<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Dinamakan Kampung Melayu</title><description>Sejarah Dinamakan Kampung Melayu</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu"/><item><title>Sejarah Dinamakan Kampung Melayu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu-4m3JBEWafN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/337/2845598/sejarah-dinamakan-kampung-melayu-4m3JBEWafN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Sejarah dinamakan Kampung Melayu menarik untuk dikulik. Pembahasan ini meliputi penamaan daerah &amp;ldquo;Kampung Melayu&amp;rdquo;, serta asal-usul yang mendasarinya.

BACA JUGA:
Halte Transjakarta Kampung Melayu Direvitalisasi Besok, Alternatifnya Shuttle Bus Rute 7ST

Bermula dari ide Mayor Isaac St Martin dan van Hoorn yang mengusulkan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membuat aturan untuk warga pribumi.

BACA JUGA:
Usai Diguyur Hujan, Jalan Cikini Raya Menuju Kampung Melayu Terpantau Padat

Sejarah dinamakan Kampung Melayu yakni pada tahun 1688 aturan tersebut dibuat untuk mengelompokkan etnis menurut daerah tinggalnya.
Pengelompokkan tersebut guna membuat zona penyangga. Kampung-kampung daerah ini mirip seperti benteng yang melindungi VOC dari serangan pribumi di Pulau Jawa.
Orang-orang yang memiliki etnis yang sama ditempatkan di area-are yang mengelilingi benteng VOC di sekitar Batavia. Orang Arab ditempatkan di Kampung Arab, orang Ambon di Kampung Ambon, orang Bali di Kampung Bali, dan orang Melayu di Kampung Melayu. Kampung Melayu terletak di selatan Batavia. Kampung ini dulunya merupakan daerah yang masuk wilayah Meester Cornelis.
Kampung Melayu memiliki seorang kapiten kepercayaan VOC yang bernama Wan Abdul Bagus.
Tugas seorang kapiten ialah mengurus administrasi bersama VOC dan memimpin sebuah perkampungan.Bahkan ia juga harus sigap menjadi tentara sekutu dan ikut perang demi kepentingan VOC.
Dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta karya Adolf Heuken, dikatakan bahwa Kapitan Wan Abdul Bagus yang mendirikan &amp;ldquo;Kampung Melayu&amp;rdquo; di Meester (Cornelis).
Sejarah dari Kampung Melayu ini pun banyak diceritakan dalam buku-buku budaya. Buku Asal-usul Nama Tempat di Jakarta juga menjelaskan mengenai Wan Abdul Bagus.
Wan Abdul Agus merupakan keturunan dari Ence Bagus, lahir di Patani, Thailand Selatan. Ia mendedikasikan dirinya dengan VOC mulai dari juru tulis, juru bahasa, hingga duta.
Ia juga pernah ikut dalam peperangan di Jawa Tengah ketika VOC membantu Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo. Dalam perang Banten pun Kapiten Wan Abdul Bagus turut serta. Wan Abdul Bagus meninggal pada tahun 1716 di usia 90 tahun.
Saat VOC masih berkuasa hingga pembubarannya di Batavia, Kampung Melayu termasuk dalam wilayah afdeling Meester Cornelis yang sekarang merupakan Jatinegara. Ramainya terminal di Kampung Melayu juga ternyata sudah ada di zaman VOC. Wilayah ini juga sempat dibangun kawasan militer kolonial dan terdapat sebuah stasiun.
(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA- Sejarah dinamakan Kampung Melayu menarik untuk dikulik. Pembahasan ini meliputi penamaan daerah &amp;ldquo;Kampung Melayu&amp;rdquo;, serta asal-usul yang mendasarinya.

BACA JUGA:
Halte Transjakarta Kampung Melayu Direvitalisasi Besok, Alternatifnya Shuttle Bus Rute 7ST

Bermula dari ide Mayor Isaac St Martin dan van Hoorn yang mengusulkan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membuat aturan untuk warga pribumi.

BACA JUGA:
Usai Diguyur Hujan, Jalan Cikini Raya Menuju Kampung Melayu Terpantau Padat

Sejarah dinamakan Kampung Melayu yakni pada tahun 1688 aturan tersebut dibuat untuk mengelompokkan etnis menurut daerah tinggalnya.
Pengelompokkan tersebut guna membuat zona penyangga. Kampung-kampung daerah ini mirip seperti benteng yang melindungi VOC dari serangan pribumi di Pulau Jawa.
Orang-orang yang memiliki etnis yang sama ditempatkan di area-are yang mengelilingi benteng VOC di sekitar Batavia. Orang Arab ditempatkan di Kampung Arab, orang Ambon di Kampung Ambon, orang Bali di Kampung Bali, dan orang Melayu di Kampung Melayu. Kampung Melayu terletak di selatan Batavia. Kampung ini dulunya merupakan daerah yang masuk wilayah Meester Cornelis.
Kampung Melayu memiliki seorang kapiten kepercayaan VOC yang bernama Wan Abdul Bagus.
Tugas seorang kapiten ialah mengurus administrasi bersama VOC dan memimpin sebuah perkampungan.Bahkan ia juga harus sigap menjadi tentara sekutu dan ikut perang demi kepentingan VOC.
Dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta karya Adolf Heuken, dikatakan bahwa Kapitan Wan Abdul Bagus yang mendirikan &amp;ldquo;Kampung Melayu&amp;rdquo; di Meester (Cornelis).
Sejarah dari Kampung Melayu ini pun banyak diceritakan dalam buku-buku budaya. Buku Asal-usul Nama Tempat di Jakarta juga menjelaskan mengenai Wan Abdul Bagus.
Wan Abdul Agus merupakan keturunan dari Ence Bagus, lahir di Patani, Thailand Selatan. Ia mendedikasikan dirinya dengan VOC mulai dari juru tulis, juru bahasa, hingga duta.
Ia juga pernah ikut dalam peperangan di Jawa Tengah ketika VOC membantu Mataram menghadapi Pangeran Trunojoyo. Dalam perang Banten pun Kapiten Wan Abdul Bagus turut serta. Wan Abdul Bagus meninggal pada tahun 1716 di usia 90 tahun.
Saat VOC masih berkuasa hingga pembubarannya di Batavia, Kampung Melayu termasuk dalam wilayah afdeling Meester Cornelis yang sekarang merupakan Jatinegara. Ramainya terminal di Kampung Melayu juga ternyata sudah ada di zaman VOC. Wilayah ini juga sempat dibangun kawasan militer kolonial dan terdapat sebuah stasiun.
(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
