<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuatnya Armada Perang Pajajaran Semasa Prabu Siliwangi Bikin Disegani Lawan</title><description>Di bawah pemerintahan Prabu Siliwangi, Pajajaran menjelma sebagai kerajaan yang besar dan kuat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan"/><item><title>Kuatnya Armada Perang Pajajaran Semasa Prabu Siliwangi Bikin Disegani Lawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan-qwDTBy2WtD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845552/kuatnya-armada-perang-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bikin-disegani-lawan-qwDTBy2WtD.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAyNy81L3g4bWgwMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja membawa Kerajaan Pajajaran ke masa kejayaan. Di bawah pemerintahan Prabu Siliwangi, Pajajaran menjelma sebagai kerajaan yang besar dan kuat.
Bahkan catatan Portugis, konon Kerajaan Pajajaran memiliki armada perang yang kuat. Tak ayal ini membuat Kerajaan Pajajaran disegani dan ditakuti di Nusantara.
Tercatat ada sekitar 100.000 pasukan Kerajaan Pajajaran sebagaimana jejak sejarah dari catatan Portugis sebagaimana dikutip dari &quot;Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran&quot;. Transportasi sang raja Prabu Siliwangi pun tak main - main.

BACA JUGA:
Umumkan Pensiun, Pemimpin Kudeta Thailand Tinggalkan Panggung Politik

Setidaknya ada 40 ekor gajah yang dimiliki raja Prabu Siliwangi untuk transportasi. Sedangkan di wilayah maritim, Pajajaran memiliki beberapa kapal Jung yang fungsinya sebagai alat transportasi via laut sekaligus menciptakan perdagangan antar pulau. Selain kapas, baju, dan lainnya, tercatat terdapat perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4.000 ekor setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Terima KTA Berasuransi Partai Perindo, Warga: Saya Lihat Programnya Bagus

Selain memimpin dengan keberanian raja dan kekuatan pasukan perang yang besar, Tomi Pires mencatat mengapa Kerajaan Pajajaran akhirnya muncul sebagai kerajaan yang disegani dan besar.
Sri Baduga dilukiskan sebagai era kesejahteraan yang tertulis banyak di Carita Parahiyangan. Tome Pires juga ikut mencatat kemajuan Kerajaan Pajajaran di bawah kepemimpinan Sri Baduga dengan komentar The Kingdom of Sunda is justly governed; they are honest men (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur).Naskah yang ditemukan bernama Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh dari Ciamis yang ditulis pada abad ke-18 M menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon mengungkapkan masa pemerintahan Sri Baduga dengan masa Gamuh Pakuan (saat kemakmuran daerah Pakuan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ziarah Maqbaroh Syuhada Badar dan Pengingat Sejarah Perjuangan Umat Islam

Tidak mengherankan akhirnya ketika Sri Baduga menjadi raja yang terkenal dan diabadikan kebesarannya oleh masyarakat Sunda di era Pajajaran. Pada Prasasti Tembaga Kebantenan disebutkan bahwa Sri Baduga atau sering terkenal Prabu Siliwangi memerintah di Susuhunan Pakuan Pajajaran selama 39 tahun yakni tahun 1482 M hingga 1521 M.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Live di iNews: Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia U-19 vs Thailand di Semifinal Piala AFF U-19 2023

Tokoh Sri Baduga atau Prabu Siliwangi juga dihormati sebagai sosok pemimpin ideal dan memiliki pengaruh besar di masyarakat Sunda. Selama masa hidupnya ia dihormati semua rakyatnya, diakui sebagai leluhur para manak atau bangsawan Sunda, dan dipercaya selalu mengayomi semua masyarakat tidak pandang ras, suku, budaya dan agama. Ia satu- satunya raja yang namanya hingga sekarang masih menjadi idola di masyarakat Sunda.







</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMi8xLzE2ODAyNy81L3g4bWgwMDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja membawa Kerajaan Pajajaran ke masa kejayaan. Di bawah pemerintahan Prabu Siliwangi, Pajajaran menjelma sebagai kerajaan yang besar dan kuat.
Bahkan catatan Portugis, konon Kerajaan Pajajaran memiliki armada perang yang kuat. Tak ayal ini membuat Kerajaan Pajajaran disegani dan ditakuti di Nusantara.
Tercatat ada sekitar 100.000 pasukan Kerajaan Pajajaran sebagaimana jejak sejarah dari catatan Portugis sebagaimana dikutip dari &quot;Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran&quot;. Transportasi sang raja Prabu Siliwangi pun tak main - main.

BACA JUGA:
Umumkan Pensiun, Pemimpin Kudeta Thailand Tinggalkan Panggung Politik

Setidaknya ada 40 ekor gajah yang dimiliki raja Prabu Siliwangi untuk transportasi. Sedangkan di wilayah maritim, Pajajaran memiliki beberapa kapal Jung yang fungsinya sebagai alat transportasi via laut sekaligus menciptakan perdagangan antar pulau. Selain kapas, baju, dan lainnya, tercatat terdapat perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4.000 ekor setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Terima KTA Berasuransi Partai Perindo, Warga: Saya Lihat Programnya Bagus

Selain memimpin dengan keberanian raja dan kekuatan pasukan perang yang besar, Tomi Pires mencatat mengapa Kerajaan Pajajaran akhirnya muncul sebagai kerajaan yang disegani dan besar.
Sri Baduga dilukiskan sebagai era kesejahteraan yang tertulis banyak di Carita Parahiyangan. Tome Pires juga ikut mencatat kemajuan Kerajaan Pajajaran di bawah kepemimpinan Sri Baduga dengan komentar The Kingdom of Sunda is justly governed; they are honest men (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur).Naskah yang ditemukan bernama Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh dari Ciamis yang ditulis pada abad ke-18 M menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon mengungkapkan masa pemerintahan Sri Baduga dengan masa Gamuh Pakuan (saat kemakmuran daerah Pakuan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ziarah Maqbaroh Syuhada Badar dan Pengingat Sejarah Perjuangan Umat Islam

Tidak mengherankan akhirnya ketika Sri Baduga menjadi raja yang terkenal dan diabadikan kebesarannya oleh masyarakat Sunda di era Pajajaran. Pada Prasasti Tembaga Kebantenan disebutkan bahwa Sri Baduga atau sering terkenal Prabu Siliwangi memerintah di Susuhunan Pakuan Pajajaran selama 39 tahun yakni tahun 1482 M hingga 1521 M.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Live di iNews: Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia U-19 vs Thailand di Semifinal Piala AFF U-19 2023

Tokoh Sri Baduga atau Prabu Siliwangi juga dihormati sebagai sosok pemimpin ideal dan memiliki pengaruh besar di masyarakat Sunda. Selama masa hidupnya ia dihormati semua rakyatnya, diakui sebagai leluhur para manak atau bangsawan Sunda, dan dipercaya selalu mengayomi semua masyarakat tidak pandang ras, suku, budaya dan agama. Ia satu- satunya raja yang namanya hingga sekarang masih menjadi idola di masyarakat Sunda.







</content:encoded></item></channel></rss>
