<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Kunjung Bebas, Ini Situasi Menegangkan Pencarian Pilot Susi Air di Nduga dari Udara dan Darat</title><description>Pihaknya juga terus membangun komunikasi aktif kepada semua pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat"/><item><title>Tak Kunjung Bebas, Ini Situasi Menegangkan Pencarian Pilot Susi Air di Nduga dari Udara dan Darat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Nathan Making</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat-ZeCK8VtLp2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencarian Pilot Susi Air dari Udara </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/340/2844552/tak-kunjung-bebas-ini-situasi-menegangkan-pencarian-pilot-susi-air-di-nduga-dari-udara-dan-darat-ZeCK8VtLp2.jpg</image><title>Pencarian Pilot Susi Air dari Udara </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMC8xLzE2Nzk1Ny81L3g4bWYwcWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, pihaknya terus mencari keberadaan  pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mehrtens yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya.

BACA JUGA:
Kapolda Papua Akui Egianus Kogoya Tak Pernah Minta Rp5 Miliar untuk Nyawa Pilot Susi Air&amp;nbsp;

Pasukan gabungan terus melakukan pencarian baik dari udara maupun darat. Petugas menyisir hutan belantara di Nduga dengan menggunakan helikopter. Karena berdasarkan informasi, dari Kapolda Papua,  pilot Susi Air masih berada di wilayah Nduga dan kondisi  aman dan sehat.
Pihaknya juga terus membangun komunikasi aktif kepada semua pihak dan dilakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan pilot Susi Air berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut.

&amp;ldquo;Dari awal kejadian, kami sudah mengundang Bupati, Ketua DPRD dan Kapolres untuk menghubungi pihak gereja, agar membantu melakukan komunikasi dengan KKB Egianus Kogoya supaya pilot Susi Air dibebaskan dalam keadaan selamat,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (11/7/2023).

BACA JUGA:
Terungkap! Egianus Kogoya Tak Pernah Minta Rp5 Miliar untuk Ditukar Nyawa Pilot Susi Air

Negosiasi awal dengan KKB Egianus Kogoya kata dia berjalan cukup bagus, tetapi karena ada masukan cukup banyak sehingga Egianus berubah pikiran dan komunikasi itu putus.
Kapolda berharap, dengan adanya Pj Bupati yang baru, bisa melakukan komunikasi yang intens dengan keluarga besar Egianus Kogoya agar bisa membebaskan pilot Susi Air secepatnya.
&amp;ldquo;Tidak ada solusi lain dan segera kembalikan pilot, tidak ada barter Egianus Kogoya dengan negara, dan Egianus adalah warga negara Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Egianus Kogoya juga tidak bisa memberikan tawaran lain,  tidak ada tawaran merdeka atau minta senjata dan amunisi itu tidak ada,&amp;rdquo; tegasnya.

Sebelumnya, KKB teroris pimpinan Egianus Kogoya membantah meminta uang sebesar Rp5 miliar untuk membebaskan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.

Dikatakan Egianus, kabar yang menyebut KKB teroris pimpinannya meminta uang Rp5 miliar sebagai tebusan membebaskan pilot Susi Air hanya omong kosong.

&quot;Jadi seluruh media di Tv maupun media mana, ada isu bahwa Kodap III minta Rp5 miliar, itu omong kosong. Dari mana saya minta uang Rp5 miliar,&quot; ujarnya melalui rekaman video yang diterima awak media

Egianus melanjutkan, pihaknya hanya meminta kemerdekaan dan bukan uang maupun senjata seperti yang diberitakan di media massa.

&amp;ldquo;Saya tangkap pilot tidak minta uang. Saya hanya minta kemerdekaan. Hanya satu itu saya tangkap,&quot;tegasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMC8xLzE2Nzk1Ny81L3g4bWYwcWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, pihaknya terus mencari keberadaan  pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mehrtens yang disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya.

BACA JUGA:
Kapolda Papua Akui Egianus Kogoya Tak Pernah Minta Rp5 Miliar untuk Nyawa Pilot Susi Air&amp;nbsp;

Pasukan gabungan terus melakukan pencarian baik dari udara maupun darat. Petugas menyisir hutan belantara di Nduga dengan menggunakan helikopter. Karena berdasarkan informasi, dari Kapolda Papua,  pilot Susi Air masih berada di wilayah Nduga dan kondisi  aman dan sehat.
Pihaknya juga terus membangun komunikasi aktif kepada semua pihak dan dilakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan pilot Susi Air berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut.

&amp;ldquo;Dari awal kejadian, kami sudah mengundang Bupati, Ketua DPRD dan Kapolres untuk menghubungi pihak gereja, agar membantu melakukan komunikasi dengan KKB Egianus Kogoya supaya pilot Susi Air dibebaskan dalam keadaan selamat,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (11/7/2023).

BACA JUGA:
Terungkap! Egianus Kogoya Tak Pernah Minta Rp5 Miliar untuk Ditukar Nyawa Pilot Susi Air

Negosiasi awal dengan KKB Egianus Kogoya kata dia berjalan cukup bagus, tetapi karena ada masukan cukup banyak sehingga Egianus berubah pikiran dan komunikasi itu putus.
Kapolda berharap, dengan adanya Pj Bupati yang baru, bisa melakukan komunikasi yang intens dengan keluarga besar Egianus Kogoya agar bisa membebaskan pilot Susi Air secepatnya.
&amp;ldquo;Tidak ada solusi lain dan segera kembalikan pilot, tidak ada barter Egianus Kogoya dengan negara, dan Egianus adalah warga negara Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Egianus Kogoya juga tidak bisa memberikan tawaran lain,  tidak ada tawaran merdeka atau minta senjata dan amunisi itu tidak ada,&amp;rdquo; tegasnya.

Sebelumnya, KKB teroris pimpinan Egianus Kogoya membantah meminta uang sebesar Rp5 miliar untuk membebaskan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.

Dikatakan Egianus, kabar yang menyebut KKB teroris pimpinannya meminta uang Rp5 miliar sebagai tebusan membebaskan pilot Susi Air hanya omong kosong.

&quot;Jadi seluruh media di Tv maupun media mana, ada isu bahwa Kodap III minta Rp5 miliar, itu omong kosong. Dari mana saya minta uang Rp5 miliar,&quot; ujarnya melalui rekaman video yang diterima awak media

Egianus melanjutkan, pihaknya hanya meminta kemerdekaan dan bukan uang maupun senjata seperti yang diberitakan di media massa.

&amp;ldquo;Saya tangkap pilot tidak minta uang. Saya hanya minta kemerdekaan. Hanya satu itu saya tangkap,&quot;tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
