<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beredar Isu Pertemuan Pertemuan LGBT Se-ASEAN di Jakarta, MUI Minta Pemerintah Melarang</title><description>Anwar menegaskan bahwa LBGT bertentangan dengan undang-undang dasar RI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang"/><item><title>Beredar Isu Pertemuan Pertemuan LGBT Se-ASEAN di Jakarta, MUI Minta Pemerintah Melarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang-cBKpGYpoa3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844384/beredar-isu-pertemuan-pertemuan-lgbt-se-asean-di-jakarta-mui-minta-pemerintah-melarang-cBKpGYpoa3.jpg</image><title>Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNi8xLzE2MjgxMy81L3g4ajVmdTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beredarnya isu mengenai rencana pertemuan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LBGT) se-ASEAN di Jakarta menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta pemerintah melarang digelarnya pertemuan tersebut.

BACA JUGA:
Naik ke Atas Panggung dan Bakar Bendera Pelangi, 2.000 Pengunjuk Rasa Anti LGBT Serang Festival Gay

&quot;Kalau benar aktivis LGBT se-Asean akan melaksanakan pertemuan di jakarta, lalu oleh pemerintah diperkenankan maka berarti pemerintah telah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh konstitusi terutama pasal 29 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa,&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (11/7/2023).
Anwar mengatakan bahwa sebagai konsekuensi logis dari pasal tersebut pemerintah tidak boleh memberi izin terhadap kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama.

BACA JUGA:
Polisi Turki Tahan 50 Orang dalam Pawai LGBTQ+ di Istanbul

Apalagi dari enam agama yang diakui di Indonesia yaitu islam,kristen, katolik, hindu, budha dan konghucu tidak ada satu pun yang  mentolerir praktik LGBT.
&quot;Untuk itu MUI mengingatkan dan  menghimbau pihak pemerintah agar jangan memperkenankan dan  memberi izin terhadap diselenggarakannya acara tersebut,&quot; tuturnya.

Sebagai informasi beredar informasi bahwa ASEAN SOGIE Caucus akan menggelar pertemuan komunitas LGBT se-ASEAN pada 17-21 Juli 2023 di Jakarta. Organisasi itu dibentuk tahun 2021 dan berada di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bersama Forum Asia dan Arus Pelangi.&amp;nbsp;
Namun, saat dikunjungi akun Instagramnya @aseansoegicaucus, flyer pertemuan bertema ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) ini sudah dihapus dalam akun feed Instagram. Serta tautan undangan kini sudah tidak menerima tanggapan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNi8xLzE2MjgxMy81L3g4ajVmdTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beredarnya isu mengenai rencana pertemuan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LBGT) se-ASEAN di Jakarta menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta pemerintah melarang digelarnya pertemuan tersebut.

BACA JUGA:
Naik ke Atas Panggung dan Bakar Bendera Pelangi, 2.000 Pengunjuk Rasa Anti LGBT Serang Festival Gay

&quot;Kalau benar aktivis LGBT se-Asean akan melaksanakan pertemuan di jakarta, lalu oleh pemerintah diperkenankan maka berarti pemerintah telah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh konstitusi terutama pasal 29 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa,&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (11/7/2023).
Anwar mengatakan bahwa sebagai konsekuensi logis dari pasal tersebut pemerintah tidak boleh memberi izin terhadap kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama.

BACA JUGA:
Polisi Turki Tahan 50 Orang dalam Pawai LGBTQ+ di Istanbul

Apalagi dari enam agama yang diakui di Indonesia yaitu islam,kristen, katolik, hindu, budha dan konghucu tidak ada satu pun yang  mentolerir praktik LGBT.
&quot;Untuk itu MUI mengingatkan dan  menghimbau pihak pemerintah agar jangan memperkenankan dan  memberi izin terhadap diselenggarakannya acara tersebut,&quot; tuturnya.

Sebagai informasi beredar informasi bahwa ASEAN SOGIE Caucus akan menggelar pertemuan komunitas LGBT se-ASEAN pada 17-21 Juli 2023 di Jakarta. Organisasi itu dibentuk tahun 2021 dan berada di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bersama Forum Asia dan Arus Pelangi.&amp;nbsp;
Namun, saat dikunjungi akun Instagramnya @aseansoegicaucus, flyer pertemuan bertema ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) ini sudah dihapus dalam akun feed Instagram. Serta tautan undangan kini sudah tidak menerima tanggapan.</content:encoded></item></channel></rss>
