<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD: Pesantren Harus Bisa Lahirkan Sarjana Hebat, Bukan Teroris</title><description>Pemerintah juga sudah menerbitkan Undang-undang Pesantren untuk mendorong kemajuan pesantren dan pendidikan Islam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris"/><item><title>Mahfud MD: Pesantren Harus Bisa Lahirkan Sarjana Hebat, Bukan Teroris</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris-Fk1r3PXv29.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Dok Kemenko Polhukam)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845520/mahfud-md-pesantren-harus-bisa-lahirkan-sarjana-hebat-bukan-teroris-Fk1r3PXv29.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Dok Kemenko Polhukam)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAyNy81L3g4bWgwMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbicara soal perkembangan dunia pendidikan, termasuk lembaga pendidikan berbasis agama seperti&amp;nbsp;pesantren.
Hal tersebut diungkap Mahfud saat memberikan pidato kunci pada Halaqoh Ulama Nasional, Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (12/7/2023).
Awalnya Mahfud bercerita bahwa dahulu umat Islam dipandang sebelah mata lantaran lembaga pendidikannya pun dianggap kelas dua atau kelas tiga. Namun, kata Mahfud, kini umat Islam telah mengalami mobilitas sosial naik.

BACA JUGA:
Liverpool Datangkan Dominik Szoboszlai dan Alexis MacAllister, Trent Alexander-Arnold: Luar Biasa!

&quot;Institusi pendidikan Islam sekarang sudah sangat maju. Kita sudah punya 27 Universitas Islam Negeri (UIN) yang hebat-hebat, sejajar dan tidak kalah dengan kampus-kampus negeri mentereng,&quot; katanya.

BACA JUGA:
3 Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Kena Sanksi AFC Imbas Keributan di Final Sepakbola SEA Games 2023, Nomor 1 Bintang Kemenangan atas Vietnam

Bahkan, kata Mahfud, pemerintah juga sudah menerbitkan Undang-undang Pesantren untuk mendorong kemajuan pesantren dan pendidikan Islam.
&quot;Karena itu pesantren harus bisa melahirkan sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana teknik, dan dokter yang hebat-hebat. Pesantren tidak boleh melahirkan teroris. Jangan konfrontatif terhadap negara karena menganggap pemerintah bukan Islam,&quot; ucapnya.

Mahfud pun mengajak agar pesantren tidak menjauhkan diri dari pemerintah agar tetap menjadi warga negara yang bersatu dalam keberagaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Breaking News: Gempa M4,2 Guncang Kulon Progo DIY

&quot;Saya mengajak pesantren untuk tidak menjauhkan diri dari pemerintah, karena pesantren dan santri adalah bagian dari pemerintah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M4,2 Kulon Progo Terasa sampai Bantul, BMKG: Waspada Gempa Susulan

&quot;Mari menjadi warga dari sebuah negara yang inklusif dan kosmoplit, bersatu dalam keberbedaan, dan bersama-sama memajukan bangsa dan negara ini,&quot; sambungnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAyNy81L3g4bWgwMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbicara soal perkembangan dunia pendidikan, termasuk lembaga pendidikan berbasis agama seperti&amp;nbsp;pesantren.
Hal tersebut diungkap Mahfud saat memberikan pidato kunci pada Halaqoh Ulama Nasional, Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (12/7/2023).
Awalnya Mahfud bercerita bahwa dahulu umat Islam dipandang sebelah mata lantaran lembaga pendidikannya pun dianggap kelas dua atau kelas tiga. Namun, kata Mahfud, kini umat Islam telah mengalami mobilitas sosial naik.

BACA JUGA:
Liverpool Datangkan Dominik Szoboszlai dan Alexis MacAllister, Trent Alexander-Arnold: Luar Biasa!

&quot;Institusi pendidikan Islam sekarang sudah sangat maju. Kita sudah punya 27 Universitas Islam Negeri (UIN) yang hebat-hebat, sejajar dan tidak kalah dengan kampus-kampus negeri mentereng,&quot; katanya.

BACA JUGA:
3 Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Kena Sanksi AFC Imbas Keributan di Final Sepakbola SEA Games 2023, Nomor 1 Bintang Kemenangan atas Vietnam

Bahkan, kata Mahfud, pemerintah juga sudah menerbitkan Undang-undang Pesantren untuk mendorong kemajuan pesantren dan pendidikan Islam.
&quot;Karena itu pesantren harus bisa melahirkan sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana teknik, dan dokter yang hebat-hebat. Pesantren tidak boleh melahirkan teroris. Jangan konfrontatif terhadap negara karena menganggap pemerintah bukan Islam,&quot; ucapnya.

Mahfud pun mengajak agar pesantren tidak menjauhkan diri dari pemerintah agar tetap menjadi warga negara yang bersatu dalam keberagaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Breaking News: Gempa M4,2 Guncang Kulon Progo DIY

&quot;Saya mengajak pesantren untuk tidak menjauhkan diri dari pemerintah, karena pesantren dan santri adalah bagian dari pemerintah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M4,2 Kulon Progo Terasa sampai Bantul, BMKG: Waspada Gempa Susulan

&quot;Mari menjadi warga dari sebuah negara yang inklusif dan kosmoplit, bersatu dalam keberbedaan, dan bersama-sama memajukan bangsa dan negara ini,&quot; sambungnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
