<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertempur Hadapi Rusia, Ribuan Tentara Wanita Ukraina Pakai Seragam Tak Layak Hingga Terjangkit Infeksi</title><description>Para tentara wanita Ukraina memiliki keluhan terkait kondisi dan sumber daya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi"/><item><title>Bertempur Hadapi Rusia, Ribuan Tentara Wanita Ukraina Pakai Seragam Tak Layak Hingga Terjangkit Infeksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi-fWhaB3iLNL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/18/2845291/bertempur-hadapi-rusia-ribuan-tentara-wanita-ukraina-pakai-seragam-tak-layak-hingga-terjangkit-infeksi-fWhaB3iLNL.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTgxOS81L3g4a242NW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV - Puluhan ribu tentara wanita di seluruh Ukraina dengan berani terjun ke medan perang untuk berjuang bersama rekan pria mereka menghadapi aksi militer Rusia. Namun, banyak dari para wanita ini yang tidak mendapatkan kebutuhan esensial mereka, termasuk seragam berukuran pas, demikian menurut laporan.

BACA JUGA:
Eks Presiden Rusia: Bantuan NATO untuk Ukraina Bawa Konflik Makin Dekat ke PD III

Menurut laporan Daily Beast, ada sekira 60.000 wanita yang bertugas di Angkatan Bersenjata Ukraina. Mengutip beberapa sumber tentara Ukraina, outlet itu melaporkan kurangnya sumber daya wanita di militer yang telah memperburuk bahaya yang sudah dihadapi oleh sukarelawan militer Ukraina.
Para tentara wanita digambarkan mengenakan seragam dan pelindung tubuh yang tidak pas, tersandung karena mengenakan sepatu pria yang &amp;ldquo;kebesaran&amp;rdquo;, menderita kekurangan pembalut, dan terjangkit masalah kesehatan karena ketidakmampuan untuk buang air dengan benar di medan perang.

BACA JUGA:
Perang Ukraina Masuki Hari ke 500, Presiden Zelensky Kunjungi Pulau Ular yang Jadi Simbol Perlawanan

&quot;Coba pergi ke toilet di hutan pada suhu 4 derajat Fahrenheit (-15 derahjat Celcius),&quot; kata seorang tentara wanita berusia 24 tahun yang diidentifikasi hanya dengan nama depannya, Julia, kepada Daily Beast. &quot;Kami semua menderita sistitis atau radang ovarium dan sakit punggung. Setelah satu tahun perang, kami memiliki banyak masalah kesehatan.&quot;

Tetapi Julia dan saudara perempuannya yang berusia 28 tahun, Alina, keduanya meninggalkan pekerjaan mereka di bidang teknologi untuk bergabung dalam militer ketika Rusia menginvasi tahun lalu, mengatakan kepada outlet tersebut bahwa kurangnya alat buang air kecil wanita adalah &amp;ldquo;masalah paling remeh yang mereka miliki&amp;rdquo;.
Tentara wanita Ukraina mengenakan seragam yang beberapa ukuran terlalu besar dan sering dipaksa memakai celana &quot;besar&quot; yang dapat menghambat kecepatan dan mobilitas mereka pada saat-saat kritis di medan perang, kata mereka.
&quot;Yang paling sulit adalah berlari dengan rompi antipeluru standar tentara seberat 30 pon (13,6 kg) - yang tidak pernah pas di tubuh dengan payudara seperti milikku,&quot; kata Alina.
&quot;Jika saya melepas rompi antipeluru tentara dan terluka atau terbunuh, tidak akan ada kompensasi yang dibayarkan kepada saya atau keluarga saya. Kehidupan kita, keamanan kita, seringkali bergantung pada apa yang kita kenakan di tubuh dan kaki kita, seberapa sehat kita.&quot; .&quot;
Runa, seorang sukarelawan berusia 28 tahun yang pernah menjadi penjual bunga di Kyiv tetapi sekarang memimpin unit artileri, mengatakan dia telah mengenakan seragam empat ukuran yang terlalu besar untuk tubuh mungilnya.Lebih dari 100 anggota militer wanita telah tewas sejak perang dimulai pada Februari 2023, menurut laporan tersebut &amp;mdash; baik dalam pertempuran secara langsung atau selama evakuasi atau misi pers.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan pekan lalu bahwa model tambahan pelindung tubuh dan helm untuk wanita saat ini sedang diuji di unit tempur dan kementerian pertahanan berencana untuk segera memesannya.
Upaya tambahan sedang dilakukan di Ukraina untuk mengatasi masalah kelangkaan, menurut Beast, yang menyoroti acara yang diselenggarakan oleh badan amal Zemliachky yang berfokus untuk mendukung tentara wanita Ukraina. Grup ini baru-baru ini meluncurkan koleksi terbatas dari seragam baru yang dirancang khusus untuk wanita berperang dengan tubuh tentara yang lebih ringan.&amp;nbsp;
Namun pendiri kelompok tersebut, Andriy Kolesnyk, mengatakan Zemliachky saat ini hanya memiliki dana untuk menyeragamkan 10% dari 9.000 perempuan yang membutuhkan.
&quot;Negara kita terus-menerus diserang, bahkan wanita hamil pun berperang melawan penjajah Rusia sampai mereka hamil tujuh bulan,&quot; katanya kepada The Beast.
&quot;Saat ini saya memiliki permintaan untuk seragam yang dirancang khusus dan barang-barang penting lainnya dari setidaknya 10 tentara hamil. Kami kekurangan untuk setiap barang.&quot;</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wNC8xLzE2NTgxOS81L3g4a242NW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KYIV - Puluhan ribu tentara wanita di seluruh Ukraina dengan berani terjun ke medan perang untuk berjuang bersama rekan pria mereka menghadapi aksi militer Rusia. Namun, banyak dari para wanita ini yang tidak mendapatkan kebutuhan esensial mereka, termasuk seragam berukuran pas, demikian menurut laporan.

