<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Tegakkan Kebebasan Berbicara, Taliban Beri Pujian untuk Twitter</title><description>Pujian ini disampaikan Taliban di saat Twitter mendapat saingan dari layanan microblogging Thread.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter"/><item><title>Dianggap Tegakkan Kebebasan Berbicara, Taliban Beri Pujian untuk Twitter</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter-7KIlhqoyuK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2845108/dianggap-tegakkan-kebebasan-berbicara-taliban-beri-pujian-untuk-twitter-7KIlhqoyuK.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS80LzE1OTIxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KABUL - Raksasa media sosial Twitter telah menerima dukungan tak terduga dari Taliban Afghanistan, yang memujinya karena menegakkan prinsip-prinsip &quot;kebebasan berbicara&quot; dan mempertahankan &quot;kredibilitasnya&quot;.

BACA JUGA:
Membayar untuk Dapat Tanda Centang Biru di Twitter, Taliban Puji Elon Musk

Dukungan yang tidak terduga disuarakan oleh pemimpin senior Taliban Anas Haqqani pada Senin, (10/7/2023). Haqqani memuji Twitter, menyatakan bahwa jaringan itu memiliki &quot;dua keunggulan penting&quot; dibandingkan platform media sosial lainnya, termasuk saingannya yang baru diluncurkan, Threads milik Meta.
Secara khusus, Twitter mempertahankan prinsip &amp;ldquo;kebebasan berbicara&amp;rdquo; serta &amp;ldquo;sifat dan kredibilitas publiknya,&amp;rdquo; kata Haqqani sebagaimana dilansir RT. Dia juga mengecam Meta, mengutuk perusahaan yang konon &quot;kebijakan tidak toleran&quot;, dan mengklaim bahwa Twitter tidak dapat digantikan oleh &quot;platform lain&quot; sama sekali.

BACA JUGA:
Twitter Milik Elon Musk Ancam Gugat Meta Usai Luncurkan Threads

Taliban semakin sering menggunakan media sosial, baik sebelum tetapi terutama setelah pengambilalihan Afghanistan pada 2021, dengan Twitter tampaknya menjadi media komunikasi publik pilihan mereka.

Dukungan dari kelompok Islam ini datang beberapa hari setelah Meta yang miliki Mark Zuckerberg meluncurkan Threads, layanan microblogging baru yang telah menarik lebih dari 100 juta pengguna.
Peluncuran tersebut telah dirusak oleh berbagai skandal, dengan pemilik Twitter Elon Musk menuduh Meta melakukan &quot;penyalahgunaan yang sistematis, disengaja, dan melanggar hukum&quot; atas kekayaan intelektual Twitter dan mengancam akan menuntutnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS80LzE1OTIxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KABUL - Raksasa media sosial Twitter telah menerima dukungan tak terduga dari Taliban Afghanistan, yang memujinya karena menegakkan prinsip-prinsip &quot;kebebasan berbicara&quot; dan mempertahankan &quot;kredibilitasnya&quot;.

BACA JUGA:
Membayar untuk Dapat Tanda Centang Biru di Twitter, Taliban Puji Elon Musk

Dukungan yang tidak terduga disuarakan oleh pemimpin senior Taliban Anas Haqqani pada Senin, (10/7/2023). Haqqani memuji Twitter, menyatakan bahwa jaringan itu memiliki &quot;dua keunggulan penting&quot; dibandingkan platform media sosial lainnya, termasuk saingannya yang baru diluncurkan, Threads milik Meta.
Secara khusus, Twitter mempertahankan prinsip &amp;ldquo;kebebasan berbicara&amp;rdquo; serta &amp;ldquo;sifat dan kredibilitas publiknya,&amp;rdquo; kata Haqqani sebagaimana dilansir RT. Dia juga mengecam Meta, mengutuk perusahaan yang konon &quot;kebijakan tidak toleran&quot;, dan mengklaim bahwa Twitter tidak dapat digantikan oleh &quot;platform lain&quot; sama sekali.

BACA JUGA:
Twitter Milik Elon Musk Ancam Gugat Meta Usai Luncurkan Threads

Taliban semakin sering menggunakan media sosial, baik sebelum tetapi terutama setelah pengambilalihan Afghanistan pada 2021, dengan Twitter tampaknya menjadi media komunikasi publik pilihan mereka.

Dukungan dari kelompok Islam ini datang beberapa hari setelah Meta yang miliki Mark Zuckerberg meluncurkan Threads, layanan microblogging baru yang telah menarik lebih dari 100 juta pengguna.
Peluncuran tersebut telah dirusak oleh berbagai skandal, dengan pemilik Twitter Elon Musk menuduh Meta melakukan &quot;penyalahgunaan yang sistematis, disengaja, dan melanggar hukum&quot; atas kekayaan intelektual Twitter dan mengancam akan menuntutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
