tanah air pada Jumat (7/7/2023), pukul 17.55 WIB. Para WNI tersebut sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan di Myawaddy, Myanmar, yang ternyata terlibat dalam praktik penipuan online.

&quot;Lokasi tersebut terletak di wilayah konflik yang sulit dijangkau oleh aparat hukum Pemerintah Myanmar,&quot; tulis keterangan yang dikutip melalui rilis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (8/7/2023).

BACA JUGA:
Satgas TPPO Polri Tangkap 737 Tersangka Perdagangan Orang

Pada tanggal 7 Juni 2023, ke-13 WNI itu kemudian berhasil melarikan diri dari perusahaan tersebut dan menyeberang ke Maesot, Thailand. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok dengan sigap memberikan perlindungan dan mendampingi mereka selama proses pemeriksaan oleh otoritas Thailand.

&quot;Selama waktu itu, KBRI tetap memastikan keamanan dan kebutuhan para WNI terpenuhi dengan baik,&quot; lanjutnya.

Setelah ditetapkan sebagai korban TPPO oleh Tim Multi Disiplin di Maesot, proses pemulangan para WNI dapat segera dilakukan dengan bantuan dari KBRI Bangkok. Melalui koordinasi yang intensif dengan otoritas Thailand, para WNI akhirnya dilepaskan dan disambut oleh Deputy Permanent Secretary Kementerian Sosial Thailand serta perwakilan dari KBRI Bangkok.

BACA JUGA:
Cegah Pungli dan TPPO, Kemenkumham DKI Minta Imigrasi Waspadai Pembuatan Paspor Luar Daerah
Para WNI ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulangan mereka menunjukkan komitmen yang kuat dari negara dalam melindungi WNI di tengah situasi keamanan yang kompleks dan berisiko di Myanmar.



Di samping itu, langkah-langkah pencegahan perlu terus ditingkatkan, termasuk penegakan hukum yang tegas terhadap para rekruter dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai modus penipuan sebagai online scammer.



&quot;Pemulangan 13 WNI terduga korban TPPO ini adalah sebuah langkah penting dalam upaya perlindungan terhadap WNI di luar negeri. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan keamanan serta kepentingan para WNI di manapun mereka berada,&quot; tutupnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
