<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masa Kejayaan Kerajaan Padjadjaran, Ekspor Lada hingga India</title><description>Pertanian menjadi andalan Kerajaan Pajajaran dalam penerimaan devisa negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india"/><item><title>Masa Kejayaan Kerajaan Padjadjaran, Ekspor Lada hingga India</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india-0dbIKVVi41.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844358/masa-kejayaan-kerajaan-padjadjaran-ekspor-lada-hingga-india-0dbIKVVi41.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>KERAJAAN Padjadjaran mencapai kejayaan semasa Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja. Di masa pemerintahan Prabu Siliwangi inilah perekonomian Pajajaran di tanah Sunda berkembang pesat. Potensi sumber daya alam (SDA) yang besar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Pertanian menjadi andalan Kerajaan Pajajaran dalam penerimaan devisa negara. Pertanian juga menjadi matapencaharian utama masyarakatnya. Karena Kerajaan Pajajaran memang sebuah negara pertanian.


BACA JUGA:
PSK hingga Begal, Profesi Antimainstream Warga Kerajaan Padjadjaran saat Prabu Siliwangi Bertahta


Kendari demikian, sedikit banyak Kerajaan Pajajaran tidak bisa terlepas dari kekayaan dari enam bandar. Ini merupakan perniagaan yang mereka lakukan dari antar daerah hingga luar negeri. Barang-barang dagangan yang merupakan sumber penghasilan utama Kerajaan Pajajaran adalah bahan makanan dan lada.

Dikatakan misalnya, bahwa lada yang dihasilkan oleh Kerajaan Pajajaran setiap tahunnya mencapai lebih dari 1.000 bahar, sedangkan mutunya lebih baik dari lada yang dihasilkan oleh daerah Kocin, Asia Tenggara.


BACA JUGA:
Kisah Perang Besar Usai Pemberontakan di Galuh Bikin Kerajaan Terpecah Dua


Catatan Tome Pires ada enam pelabuhan bandar dagang yang menjadi sumber penghasilan Kerajaan Pajajaran.

Selain lada, penghasilan yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kerajaan Sunda ini adalah asam, tetapi barang pokok yang menjadi komoditas utama tetap beras. Beras menjadi sumber utama perdagangan kerajaan. Sedangkan barang pendukung seperti sayuran, buah-buahan, sapi, kambing, biri- biri, babi, luwak, tuak.Selain itu ada juga berjenis bahan pakaian yang didatangkan dari Kambay (India), di samping itu juga terdapat perdagangan budak (pembantu). Pada bertransaksi, selain barter masyarakat Sunda juga menggunakan mata uang sebagai alat tukar.

Mereka menggunakan mata uang milik Cina untuk pembayaran kecil. Berdasarkan catatan Tome Pires bahwa bahwa mata uang yang digunakan oleh masyarakat Sunda pada zaman dahulu disebut ceitis, calais sama dengan 1.000 ceitis, uang mas 8 mates dan tumdaya sama dengan 15 drahma. Sayang sekali, tidak bisa mengetahui berapa kira-kira nilai tukarnya sekarang ini.</description><content:encoded>KERAJAAN Padjadjaran mencapai kejayaan semasa Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja. Di masa pemerintahan Prabu Siliwangi inilah perekonomian Pajajaran di tanah Sunda berkembang pesat. Potensi sumber daya alam (SDA) yang besar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Pertanian menjadi andalan Kerajaan Pajajaran dalam penerimaan devisa negara. Pertanian juga menjadi matapencaharian utama masyarakatnya. Karena Kerajaan Pajajaran memang sebuah negara pertanian.


BACA JUGA:
PSK hingga Begal, Profesi Antimainstream Warga Kerajaan Padjadjaran saat Prabu Siliwangi Bertahta


Kendari demikian, sedikit banyak Kerajaan Pajajaran tidak bisa terlepas dari kekayaan dari enam bandar. Ini merupakan perniagaan yang mereka lakukan dari antar daerah hingga luar negeri. Barang-barang dagangan yang merupakan sumber penghasilan utama Kerajaan Pajajaran adalah bahan makanan dan lada.

Dikatakan misalnya, bahwa lada yang dihasilkan oleh Kerajaan Pajajaran setiap tahunnya mencapai lebih dari 1.000 bahar, sedangkan mutunya lebih baik dari lada yang dihasilkan oleh daerah Kocin, Asia Tenggara.


BACA JUGA:
Kisah Perang Besar Usai Pemberontakan di Galuh Bikin Kerajaan Terpecah Dua


Catatan Tome Pires ada enam pelabuhan bandar dagang yang menjadi sumber penghasilan Kerajaan Pajajaran.

Selain lada, penghasilan yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kerajaan Sunda ini adalah asam, tetapi barang pokok yang menjadi komoditas utama tetap beras. Beras menjadi sumber utama perdagangan kerajaan. Sedangkan barang pendukung seperti sayuran, buah-buahan, sapi, kambing, biri- biri, babi, luwak, tuak.Selain itu ada juga berjenis bahan pakaian yang didatangkan dari Kambay (India), di samping itu juga terdapat perdagangan budak (pembantu). Pada bertransaksi, selain barter masyarakat Sunda juga menggunakan mata uang sebagai alat tukar.

Mereka menggunakan mata uang milik Cina untuk pembayaran kecil. Berdasarkan catatan Tome Pires bahwa bahwa mata uang yang digunakan oleh masyarakat Sunda pada zaman dahulu disebut ceitis, calais sama dengan 1.000 ceitis, uang mas 8 mates dan tumdaya sama dengan 15 drahma. Sayang sekali, tidak bisa mengetahui berapa kira-kira nilai tukarnya sekarang ini.</content:encoded></item></channel></rss>
