<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Pergi Tinggalkan Kompor Menyala, Rumah Terbakar Tewaskan 2 Balita</title><description>Ibu Pergi Tinggalkan Kompor Menyala, Rumah Terbakar Tewaskan 2 Balita
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita"/><item><title>Ibu Pergi Tinggalkan Kompor Menyala, Rumah Terbakar Tewaskan 2 Balita</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muh Rusli</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita-klucGPhGsX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran rumah di Kolaka Utara, Sultra. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/340/2844844/ibu-pergi-tinggalkan-kompor-menyala-rumah-terbakar-tewaskan-2-balita-klucGPhGsX.jpg</image><title>Kebakaran rumah di Kolaka Utara, Sultra. (Ist)</title></images><description>


KOLAKA UTARA - Sebuah rumah panggung di Dusun VI, Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa, Kabupaten  Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, hangus terbakar Selasa (11/7/2023) pagi. Tragisnya, dua orang anak pemilik rumah yang masih balita tewas terpanggang.

Humas Polres Kolut, Aipda Arif Afandi menjelaskan, rumah yang terbakar tersebut milik seorang petani bernama Slamat Ridwan alias Salama (26). Istrinya bernama Santeriani (21) serta dua balitanya masing-masing Al Jumadin (3) dan Hafisah (1).


&quot;Ibunya sedang memasak lalu meninggalkan rumah,&quot; katanya kepada MNC Portal.

Aipda Arif menjelaskan, Santeriani lebih awal menidurkan kedua balitanya di ayunan karena hendak menyiapkan makanan siang. Hingga pada pukul 10.00 Wita, ia sibuk didapur untuk memasak menggunakan tungku tradisional.

Karena ada kekurangan kebutuhan hidangan yang harus dibutuhkan, ia bergegas ke warung yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Kedua balita itu ditinggalkan tanpa penjagaan dalam keadaan api sedang menyala.

Santeriani histeris saat ia kembali melihat kepulan asap dan kobaran api telah menyulut seluruh bagian rumahnya yang terbuat dari kayu. Sembari berteriak minta tolong, ia sempat nekat berupaya menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kedua balita lucunya.

Sayangnya, upaya itu sia-sia. Api berhasil dipadamkan setelah warga berjibaku kurang lebih satu jam lamanya.




BACA JUGA:
Mobil Terbakar di Kalideres, Pengemudi Wanita Selamat








Lokasi kebakaran sulit dijangkau mobil pemadam lantaran desa tersebut terletak di daerah pegunungan. Usai api padam, jenazah kedua balitanya telah tertutupi arang dan puing bangunan dalam keadaan hangus.

&quot;Dikais-kais untuk mencari bagian tubuh yang tersisa rangka,&quot; bebernya.

Atas kejadian tersebut, Santeriani syok dan mengalami luka bakar pada tangan kanan dan jidat. Korban juga mengalami kerugian harta benda sekitar Rp91.700.000



Hal itu terbagi atas uang tunai senilai Rp8 juta, 15 gram emas, 700 kg kakao kering, 170 kg kemiri, 2 hanphone Samsung dan dua mesin potong rumput.







BACA JUGA:
94 Rumah Warga Tambora Hangus Terbakar, Ratusan Korban Mengungsi di Gedung Sekolah&amp;nbsp; &amp;nbsp;






Saat ini mayat kedua balita sedang dalam perjalanan menuju kerumah keluarganya di Kelurahan Lapai.





&quot;Akan diberangkatkan ke Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel)&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>


KOLAKA UTARA - Sebuah rumah panggung di Dusun VI, Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa, Kabupaten  Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, hangus terbakar Selasa (11/7/2023) pagi. Tragisnya, dua orang anak pemilik rumah yang masih balita tewas terpanggang.

Humas Polres Kolut, Aipda Arif Afandi menjelaskan, rumah yang terbakar tersebut milik seorang petani bernama Slamat Ridwan alias Salama (26). Istrinya bernama Santeriani (21) serta dua balitanya masing-masing Al Jumadin (3) dan Hafisah (1).


&quot;Ibunya sedang memasak lalu meninggalkan rumah,&quot; katanya kepada MNC Portal.

Aipda Arif menjelaskan, Santeriani lebih awal menidurkan kedua balitanya di ayunan karena hendak menyiapkan makanan siang. Hingga pada pukul 10.00 Wita, ia sibuk didapur untuk memasak menggunakan tungku tradisional.

Karena ada kekurangan kebutuhan hidangan yang harus dibutuhkan, ia bergegas ke warung yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Kedua balita itu ditinggalkan tanpa penjagaan dalam keadaan api sedang menyala.

Santeriani histeris saat ia kembali melihat kepulan asap dan kobaran api telah menyulut seluruh bagian rumahnya yang terbuat dari kayu. Sembari berteriak minta tolong, ia sempat nekat berupaya menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kedua balita lucunya.

Sayangnya, upaya itu sia-sia. Api berhasil dipadamkan setelah warga berjibaku kurang lebih satu jam lamanya.




BACA JUGA:
Mobil Terbakar di Kalideres, Pengemudi Wanita Selamat








Lokasi kebakaran sulit dijangkau mobil pemadam lantaran desa tersebut terletak di daerah pegunungan. Usai api padam, jenazah kedua balitanya telah tertutupi arang dan puing bangunan dalam keadaan hangus.

&quot;Dikais-kais untuk mencari bagian tubuh yang tersisa rangka,&quot; bebernya.

Atas kejadian tersebut, Santeriani syok dan mengalami luka bakar pada tangan kanan dan jidat. Korban juga mengalami kerugian harta benda sekitar Rp91.700.000



Hal itu terbagi atas uang tunai senilai Rp8 juta, 15 gram emas, 700 kg kakao kering, 170 kg kemiri, 2 hanphone Samsung dan dua mesin potong rumput.







BACA JUGA:
94 Rumah Warga Tambora Hangus Terbakar, Ratusan Korban Mengungsi di Gedung Sekolah&amp;nbsp; &amp;nbsp;






Saat ini mayat kedua balita sedang dalam perjalanan menuju kerumah keluarganya di Kelurahan Lapai.





&quot;Akan diberangkatkan ke Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel)&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
