<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apresiasi Program Tuku Lemah Oleh Omah, Masyarakat Jateng: Bersyukur Rumah Gratis dari Pak Ganjar</title><description>Ia terpaksa tinggal hidup bersama orangtuanya karena tak mempunyai biaya untuk membangun rumah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar"/><item><title>Apresiasi Program Tuku Lemah Oleh Omah, Masyarakat Jateng: Bersyukur Rumah Gratis dari Pak Ganjar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar</guid><pubDate>Minggu 09 Juli 2023 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar-v1OgArUO3k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program Ganjar Pranowo Tuku Lemah Oleh Omah (Foto: Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/09/512/2843681/apresiasi-program-tuku-lemah-oleh-omah-masyarakat-jateng-bersyukur-rumah-gratis-dari-pak-ganjar-v1OgArUO3k.jpg</image><title>Program Ganjar Pranowo Tuku Lemah Oleh Omah (Foto: Pemprov Jateng)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkzMy81L3g4bWR0d2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PEMALANG - Masih lekat di benak Eka Listiani, bagaimana rasanya hidup berdesakan di rumah orang tuanya, di Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Ia terpaksa tinggal hidup bersama orangtuanya karena tak mempunyai biaya untuk membangun rumah.&amp;nbsp;
&quot;Harus bareng keluarga, sumpek. Diisi enam orang. Suka dukanya saat hidup bareng orang tua,&quot; kenang perempuan berusia 23 tahun ini, Sabtu (8/7/2023).
Namun, hal itu hanyalah masa lalu. Perempuan asal Dukuh Lor, Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang ini, kini mempunyai rumah sendiri berkat program &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:
Eks Mendag Titip Pesan ke Generasi Z: Jangan Jual Suara ke Loket yang Salah

Eka kini tinggal bersama dengan suaminya Faizin dan putranya yang masih balita. Berkat rumah gratis dari Ganjar, kehidupan keluarganya berubah menjadi lebih baik. Ia bisa lebih tenang membesarkan anaknya, di rumah yang nyaman tanpa harus berdesak-desakan.
Eka dan suami tak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan rumah hanya dengan bermodalkan lahan saja. Bahkan, awalnya Eka sempat mengira pemberitahuan dari pemerintah desa tersebut hanya bohong belaka.

BACA JUGA:
Sempat Hilang di Pantai Jembatan Panjang, Cerita WN Spanyol Selamat dari Ganasnya Ombak

&quot;Tidak menyangka, kirain bohongan. Tenyata tidak. Alhamdulillah senang,&quot; ungkap Eka yang mengaku sangat bahagia karena akhirnya bisa mempunyai rumah sendiri.
Kebahagiaan juga dirasakan, Khotijah. Hanya bermodal lahan kosong , Khotijah bisa memiliki ruspin nan layak dan nyaman, telah berdiri di atas lahan miliknya.
&quot;Syaratnya harus punya lahan, punya tanah. Kami juga yang menyiapkan pondasi, tukang. Selebihnya dari sana (Pemprov Jateng). Kami sangat bersyukur, karena hanya bermodal tanah kosong saja. Tukang juga upahnya dari sana. Senang, Alhamdulillah. Sangat bersyukur bisa mandiri,&quot; ucap perempuan 32 tahun itu.
Penerima manfaat program &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; Ngaliman juga mengaku sangat bersyukur. Dia tak menyangka, mimpinya memiliki rumah diwujudkan Gubernur Ganjar Pranowo.
&quot;Bila harus rumah beli sendiri ya sangat kerepotan, karena malah belum berpikir ke arah sana. Jujur kerjaan saya kuli bangunan, untuk sehari-hari saja susah. Ya belum sempat kepikiran ke situ ya. Dibilang berat, ya berat,&quot; ungkap Ngaliman yang berprofesi sebagai tukang ini.
Tempat Berkegiatan Produktif
Selain sebagai tempat tinggal sehari-hari, sejumlah penerima bantuan &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; memanfaatkan rumah bantuan itu sebagai tempat produksi usaha.
Misalnya, Lili Hoiliyah, perempuan 31 tahun ini memanfaatkan rumahnya sebagai tempat produksi kerajinan alis mata. Dia bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, serta untuk mengisi waktu luang sembari mengawasi dua anaknya
&quot;Kayak gini kesehariannya. Kadang bikin wig, sekarang bikin idep (alis). Terima kasih Pak Ganjar. Terima kasih banget. Hanya untuk mengisi waktu, daripada bengong-bengong,&quot; jelas Lili.
Hal yang sama juga dilakukan, Naimatun Hidayah. Penerima manfaat program Tuku Lemah Oleh Omah ini memanfaatkan rumahnya sebagai tempat produksi kerajinan rambut tiruan atau wig.  Dalam seminggu, dia bisa menghasilkan sekitar Rp200 ribu.

