<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Geledah Perusahaan Distributor BBM, Sita Bukti Elektronik!</title><description>Perusahaan yang digeledah PT Bahari Berkah Madani (PT BBM).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik"/><item><title>KPK Geledah Perusahaan Distributor BBM, Sita Bukti Elektronik!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik-1o5EmOcbyX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/337/2845002/kpk-geledah-perusahaan-distributor-bbm-sita-bukti-elektronik-1o5EmOcbyX.jpg</image><title>KPK (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg4OS81L3g4bWNpc2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah perusahaan distributor Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa, 11 Juli 2023, kemarin. Perusahaan tersebut yakni PT Bahari Berkah Madani (PT BBM).

Dari perusahaan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti elektronik. Barang bukti elektronik tersebut diduga berkaitan dengan gratifikasi mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono (AP). PT BBM diduga memberikan fee kepada Andhi Pramono.

&quot;Tim penyidik KPK, sebagai rangkaian pengumpulan alat bukti telah selesai menggeledah salah satu perusahaan swasta (PT BBM) yang berada di wilayah Batam,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (12/7/2023).

BACA JUGA:
Digeledah KPK, Perusahaan BBM Setor Uang ke Eks Kepala Bea Cukai Makassar


&quot;Dari kegiatan tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan bukti elektronik yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara ini. Analisis dan penyitaan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara,&quot; sambungnya.

Saat ini, KPK masih menganalisa bukti elektronik tersebut. Analisa diperlukan dalam rangka proses penyitaan.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Andhi diduga menerima gratifikasi Rp28 miliar dari para importir saat masih menjabat di Ditjen Bea Cukai.

BACA JUGA:
 Gegara Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Diperiksa Tiga Jam di Bea Cukai&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Andhi mengantongi gratifikasi Rp28 miliar hasil dari menjadi broker atau perantara para importir. Uang itu dikumpulkan dari hasil gratifikasi selama 10 tahun sejak 2012 hingga 2022. Andhi diduga mengumpulkan uang tersebut lewat orang kepercayaannya yang merupakan para pengusaha ekspor impor.



KPK menyebut uang-uang dari hasil broker para importir tersebut ditampung di rekening Andhi dan mertuanya. Tindakan tersebut dipastikan telah bertentangan dengan tugas dan kewenangannya sebagai pejabat Ditjen Bea Cukai.

BACA JUGA:
 Bawa Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Klarifikasi ke Bea Cukai&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Andhi Pramono diduga juga telah menyamarkan serta mengalihkan uang hasil penerimaan gratifikasinya ke sejumlah aset bernilai fantastis. Di antaranya, dengan membelikan rumah mewah di Pejaten, Jakarta Selatan, berlian, hingga polis asuransi.



Atas perbuatannya, Andhi dijerat dua pasal sekaligus yakni terkait penerimaan gratifikasi dan TPPU. Ia disangka melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

BACA JUGA:
Usai Viral Berkilau Emas, Jamaah Haji Asal Makassar Diperiksa Bea Cukai




Ia juga disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg4OS81L3g4bWNpc2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah perusahaan distributor Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa, 11 Juli 2023, kemarin. Perusahaan tersebut yakni PT Bahari Berkah Madani (PT BBM).

Dari perusahaan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti elektronik. Barang bukti elektronik tersebut diduga berkaitan dengan gratifikasi mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono (AP). PT BBM diduga memberikan fee kepada Andhi Pramono.

&quot;Tim penyidik KPK, sebagai rangkaian pengumpulan alat bukti telah selesai menggeledah salah satu perusahaan swasta (PT BBM) yang berada di wilayah Batam,&quot; kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (12/7/2023).

BACA JUGA:
Digeledah KPK, Perusahaan BBM Setor Uang ke Eks Kepala Bea Cukai Makassar


&quot;Dari kegiatan tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan bukti elektronik yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara ini. Analisis dan penyitaan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara,&quot; sambungnya.

Saat ini, KPK masih menganalisa bukti elektronik tersebut. Analisa diperlukan dalam rangka proses penyitaan.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Andhi diduga menerima gratifikasi Rp28 miliar dari para importir saat masih menjabat di Ditjen Bea Cukai.

BACA JUGA:
 Gegara Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Diperiksa Tiga Jam di Bea Cukai&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Andhi mengantongi gratifikasi Rp28 miliar hasil dari menjadi broker atau perantara para importir. Uang itu dikumpulkan dari hasil gratifikasi selama 10 tahun sejak 2012 hingga 2022. Andhi diduga mengumpulkan uang tersebut lewat orang kepercayaannya yang merupakan para pengusaha ekspor impor.



KPK menyebut uang-uang dari hasil broker para importir tersebut ditampung di rekening Andhi dan mertuanya. Tindakan tersebut dipastikan telah bertentangan dengan tugas dan kewenangannya sebagai pejabat Ditjen Bea Cukai.

BACA JUGA:
 Bawa Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Klarifikasi ke Bea Cukai&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Andhi Pramono diduga juga telah menyamarkan serta mengalihkan uang hasil penerimaan gratifikasinya ke sejumlah aset bernilai fantastis. Di antaranya, dengan membelikan rumah mewah di Pejaten, Jakarta Selatan, berlian, hingga polis asuransi.



Atas perbuatannya, Andhi dijerat dua pasal sekaligus yakni terkait penerimaan gratifikasi dan TPPU. Ia disangka melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

BACA JUGA:
Usai Viral Berkilau Emas, Jamaah Haji Asal Makassar Diperiksa Bea Cukai




Ia juga disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.</content:encoded></item></channel></rss>
