<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taliban Murka, Semua Aktivitas Swedia di Afghanistan Disetop Gegara Pembakaran Alquran!</title><description>Seorang warga Irak di Stockholm merobek dan membakar Alquran pada protes 28 Juni yang telah mendapat izin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2844948/taliban-murka-semua-aktivitas-swedia-di-afghanistan-disetop-gegara-pembakaran-alquran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2844948/taliban-murka-semua-aktivitas-swedia-di-afghanistan-disetop-gegara-pembakaran-alquran"/><item><title>Taliban Murka, Semua Aktivitas Swedia di Afghanistan Disetop Gegara Pembakaran Alquran!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2844948/taliban-murka-semua-aktivitas-swedia-di-afghanistan-disetop-gegara-pembakaran-alquran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2844948/taliban-murka-semua-aktivitas-swedia-di-afghanistan-disetop-gegara-pembakaran-alquran</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 06:14 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2844948/buntut-pembakaran-alquran-taliban-tangguhkan-aktivitas-swedia-di-afghanistan-KliiNnqPZ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pejuang Taliban dan masyarakat Afghanistan Sholat Idul Adha (Foto: AP/VoA Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2844948/buntut-pembakaran-alquran-taliban-tangguhkan-aktivitas-swedia-di-afghanistan-KliiNnqPZ7.jpg</image><title>Pejuang Taliban dan masyarakat Afghanistan Sholat Idul Adha (Foto: AP/VoA Indonesia)</title></images><description>TALIBAN memerintahan penangguhan semua aktivitas Swedia di Afghanistan pada Selasa 11 Juli 2023. Hal tersebut dilakukan menyusul pembakaran Alquran di depan umum, pada aksi protes di Swedia bulan lalu.
Melansir VoA Indonesia, seorang warga Irak di Stockholm merobek dan membakar Alquran pada protes 28 Juni yang telah mendapat izin.

BACA JUGA:
Masa Lalu Pembakar Alquran Salwan Momika Terungkap, Mantan Milisi Ekstremis Hingga Jadi Atheis Demi Ambisi

Bahkan, aksi tersebut didilakukan di luar masjid terbesar di ibu kota Swedia sewaktu Muslim merayakan Idul Adha di seluruh dunia. Insiden ini memicu kemarahan dan kecaman dari negara-negara Islam.
&quot;Emirat Islam menangguhkan aktivitas Swedia di Afghanistan karena memberi izin menghina Alquran dan keyakinan para Muslim,&amp;rdquo; kata Taliban dengan menggunakan nama resmi pemerintahan mereka di Kabul.
Menurut pernyataan itu, perintah tersebut akan tetap berlaku &amp;ldquo;hingga mereka (Swedia) meminta maaf kepada Muslim atas tindakan keji ini.&amp;rdquo; Taliban meminta negara-negara Islam lainnya untuk &amp;ldquo;mempertimbangkan kembali&amp;rdquo; hubungan mereka dengan pemerintah Swedia terkait tindakan itu.

BACA JUGA:
Swedia Pertimbangkan untuk Larang Aksi Pembakaran Alquran dan Kitab Suci

Aksi pembakaran Alquran di Swedia menuai reaksi dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Pmerintah negara-negara di kawasan itu mengutuk keras tindakan tersebut. Bahkan, Maroko menarik duta besarnya dari Stockholm.
Kerumunan demonstran yang marah di ibu kota Irak, Baghdad, segera berkumpul di kedutaan besar Swedia dan menyerbu kompleks tersebut sebelum dibubarkan oleh pasukan keamanan. Puluhan ribu orang melancarkan aksi protes di Pakistan pada Jumat lalu.

BACA JUGA:
Tak Seperti Swedia, Aparat Rusia Tangkap Pria yang Nodai dan Rusak Alquran
Seperti negara-negara Barat lainnya, Swedia menutup kedutaannya di Afghanistan dan mengevakuasi seluruh stafnya, termasuk warga negara Swedia dan Afghanistan, pada Agustus 2021, sewaktu Taliban menguasai kembali negara itu.
Para pekerja bantuan mengatakan perintah Taliban pada Senin ini, kemungkinan besar mengacaukan operasi kemanusiaan LSM Komite Swedia bagi Afghanistan (SCA) di negara miskin yang dilanda perang itu.