BACA JUGA:
Hasil Babak Pertama Persikabo 1973 vs Persija Jakarta di Liga 1 2023-2024: Marko Simic Cs Masih Tertahan 0-0

&quot;Sekarang saya punya usaha bikin wig. Sedikit-sedikit bisa membantu suami. Pendapatan paling ya Rp 200 ribu per minggu. Sekarang setelah punya rumah sendiri bisa nabung,&quot; katanya bangga.
Sementara itu, Kades Tambi, Juri mengatakan di wilayahnya terdapat 17 rumah yang dibangun dari program Tuku Lemah Oleh Omah. Selama ini, prosedur pengajuan bantuan juga sangatlah mudah.

BACA JUGA:
Program Ganjar Pranowo Entaskan Kemiskinan, Relawannya Dorong Milenial Berwirausaha

Di antaranya, cukup membuat proposal yang ditujukan ke Gubernur Jateng, Kepala Disperakim Jateng, dan Kepala Disperkim Kabupaten Pemalang untuk dibubuhi tanda tangan.
&quot;Prosesnya waktu itu saya mengajukan di Desember 2021. Alhamdulillah, di 2022 sudah terealisasi. Rata-rata penerima manfaat berasal dari keluarga kurang mampu, pekerja serabutan ada yang di Jakarta atau di desa, tapi kerja serabutan,&quot; jelasnya.
Program Tuku Lemah Oleh Omah dilaksanakan Pemprov Jawa Tengah sejak 2020.
Pada 2020, tercatat sebanyak 200 unit rumah yang dibangun, lalu pada 2021 sebanyak 186 unit rumah, dan pada 2022 sebanyak 253 unit. Rencananya, pada 2023 ini akan dibangun sebanyak 615 unit rumah dengan pola tersebut.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkzMy81L3g4bWR0d2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PEMALANG - Masih lekat di benak Eka Listiani, bagaimana rasanya hidup berdesakan di rumah orang tuanya, di Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Ia terpaksa tinggal hidup bersama orangtuanya karena tak mempunyai biaya untuk membangun rumah.&amp;nbsp;
&quot;Harus bareng keluarga, sumpek. Diisi enam orang. Suka dukanya saat hidup bareng orang tua,&quot; kenang perempuan berusia 23 tahun ini, Sabtu (8/7/2023).
Namun, hal itu hanyalah masa lalu. Perempuan asal Dukuh Lor, Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang ini, kini mempunyai rumah sendiri berkat program &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:
Eks Mendag Titip Pesan ke Generasi Z: Jangan Jual Suara ke Loket yang Salah

Eka kini tinggal bersama dengan suaminya Faizin dan putranya yang masih balita. Berkat rumah gratis dari Ganjar, kehidupan keluarganya berubah menjadi lebih baik. Ia bisa lebih tenang membesarkan anaknya, di rumah yang nyaman tanpa harus berdesak-desakan.
Eka dan suami tak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan rumah hanya dengan bermodalkan lahan saja. Bahkan, awalnya Eka sempat mengira pemberitahuan dari pemerintah desa tersebut hanya bohong belaka.

