<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Garut Gempar, Guru Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kontrakan   </title><description>Peristiwa bunuh diri seorang guru menggemparkan warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/11/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan"/><item><title>Warga Garut Gempar, Guru Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kontrakan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/11/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/11/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 00:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fani Ferdiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan-RRMZB3F7Dq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru ditemukan tewas bunuh diri. (Foto: Polres Garut)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/525/2844283/warga-garut-gempar-guru-ditemukan-gantung-diri-di-rumah-kontrakan-RRMZB3F7Dq.jpg</image><title>Guru ditemukan tewas bunuh diri. (Foto: Polres Garut)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkyOC81L3g4bWRyZHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GARUT - Peristiwa bunuh diri seorang guru menggemparkan warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Senin (10/7/2023). Lelaki berinisial YJS (56) asal Kampung Asem, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, itu nekat mengakhiri hidup karena diduga mengalami persoalan keluarga.&amp;nbsp;

YJS pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Nuh (31) di rumah kontrakannya pada pukul 13.10 WIB dalam kondisi tergantung di plafon dapur. Nuh pun panik dan meminta pertolongan tetangga hingga melapor pada polisi.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bunuh Diri, Pria Baruh Baya Tiduran di Rel hingga Tewas Terlindas Kereta

Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengungkapkan kasus tersebut telah ditangani Polsek Cibatu. Menurut Ipda Susilo Adhi, petugas Polsek Cibatu langsung mengevakuasi YJS begitu menerima laporan warga.&amp;nbsp;

&quot;Menurut keterangan saksi karena persoalan keluarga. Profesi korban sebagai guru, kasusnya ditangani petugas Polsek Cibatu,&quot; kata Ipda Susilo Adhi pada MNC Portal Indonesia (MPI).&amp;nbsp;

Polisi, lanjut dia, membawa jenazah YJS ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan luar. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan apakah ada tidaknya luka-luka pada bagian tubuh YJS.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Depresi Dituduh Berzina, Gadis Ini Nyaris Bunuh Diri dari Jembatan Maktal Garut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerassn fisik. Petugas hanya menemukan sperma keluar dari kemaluan dan kotoran di lubang anus,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;

Sementara itu, Kapolsek Cibatu AKP Misno menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif YJS nekat mengakhiri hidup. Polisi kemudian meminta keterangan saksi-saksi dan anggota keluarga korban.&amp;nbsp;

&quot;Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diduga korban mengalami permasalahan keluarga,&quot; ucap AKP Misno.&amp;nbsp;

Kapolsek Cibatu pun mengungkapkan jika keluarga menolak proses autopsi pada jenazah YJS. Mereka menerima kejadian nahas tersebut sebagai takdir.



&quot;Keluarganya menolak autopsi dan menerima kejadian bunuh diri yang dialami YJS sebagai takdir,&quot; katanya.



Dari informasi yang dihimpun, YJS merupakan seorang duda. Dia hidup seorang diri di rumah kontrakannya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkyOC81L3g4bWRyZHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GARUT - Peristiwa bunuh diri seorang guru menggemparkan warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Senin (10/7/2023). Lelaki berinisial YJS (56) asal Kampung Asem, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, itu nekat mengakhiri hidup karena diduga mengalami persoalan keluarga.&amp;nbsp;

YJS pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Nuh (31) di rumah kontrakannya pada pukul 13.10 WIB dalam kondisi tergantung di plafon dapur. Nuh pun panik dan meminta pertolongan tetangga hingga melapor pada polisi.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bunuh Diri, Pria Baruh Baya Tiduran di Rel hingga Tewas Terlindas Kereta

Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengungkapkan kasus tersebut telah ditangani Polsek Cibatu. Menurut Ipda Susilo Adhi, petugas Polsek Cibatu langsung mengevakuasi YJS begitu menerima laporan warga.&amp;nbsp;

&quot;Menurut keterangan saksi karena persoalan keluarga. Profesi korban sebagai guru, kasusnya ditangani petugas Polsek Cibatu,&quot; kata Ipda Susilo Adhi pada MNC Portal Indonesia (MPI).&amp;nbsp;

Polisi, lanjut dia, membawa jenazah YJS ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan luar. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan apakah ada tidaknya luka-luka pada bagian tubuh YJS.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Depresi Dituduh Berzina, Gadis Ini Nyaris Bunuh Diri dari Jembatan Maktal Garut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerassn fisik. Petugas hanya menemukan sperma keluar dari kemaluan dan kotoran di lubang anus,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;

Sementara itu, Kapolsek Cibatu AKP Misno menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif YJS nekat mengakhiri hidup. Polisi kemudian meminta keterangan saksi-saksi dan anggota keluarga korban.&amp;nbsp;

&quot;Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diduga korban mengalami permasalahan keluarga,&quot; ucap AKP Misno.&amp;nbsp;

Kapolsek Cibatu pun mengungkapkan jika keluarga menolak proses autopsi pada jenazah YJS. Mereka menerima kejadian nahas tersebut sebagai takdir.



&quot;Keluarganya menolak autopsi dan menerima kejadian bunuh diri yang dialami YJS sebagai takdir,&quot; katanya.



Dari informasi yang dihimpun, YJS merupakan seorang duda. Dia hidup seorang diri di rumah kontrakannya.

</content:encoded></item></channel></rss>
