<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Dua Kelompok Remaja Bentrok di Pamulang, Satu Orang Kena Bacok   </title><description>Dua kelompok remaja bentrok di salah satu wilayah Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (10/07/23) dini hari.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok"/><item><title> Dua Kelompok Remaja Bentrok di Pamulang, Satu Orang Kena Bacok   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok-8BcNi7IOTz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/338/2844104/dua-kelompok-remaja-bentrok-di-pamulang-satu-orang-kena-bacok-8BcNi7IOTz.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
TANGSEL - Dua kelompok remaja bentrok di salah satu wilayah Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (10/07/23) dini hari. Jatuh korban dalam kejadian itu, di mana seorang remaja berinisial D (14) mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian tangan dan punggung.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Salah satu akun media sosial mengunggah kondisi korban yang tengah menjalani perawatan. Namun dalam narasinya tertera keterangan, jika korban dianiaya sekelompok orang saat akan membeli nasi goreng di lokasi.

&quot;Sekarang kondisi anak dirawat di RS Permata Pamulang dengan kondisi 4 jari patah,&quot; tulis keterangan ibu korban dalam unggahan itu.

BACA JUGA:
Tawuran Tewaskan Siswa SMP di Sawah Besar, 2 Pelaku Putus Sekolah Ditangkap

Pihak kepolisian telah menerjunkan tim guna penyelidikan. Dari keterangan saksi-saksi diketahui fakta berbeda, di mana keributan itu terjadi saat 2 kelompok remaja bertemu di lokasi untuk saling serang.

&quot;Kalau informasi di akun itu kan dia mau beli nasi goreng katanya kan, cuma dugaan sementara, dugaan awal dari 2 kelompok ini kelihatannya janjian ketemu. Kalau dari hasil penyelidikan awal, pemeriksaan awal, keterangan para pihak saksi dan korban, infonya seperti itu,&quot; terang Kapolsek Pamulang Kompol Fiernando Andriansyah.

Keributan itu menyebabkan D terluka. Disebutkan, kelompok D datang ke lokasi berboncengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Sedang dari kelompok lawan, kata Fiernando, belum diketahui jumlahnya.

BACA JUGA:
Tawuran Maut di Sawah Besar, Seorang Pelajar SMP Tewas Kena Luka Bacok
&quot;Mereka itu berboncengan. Tiga motor boncengan, terus dari pihak lawannya itu masih belum bisa kita pastikan, karena dari saksi mungkin belum bisa memastikan jumlahnya berapa. Masih kita lihat lagi dari CCTV, karena CCTV nya juga nggak mengarah ke luar,&quot; jelasnya.



Pihak kepolisian masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam kejadian ini. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak keluar pada jam-jam rawan dan tempat yang berpotensi menimbulkan keributan.



&quot;Kita sama-sama saling menjaga, anggota juga sudah melaksanakan kegiatan patroli sesuai jam dan titik rawan. Cuma dari masyarakat juga untuk sama-sama saling menjaga,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>
TANGSEL - Dua kelompok remaja bentrok di salah satu wilayah Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (10/07/23) dini hari. Jatuh korban dalam kejadian itu, di mana seorang remaja berinisial D (14) mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian tangan dan punggung.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Salah satu akun media sosial mengunggah kondisi korban yang tengah menjalani perawatan. Namun dalam narasinya tertera keterangan, jika korban dianiaya sekelompok orang saat akan membeli nasi goreng di lokasi.

&quot;Sekarang kondisi anak dirawat di RS Permata Pamulang dengan kondisi 4 jari patah,&quot; tulis keterangan ibu korban dalam unggahan itu.

BACA JUGA:
Tawuran Tewaskan Siswa SMP di Sawah Besar, 2 Pelaku Putus Sekolah Ditangkap

Pihak kepolisian telah menerjunkan tim guna penyelidikan. Dari keterangan saksi-saksi diketahui fakta berbeda, di mana keributan itu terjadi saat 2 kelompok remaja bertemu di lokasi untuk saling serang.

&quot;Kalau informasi di akun itu kan dia mau beli nasi goreng katanya kan, cuma dugaan sementara, dugaan awal dari 2 kelompok ini kelihatannya janjian ketemu. Kalau dari hasil penyelidikan awal, pemeriksaan awal, keterangan para pihak saksi dan korban, infonya seperti itu,&quot; terang Kapolsek Pamulang Kompol Fiernando Andriansyah.

Keributan itu menyebabkan D terluka. Disebutkan, kelompok D datang ke lokasi berboncengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Sedang dari kelompok lawan, kata Fiernando, belum diketahui jumlahnya.

BACA JUGA:
Tawuran Maut di Sawah Besar, Seorang Pelajar SMP Tewas Kena Luka Bacok
&quot;Mereka itu berboncengan. Tiga motor boncengan, terus dari pihak lawannya itu masih belum bisa kita pastikan, karena dari saksi mungkin belum bisa memastikan jumlahnya berapa. Masih kita lihat lagi dari CCTV, karena CCTV nya juga nggak mengarah ke luar,&quot; jelasnya.



Pihak kepolisian masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam kejadian ini. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak keluar pada jam-jam rawan dan tempat yang berpotensi menimbulkan keributan.



&quot;Kita sama-sama saling menjaga, anggota juga sudah melaksanakan kegiatan patroli sesuai jam dan titik rawan. Cuma dari masyarakat juga untuk sama-sama saling menjaga,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