BACA JUGA:
Sempat Hilang di Pantai Jembatan Panjang, Cerita WN Spanyol Selamat dari Ganasnya Ombak

&quot;Tidak menyangka, kirain bohongan. Tenyata tidak. Alhamdulillah senang,&quot; ungkap Eka yang mengaku sangat bahagia karena akhirnya bisa mempunyai rumah sendiri.
Kebahagiaan juga dirasakan, Khotijah. Hanya bermodal lahan kosong , Khotijah bisa memiliki ruspin nan layak dan nyaman, telah berdiri di atas lahan miliknya.
&quot;Syaratnya harus punya lahan, punya tanah. Kami juga yang menyiapkan pondasi, tukang. Selebihnya dari sana (Pemprov Jateng). Kami sangat bersyukur, karena hanya bermodal tanah kosong saja. Tukang juga upahnya dari sana. Senang, Alhamdulillah. Sangat bersyukur bisa mandiri,&quot; ucap perempuan 32 tahun itu.
Penerima manfaat program &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; Ngaliman juga mengaku sangat bersyukur. Dia tak menyangka, mimpinya memiliki rumah diwujudkan Gubernur Ganjar Pranowo.
&quot;Bila harus rumah beli sendiri ya sangat kerepotan, karena malah belum berpikir ke arah sana. Jujur kerjaan saya kuli bangunan, untuk sehari-hari saja susah. Ya belum sempat kepikiran ke situ ya. Dibilang berat, ya berat,&quot; ungkap Ngaliman yang berprofesi sebagai tukang ini.
Tempat Berkegiatan Produktif
Selain sebagai tempat tinggal sehari-hari, sejumlah penerima bantuan &quot;Tuku Lemah Oleh Omah&quot; memanfaatkan rumah bantuan itu sebagai tempat produksi usaha.
Misalnya, Lili Hoiliyah, perempuan 31 tahun ini memanfaatkan rumahnya sebagai tempat produksi kerajinan alis mata. Dia bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, serta untuk mengisi waktu luang sembari mengawasi dua anaknya
&quot;Kayak gini kesehariannya. Kadang bikin wig, sekarang bikin idep (alis). Terima kasih Pak Ganjar. Terima kasih banget. Hanya untuk mengisi waktu, daripada bengong-bengong,&quot; jelas Lili.
Hal yang sama juga dilakukan, Naimatun Hidayah. Penerima manfaat program Tuku Lemah Oleh Omah ini memanfaatkan rumahnya sebagai tempat produksi kerajinan rambut tiruan atau wig.  Dalam seminggu, dia bisa menghasilkan sekitar Rp200 ribu.

BACA JUGA:
Hasil Babak Pertama Persikabo 1973 vs Persija Jakarta di Liga 1 2023-2024: Marko Simic Cs Masih Tertahan 0-0

&quot;Sekarang saya punya usaha bikin wig. Sedikit-sedikit bisa membantu suami. Pendapatan paling ya Rp 200 ribu per minggu. Sekarang setelah punya rumah sendiri bisa nabung,&quot; katanya bangga.
Sementara itu, Kades Tambi, Juri mengatakan di wilayahnya terdapat 17 rumah yang dibangun dari program Tuku Lemah Oleh Omah. Selama ini, prosedur pengajuan bantuan juga sangatlah mudah.

BACA JUGA:
Program Ganjar Pranowo Entaskan Kemiskinan, Relawannya Dorong Milenial Berwirausaha

Di antaranya, cukup membuat proposal yang ditujukan ke Gubernur Jateng, Kepala Disperakim Jateng, dan Kepala Disperkim Kabupaten Pemalang untuk dibubuhi tanda tangan.
&quot;Prosesnya waktu itu saya mengajukan di Desember 2021. Alhamdulillah, di 2022 sudah terealisasi. Rata-rata penerima manfaat berasal dari keluarga kurang mampu, pekerja serabutan ada yang di Jakarta atau di desa, tapi kerja serabutan,&quot; jelasnya.
Program Tuku Lemah Oleh Omah dilaksanakan Pemprov Jawa Tengah sejak 2020.
Pada 2020, tercatat sebanyak 200 unit rumah yang dibangun, lalu pada 2021 sebanyak 186 unit rumah, dan pada 2022 sebanyak 253 unit. Rencananya, pada 2023 ini akan dibangun sebanyak 615 unit rumah dengan pola tersebut.



</content:encoded></item></channel></rss>
