<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buku Radikalisme Terorisme dan Deradikalisasi di Indonesia Abadikan Kerja Keras Polri</title><description>Buku ini mengabadikan kerja keras Polri dan pihak-pihak terkait dalam menangani terorisme, mengupas tentang terorisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri"/><item><title>Buku Radikalisme Terorisme dan Deradikalisasi di Indonesia Abadikan Kerja Keras Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri-YfIEdnzM1Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bedah buku yang mengabadikan kerja keras Polri (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/337/2845306/buku-radikalisme-terorisme-dan-deradikalisasi-di-indonesia-abadikan-kerja-keras-polri-YfIEdnzM1Z.jpg</image><title>Bedah buku yang mengabadikan kerja keras Polri (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Prof. Dr. Dedi Prasetyo membedah buku berjudul Radikalisme Terorisme dan Deradikalisasi di Indonesia. Buku tersebut mengabadikan kerja keras Polri dan pihak-pihak terkait dalam menangani terorisme.

&amp;ldquo;Buku ini mengabadikan kerja keras Polri dan pihak-pihak terkait dalam menangani terorisme, mengupas tentang terorisme dan soft deradikalisasi untuk memperkaya pemahaman pembaca,&amp;rdquo; ungkap As SDM dalam sambutannya, Rabu (12/7/23).


BACA JUGA:
Mahfud MD: Pengkaderan Radikalisme Berkembang di Lembaga Pendidikan


Menurut As SDM, dibutuhkan intervensi untuk mencegah perkembangan paham radikalisme.

Sebab, sambungnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki heterogenitas tinggi adanya intoleransi yang dapat melahirkan paham radikal dan dapat berujung pada aksi terorisme.


BACA JUGA:
Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Salip KPK


Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan, jelas As SDM, adalah pencegahan melalui pengembangan kearifan lokal yang kontra ideologi radikalisme dan terorisme.

&amp;ldquo;Untuk merealisasikan hal ini, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,&amp;rdquo; ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Prof. Dr. Dedi Prasetyo membedah buku berjudul Radikalisme Terorisme dan Deradikalisasi di Indonesia. Buku tersebut mengabadikan kerja keras Polri dan pihak-pihak terkait dalam menangani terorisme.

&amp;ldquo;Buku ini mengabadikan kerja keras Polri dan pihak-pihak terkait dalam menangani terorisme, mengupas tentang terorisme dan soft deradikalisasi untuk memperkaya pemahaman pembaca,&amp;rdquo; ungkap As SDM dalam sambutannya, Rabu (12/7/23).


BACA JUGA:
Mahfud MD: Pengkaderan Radikalisme Berkembang di Lembaga Pendidikan


Menurut As SDM, dibutuhkan intervensi untuk mencegah perkembangan paham radikalisme.

Sebab, sambungnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki heterogenitas tinggi adanya intoleransi yang dapat melahirkan paham radikal dan dapat berujung pada aksi terorisme.


BACA JUGA:
Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Salip KPK


Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan, jelas As SDM, adalah pencegahan melalui pengembangan kearifan lokal yang kontra ideologi radikalisme dan terorisme.

&amp;ldquo;Untuk merealisasikan hal ini, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,&amp;rdquo; ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