BACA JUGA:
Eks Presiden Rusia: Bantuan NATO untuk Ukraina Bawa Konflik Makin Dekat ke PD III

Menurut laporan Daily Beast, ada sekira 60.000 wanita yang bertugas di Angkatan Bersenjata Ukraina. Mengutip beberapa sumber tentara Ukraina, outlet itu melaporkan kurangnya sumber daya wanita di militer yang telah memperburuk bahaya yang sudah dihadapi oleh sukarelawan militer Ukraina.
Para tentara wanita digambarkan mengenakan seragam dan pelindung tubuh yang tidak pas, tersandung karena mengenakan sepatu pria yang &amp;ldquo;kebesaran&amp;rdquo;, menderita kekurangan pembalut, dan terjangkit masalah kesehatan karena ketidakmampuan untuk buang air dengan benar di medan perang.

BACA JUGA:
Perang Ukraina Masuki Hari ke 500, Presiden Zelensky Kunjungi Pulau Ular yang Jadi Simbol Perlawanan

&quot;Coba pergi ke toilet di hutan pada suhu 4 derajat Fahrenheit (-15 derahjat Celcius),&quot; kata seorang tentara wanita berusia 24 tahun yang diidentifikasi hanya dengan nama depannya, Julia, kepada Daily Beast. &quot;Kami semua menderita sistitis atau radang ovarium dan sakit punggung. Setelah satu tahun perang, kami memiliki banyak masalah kesehatan.&quot;

Tetapi Julia dan saudara perempuannya yang berusia 28 tahun, Alina, keduanya meninggalkan pekerjaan mereka di bidang teknologi untuk bergabung dalam militer ketika Rusia menginvasi tahun lalu, mengatakan kepada outlet tersebut bahwa kurangnya alat buang air kecil wanita adalah &amp;ldquo;masalah paling remeh yang mereka miliki&amp;rdquo;.
Tentara wanita Ukraina mengenakan seragam yang beberapa ukuran terlalu besar dan sering dipaksa memakai celana &quot;besar&quot; yang dapat menghambat kecepatan dan mobilitas mereka pada saat-saat kritis di medan perang, kata mereka.
&quot;Yang paling sulit adalah berlari dengan rompi antipeluru standar tentara seberat 30 pon (13,6 kg) - yang tidak pernah pas di tubuh dengan payudara seperti milikku,&quot; kata Alina.
&quot;Jika saya melepas rompi antipeluru tentara dan terluka atau terbunuh, tidak akan ada kompensasi yang dibayarkan kepada saya atau keluarga saya. Kehidupan kita, keamanan kita, seringkali bergantung pada apa yang kita kenakan di tubuh dan kaki kita, seberapa sehat kita.&quot; .&quot;
Runa, seorang sukarelawan berusia 28 tahun yang pernah menjadi penjual bunga di Kyiv tetapi sekarang memimpin unit artileri, mengatakan dia telah mengenakan seragam empat ukuran yang terlalu besar untuk tubuh mungilnya.Lebih dari 100 anggota militer wanita telah tewas sejak perang dimulai pada Februari 2023, menurut laporan tersebut &amp;mdash; baik dalam pertempuran secara langsung atau selama evakuasi atau misi pers.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan pekan lalu bahwa model tambahan pelindung tubuh dan helm untuk wanita saat ini sedang diuji di unit tempur dan kementerian pertahanan berencana untuk segera memesannya.
Upaya tambahan sedang dilakukan di Ukraina untuk mengatasi masalah kelangkaan, menurut Beast, yang menyoroti acara yang diselenggarakan oleh badan amal Zemliachky yang berfokus untuk mendukung tentara wanita Ukraina. Grup ini baru-baru ini meluncurkan koleksi terbatas dari seragam baru yang dirancang khusus untuk wanita berperang dengan tubuh tentara yang lebih ringan.&amp;nbsp;
Namun pendiri kelompok tersebut, Andriy Kolesnyk, mengatakan Zemliachky saat ini hanya memiliki dana untuk menyeragamkan 10% dari 9.000 perempuan yang membutuhkan.
&quot;Negara kita terus-menerus diserang, bahkan wanita hamil pun berperang melawan penjajah Rusia sampai mereka hamil tujuh bulan,&quot; katanya kepada The Beast.
&quot;Saat ini saya memiliki permintaan untuk seragam yang dirancang khusus dan barang-barang penting lainnya dari setidaknya 10 tentara hamil. Kami kekurangan untuk setiap barang.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
