<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Kesederhanaan Hidup Hatta, Sampai Tak Bisa Beli Sepatu dan Kesulitan Bayar Listrik </title><description>Hatta dikenal dengan ksederhanaan dan kejujurannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik"/><item><title>Kisah Kesederhanaan Hidup Hatta, Sampai Tak Bisa Beli Sepatu dan Kesulitan Bayar Listrik </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik-qtOspYEwqT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/337/2844914/kisah-kesederhanaan-hidup-hatta-sampai-tak-bisa-beli-sepatu-dan-kesulitan-bayar-listrik-qtOspYEwqT.jpg</image><title>Foto: Ist.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bapak Proklamator Mohammad Hatta dikenal sebagai sosok yang sederhana dan jujur. Hatta menjadi contoh bagaimana seharusnya kehidupan seorang pejabat yang jujur, membaktikan hidup bagi negara dan bangsa.
Dalam buku &amp;rdquo;Untuk Republik: Kisah-Kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa&amp;rdquo;  diceritakan bahwa Hatta sangat teliti dalam menggunakan uangnya. Dia hanya menggunakan uang yang merupakan haknya.

BACA JUGA:
Ketika Bung Hatta Langsung Turun Tangan Urus Kebiasaan Jepang yang Suka Tempeleng Orang Indonesia

Hatta tidak mau menggunakan mobil dinas untuk keperluan keluarga dan pribadi, begitu juga dengan uang negara. Uang dari negara dianggarkan untuk melancarkan tugas dan pekerjaannya sebagai seorang pejabat.
Pada suatu malam pertengahan 1950-an, Hatta yang sedang membaca koran melihat iklan sepatu Baily.

BACA JUGA:
Temani Soekarno di Saat Akhir, Tangis Hatta Pecah Kala Genggam Tangan Sang Sahabat

Hatta yang ingin memiliki sepatu itu kemudian menggunting rapi iklan tersebut dan menyimpannya. Hatta ingin memotivasi dirinya untuk menabung dan membeli sepatu tersebut.
Namun, Hatta tidak pernah bisa mewujudkan keinginanya itu baik semasa menjadi Wakil Presiden ataupun saat ia pensiun.Meski setelah pensiun Hatta kerap mendapat honor dari tulisan-tulisannya di media massa dan sedikit uang pensiun, namun jumlahnya tidak banyak. Bahkan, Hatta kadang kesulitan membayar listrik dan menghidupi keluarganya dengan cara yang jujur.
Kondisi keuangan Hatta ini terdengar oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang membantu sang mantan Wakil Presiden untuk membayar listrik.
Ketika Hatta meninggal dunia pada 1980, di lacinya masih tersimpan guntingan iklan sepatu Bally yang tidak sempat dibeli Hatta karena kurang uang.
Hatta memilih untuk tidak membeli sepatu itu, meskipun dia bisa memilikinya dengan jabatannya sebagai wakil presiden, apalagi dia juga berasal dari keluarga yang tak kekurangan. Hatta bersikukuh memilih untuk tidak memilikinya karena dia memilih untuk hidup sederhana.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bapak Proklamator Mohammad Hatta dikenal sebagai sosok yang sederhana dan jujur. Hatta menjadi contoh bagaimana seharusnya kehidupan seorang pejabat yang jujur, membaktikan hidup bagi negara dan bangsa.
Dalam buku &amp;rdquo;Untuk Republik: Kisah-Kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa&amp;rdquo;  diceritakan bahwa Hatta sangat teliti dalam menggunakan uangnya. Dia hanya menggunakan uang yang merupakan haknya.

BACA JUGA:
Ketika Bung Hatta Langsung Turun Tangan Urus Kebiasaan Jepang yang Suka Tempeleng Orang Indonesia

Hatta tidak mau menggunakan mobil dinas untuk keperluan keluarga dan pribadi, begitu juga dengan uang negara. Uang dari negara dianggarkan untuk melancarkan tugas dan pekerjaannya sebagai seorang pejabat.
Pada suatu malam pertengahan 1950-an, Hatta yang sedang membaca koran melihat iklan sepatu Baily.

BACA JUGA:
Temani Soekarno di Saat Akhir, Tangis Hatta Pecah Kala Genggam Tangan Sang Sahabat

Hatta yang ingin memiliki sepatu itu kemudian menggunting rapi iklan tersebut dan menyimpannya. Hatta ingin memotivasi dirinya untuk menabung dan membeli sepatu tersebut.
Namun, Hatta tidak pernah bisa mewujudkan keinginanya itu baik semasa menjadi Wakil Presiden ataupun saat ia pensiun.Meski setelah pensiun Hatta kerap mendapat honor dari tulisan-tulisannya di media massa dan sedikit uang pensiun, namun jumlahnya tidak banyak. Bahkan, Hatta kadang kesulitan membayar listrik dan menghidupi keluarganya dengan cara yang jujur.
Kondisi keuangan Hatta ini terdengar oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang membantu sang mantan Wakil Presiden untuk membayar listrik.
Ketika Hatta meninggal dunia pada 1980, di lacinya masih tersimpan guntingan iklan sepatu Bally yang tidak sempat dibeli Hatta karena kurang uang.
Hatta memilih untuk tidak membeli sepatu itu, meskipun dia bisa memilikinya dengan jabatannya sebagai wakil presiden, apalagi dia juga berasal dari keluarga yang tak kekurangan. Hatta bersikukuh memilih untuk tidak memilikinya karena dia memilih untuk hidup sederhana.</content:encoded></item></channel></rss>