BACA JUGA:
Insiden Pembakaran Al Quran Swedia, Iran Tolak Kirim Dubes ke Stockholm

Organisasi amal ini mengelola berbagai program pembangunan, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan di 19 provinsi Afghanistan, mempekerjakan sekitar 6.000 orang, kebanyakan orang Afghanistan. Organisasi ini memberikan pendidikan bagi sekitar 90 ribu anak-anak dan layanan kesehatan bagi dua juta orang melalui rumah sakit dan pusat-pusat medisnya di Afghanistan.
Sementara SCA tidak segera menanggapi kemungkinan penangguhan aktivitasnya oleh Taliban.</description><content:encoded>TALIBAN memerintahan penangguhan semua aktivitas Swedia di Afghanistan pada Selasa 11 Juli 2023. Hal tersebut dilakukan menyusul pembakaran Alquran di depan umum, pada aksi protes di Swedia bulan lalu.
Melansir VoA Indonesia, seorang warga Irak di Stockholm merobek dan membakar Alquran pada protes 28 Juni yang telah mendapat izin.

BACA JUGA:
Masa Lalu Pembakar Alquran Salwan Momika Terungkap, Mantan Milisi Ekstremis Hingga Jadi Atheis Demi Ambisi

Bahkan, aksi tersebut didilakukan di luar masjid terbesar di ibu kota Swedia sewaktu Muslim merayakan Idul Adha di seluruh dunia. Insiden ini memicu kemarahan dan kecaman dari negara-negara Islam.
&quot;Emirat Islam menangguhkan aktivitas Swedia di Afghanistan karena memberi izin menghina Alquran dan keyakinan para Muslim,&amp;rdquo; kata Taliban dengan menggunakan nama resmi pemerintahan mereka di Kabul.
Menurut pernyataan itu, perintah tersebut akan tetap berlaku &amp;ldquo;hingga mereka (Swedia) meminta maaf kepada Muslim atas tindakan keji ini.&amp;rdquo; Taliban meminta negara-negara Islam lainnya untuk &amp;ldquo;mempertimbangkan kembali&amp;rdquo; hubungan mereka dengan pemerintah Swedia terkait tindakan itu.

BACA JUGA:
Swedia Pertimbangkan untuk Larang Aksi Pembakaran Alquran dan Kitab Suci

Aksi pembakaran Alquran di Swedia menuai reaksi dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Pmerintah negara-negara di kawasan itu mengutuk keras tindakan tersebut. Bahkan, Maroko menarik duta besarnya dari Stockholm.
Kerumunan demonstran yang marah di ibu kota Irak, Baghdad, segera berkumpul di kedutaan besar Swedia dan menyerbu kompleks tersebut sebelum dibubarkan oleh pasukan keamanan. Puluhan ribu orang melancarkan aksi protes di Pakistan pada Jumat lalu.

BACA JUGA:
Tak Seperti Swedia, Aparat Rusia Tangkap Pria yang Nodai dan Rusak Alquran
Seperti negara-negara Barat lainnya, Swedia menutup kedutaannya di Afghanistan dan mengevakuasi seluruh stafnya, termasuk warga negara Swedia dan Afghanistan, pada Agustus 2021, sewaktu Taliban menguasai kembali negara itu.
Para pekerja bantuan mengatakan perintah Taliban pada Senin ini, kemungkinan besar mengacaukan operasi kemanusiaan LSM Komite Swedia bagi Afghanistan (SCA) di negara miskin yang dilanda perang itu.

BACA JUGA:
Insiden Pembakaran Al Quran Swedia, Iran Tolak Kirim Dubes ke Stockholm

Organisasi amal ini mengelola berbagai program pembangunan, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan di 19 provinsi Afghanistan, mempekerjakan sekitar 6.000 orang, kebanyakan orang Afghanistan. Organisasi ini memberikan pendidikan bagi sekitar 90 ribu anak-anak dan layanan kesehatan bagi dua juta orang melalui rumah sakit dan pusat-pusat medisnya di Afghanistan.
Sementara SCA tidak segera menanggapi kemungkinan penangguhan aktivitasnya oleh Taliban.</content:encoded></item></channel></rss>
