<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Puji Penangangan Stunting Desa Mranggen Gunakan Herbal Nafsu Makan</title><description>Anak-anak secara rutin diberikan herbal untuk meningkatkan nafsu makan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan"/><item><title>Ganjar Puji Penangangan Stunting Desa Mranggen Gunakan Herbal Nafsu Makan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 03:26 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan-RLw24QLdaQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/512/2844924/ganjar-puji-penangangan-stunting-desa-mranggen-gunakan-herbal-nafsu-makan-RLw24QLdaQ.jpg</image><title>Ganjar Pranowo. (Foto: Pemprov Jateng)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk2NS81L3g4bWZpZXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo memuji cara penanganan stunting di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Anak-anak secara rutin diberikan herbal untuk meningkatkan nafsu makan.

&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;juga melihat data penurunan stunting di desa tersebut. Tercatat pada Februari 2023 angka stunting di desa tersebut sebanyak 97 anak. Setelah dilakukan treatment menggunakan obat herbal, angka tersebut turun dan tinggal 33 anak.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Gencarkan Vaksinasi Ternak Antisipasi Penyebaran Antraks&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahkan, khusus di Posyandu Pundungsari sudah nol stunting. Padahal, sebelumnya ada 6 anak stunting di Posyandu Pundungsari.&amp;nbsp;

&quot;Tadi ada data-data yang cukup bagus bisa ditampilkan, ternyata hampir 55 persen bisa tertangani dengan cepat. Jadi sudah sampai kurang lebih hampir 60 persen bisa dibereskan dan di Posyandu ini sudah nol,&quot; kata&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;usai meninjau penanganan stunting di Posyandu Pundungsari, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (11/7/2023).

Ganjar menekankan kolaborasi menjadi kunci menekan angka stunting. Dia menjelaskan, pola penurunan stunting di Desa Mranggen patut menjadi contoh daerah lain. Treatment yang diberikan terbukti dapat menurunkan angka stunting secara signifikan.

BACA JUGA:


Ganjar Resmikan Lab Stem Cell RSUD Dr Moewardi, Pasien Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri&amp;nbsp;
&quot;Di sini bagus sekali pola penanganan stuntingnya, tadi ada satu treatment yang diberikan seperti herbal untuk bisa menambah nafsu makan. Sehingga ketika kemudian si bayi diberikan satu treatment dengan herbal itu ternyata nafsu makannya tinggi,&quot; ucapnya.

Saat berada di lokasi,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;menyaksikan langsung pemeriksaan rutin terhadap balita dan pemberian obat herbal. Bahkan,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;secara langsung ikut menyuapi dua balita stunting di tempat itu. Berdasarkan keterangan bidan setempat, obat herbal itu diberikan secara bertahap dan setiap 14 hari bayi ditimbang berat badannya sudah naik.

Ganjar&amp;nbsp;menegaskan, penurunan stunting harus dilakukan secara bersama-sama agar tidak membutuhkan waktu lama.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&quot;Saya yakin kalau kita serius, kita keroyok, ini waktunya hanya butuh 2-3 bulan. Maka keserentakannya menjadi penting dan contoh baik ini bisa dipakai di tempat lain,&quot; katanya.



Ganjar juga mengingatkan tentang asupan gizi pada bayi dan balita yang harus diperhatikan. Gizi yang seimbang dan optimal menurutnya sangat penting untuk pertumbuhan anak. Penerapan gizi seimbang bisa dilakukan melalui makanan sehari-hari yang murah dan mudah didapat seperti sayuran, lauk dan buah-buahan.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk2NS81L3g4bWZpZXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;Pranowo memuji cara penanganan stunting di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Anak-anak secara rutin diberikan herbal untuk meningkatkan nafsu makan.

&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;juga melihat data penurunan stunting di desa tersebut. Tercatat pada Februari 2023 angka stunting di desa tersebut sebanyak 97 anak. Setelah dilakukan treatment menggunakan obat herbal, angka tersebut turun dan tinggal 33 anak.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Gencarkan Vaksinasi Ternak Antisipasi Penyebaran Antraks&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bahkan, khusus di Posyandu Pundungsari sudah nol stunting. Padahal, sebelumnya ada 6 anak stunting di Posyandu Pundungsari.&amp;nbsp;

&quot;Tadi ada data-data yang cukup bagus bisa ditampilkan, ternyata hampir 55 persen bisa tertangani dengan cepat. Jadi sudah sampai kurang lebih hampir 60 persen bisa dibereskan dan di Posyandu ini sudah nol,&quot; kata&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;usai meninjau penanganan stunting di Posyandu Pundungsari, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (11/7/2023).

Ganjar menekankan kolaborasi menjadi kunci menekan angka stunting. Dia menjelaskan, pola penurunan stunting di Desa Mranggen patut menjadi contoh daerah lain. Treatment yang diberikan terbukti dapat menurunkan angka stunting secara signifikan.

BACA JUGA:


Ganjar Resmikan Lab Stem Cell RSUD Dr Moewardi, Pasien Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri&amp;nbsp;
&quot;Di sini bagus sekali pola penanganan stuntingnya, tadi ada satu treatment yang diberikan seperti herbal untuk bisa menambah nafsu makan. Sehingga ketika kemudian si bayi diberikan satu treatment dengan herbal itu ternyata nafsu makannya tinggi,&quot; ucapnya.

Saat berada di lokasi,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;menyaksikan langsung pemeriksaan rutin terhadap balita dan pemberian obat herbal. Bahkan,&amp;nbsp;Ganjar&amp;nbsp;secara langsung ikut menyuapi dua balita stunting di tempat itu. Berdasarkan keterangan bidan setempat, obat herbal itu diberikan secara bertahap dan setiap 14 hari bayi ditimbang berat badannya sudah naik.

Ganjar&amp;nbsp;menegaskan, penurunan stunting harus dilakukan secara bersama-sama agar tidak membutuhkan waktu lama.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&quot;Saya yakin kalau kita serius, kita keroyok, ini waktunya hanya butuh 2-3 bulan. Maka keserentakannya menjadi penting dan contoh baik ini bisa dipakai di tempat lain,&quot; katanya.



Ganjar juga mengingatkan tentang asupan gizi pada bayi dan balita yang harus diperhatikan. Gizi yang seimbang dan optimal menurutnya sangat penting untuk pertumbuhan anak. Penerapan gizi seimbang bisa dilakukan melalui makanan sehari-hari yang murah dan mudah didapat seperti sayuran, lauk dan buah-buahan.



</content:encoded></item></channel></rss>
