<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capai Rekor Terendah pada Juni 2023, PBB: Permukaan Laut Antartika Anjlok Drastis</title><description>Ketinggian permukaan laut es di Antartika dipengaruhi banyaknya es dan suhu air di sana.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis"/><item><title>Capai Rekor Terendah pada Juni 2023, PBB: Permukaan Laut Antartika Anjlok Drastis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis-CqtbWD1hZV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Permukaan laut Antartika anjlok drastis (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/18/2844795/capai-rekor-terendah-pada-juni-2023-pbb-permukaan-laut-antartika-anjlok-drastis-CqtbWD1hZV.jpg</image><title>Permukaan laut Antartika anjlok drastis (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Senin (10/7/2023) melaporkan bahwa ketinggian permukaan laut es (ice sea level) di Antartika mencapai rekor terendah pada Juni 2023, sebuah kondisi yang dinilai mengkhawatirkan oleh para ahli perubahan iklim.

Ketinggian permukaan laut es di Antartika dipengaruhi banyaknya es dan suhu air di sana.
WMO mengatakan level itu pada bulan lalu - yang merupakan terpanas yang pernah tercatat - mencapai tingkat terendah, yaitu 17 persen di bawah rata-rata, sejak pengamatan lewat satelit dimulai.


BACA JUGA:
Setelah Lebih dari Seabad, Misteri Air Terjun Darah di Antartika Akhirnya Terpecahkan

&quot;Kita terbiasa melihat permukaan laut es di Arktika turun banyak, tetapi tidak di Antartika. Penurunan ini sangat besar,&quot; kata Michael Sparrow, Kepala Program Penelitian Iklim Dunia, di Jenewa, dikutip Antara.

BACA JUGA:
Gunung Berisikan 315 Miliar Ton Es Jatuh dan Memisahkan Diri dari Antartika

Menurut WMO, suhu permukaan laut di dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun ini pada Mei dan Juni lalu.
Badan PBB itu memperingatkan bahwa pemanasan di bawah permukaan samudra sedang menyebar dengan cepat.
&quot;Bukan hanya suhu di permukaan, tetapi seluruh lautan menjadi lebih hangat dan menyerap energi yang akan tetap tersimpan di sana selama ratusan tahun,&quot; lanjutnya.

WMO mengatakan &quot;bel pengingat berbunyi sangat keras&quot; karena suhu permukaan samudra Atlantik Utara mencapai rekor tertinggi.



Menurut organisasi cuaca itu, El Nino diperkirakan akan meningkatkan suhu, yang bisa memicu lebih banyak gelombang panas di laut dan suhu ekstrem.

</description><content:encoded>
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Senin (10/7/2023) melaporkan bahwa ketinggian permukaan laut es (ice sea level) di Antartika mencapai rekor terendah pada Juni 2023, sebuah kondisi yang dinilai mengkhawatirkan oleh para ahli perubahan iklim.

Ketinggian permukaan laut es di Antartika dipengaruhi banyaknya es dan suhu air di sana.
WMO mengatakan level itu pada bulan lalu - yang merupakan terpanas yang pernah tercatat - mencapai tingkat terendah, yaitu 17 persen di bawah rata-rata, sejak pengamatan lewat satelit dimulai.


BACA JUGA:
Setelah Lebih dari Seabad, Misteri Air Terjun Darah di Antartika Akhirnya Terpecahkan

&quot;Kita terbiasa melihat permukaan laut es di Arktika turun banyak, tetapi tidak di Antartika. Penurunan ini sangat besar,&quot; kata Michael Sparrow, Kepala Program Penelitian Iklim Dunia, di Jenewa, dikutip Antara.

BACA JUGA:
Gunung Berisikan 315 Miliar Ton Es Jatuh dan Memisahkan Diri dari Antartika

Menurut WMO, suhu permukaan laut di dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun ini pada Mei dan Juni lalu.
Badan PBB itu memperingatkan bahwa pemanasan di bawah permukaan samudra sedang menyebar dengan cepat.
&quot;Bukan hanya suhu di permukaan, tetapi seluruh lautan menjadi lebih hangat dan menyerap energi yang akan tetap tersimpan di sana selama ratusan tahun,&quot; lanjutnya.

WMO mengatakan &quot;bel pengingat berbunyi sangat keras&quot; karena suhu permukaan samudra Atlantik Utara mencapai rekor tertinggi.



Menurut organisasi cuaca itu, El Nino diperkirakan akan meningkatkan suhu, yang bisa memicu lebih banyak gelombang panas di laut dan suhu ekstrem.

</content:encoded></item></channel></rss>
