<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkes: Enterovirus-11 Belum Ditemukan di Indonesia dan ASEAN</title><description>Enterovirus-11 yang menyerang sejumlah bayi baru lahir di Eropa hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean"/><item><title>Kemenkes: Enterovirus-11 Belum Ditemukan di Indonesia dan ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean-WZi2kED1hV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/337/2846148/kemenkes-enterovirus-11-belum-ditemukan-di-indonesia-dan-asean-WZi2kED1hV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMy8xLzE2ODA1Ny81L3g4bWk0dTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan Enterovirus-11 (Echovirus-11) belum ditemukan di Indonesia maupun negara ASEAN.
&quot;Berdasarkan penelusuran platform Bluedot, Enterovirus belum terdeteksi di Indonesia maupun negara-negara ASEAN,&quot; kata Mohammad Syahril dilansir Antaranews, Jumat (14/7/2023).
Ia mengatakan yang sempat terdeteksi di Laboratorium Nasional Sri Oemijati berjenis Enterovirus 71 (EV-71) karena termasuk program surveilans penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD).

BACA JUGA:
Bacaleg Perindo Effendi Syahputra Berikan Wireless Speaker ke Warga Grogol Selatan

Namun untuk Enterovirus-11 yang menyerang sejumlah bayi baru lahir di Eropa hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan.
Ia mengatakan, saat ini terdapat tiga laboratorium diagnosis yang dapat mengidentifikasi Enterovirus-11 di Indonesia, yakni Laboratorium Sri Oemijati Jakarta, Laboratorium Biofarma Bandung, dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

BACA JUGA:
Alasan Dian Sastro Pilih Beli Furniture Mewah untuk Percantik Rumah

&quot;Alat diagnosis Enterovirus di laboratorium dengan identifikasi kultur dan PCR untuk Enterovirus 71 dan polio virus. Untuk Enterovirus 11 dapat diidentifikasi melalui real time PCR dan sekuensing,&quot; katanya.Syahril menambahkan upaya mencegah Enterovirus secara umum adalah dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan secara baik sebagai metode pencegahan utama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bawaslu Usul Penundaan Pilkada Serentak 2024, Begini Penjelasannya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat 7 Juli 2023 mengumumkan sebanyak 26 bayi di sejumlah negara Eropa terinfeksi Enterovirus. Delapan dari bayi tersebut meninggal setelah gagal organ dan sepsis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jamaah Haji Wafat Capai 613 Orang, Ini Imbauan Kemenag

Kasus infeksi Enterovirus dilaporkan dari Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Sebagian besar kematian dilaporkan dari Prancis.

Kasus Enterovirus-11 diidentifikasi pada awal 2022. Setidaknya setengah dari 26 kasus dilaporkan sejak akhir musim semi 2023.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMy8xLzE2ODA1Ny81L3g4bWk0dTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan Enterovirus-11 (Echovirus-11) belum ditemukan di Indonesia maupun negara ASEAN.
&quot;Berdasarkan penelusuran platform Bluedot, Enterovirus belum terdeteksi di Indonesia maupun negara-negara ASEAN,&quot; kata Mohammad Syahril dilansir Antaranews, Jumat (14/7/2023).
Ia mengatakan yang sempat terdeteksi di Laboratorium Nasional Sri Oemijati berjenis Enterovirus 71 (EV-71) karena termasuk program surveilans penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD).

BACA JUGA:
Bacaleg Perindo Effendi Syahputra Berikan Wireless Speaker ke Warga Grogol Selatan

Namun untuk Enterovirus-11 yang menyerang sejumlah bayi baru lahir di Eropa hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan.
Ia mengatakan, saat ini terdapat tiga laboratorium diagnosis yang dapat mengidentifikasi Enterovirus-11 di Indonesia, yakni Laboratorium Sri Oemijati Jakarta, Laboratorium Biofarma Bandung, dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

BACA JUGA:
Alasan Dian Sastro Pilih Beli Furniture Mewah untuk Percantik Rumah

&quot;Alat diagnosis Enterovirus di laboratorium dengan identifikasi kultur dan PCR untuk Enterovirus 71 dan polio virus. Untuk Enterovirus 11 dapat diidentifikasi melalui real time PCR dan sekuensing,&quot; katanya.Syahril menambahkan upaya mencegah Enterovirus secara umum adalah dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan secara baik sebagai metode pencegahan utama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bawaslu Usul Penundaan Pilkada Serentak 2024, Begini Penjelasannya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat 7 Juli 2023 mengumumkan sebanyak 26 bayi di sejumlah negara Eropa terinfeksi Enterovirus. Delapan dari bayi tersebut meninggal setelah gagal organ dan sepsis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jamaah Haji Wafat Capai 613 Orang, Ini Imbauan Kemenag

Kasus infeksi Enterovirus dilaporkan dari Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Sebagian besar kematian dilaporkan dari Prancis.

Kasus Enterovirus-11 diidentifikasi pada awal 2022. Setidaknya setengah dari 26 kasus dilaporkan sejak akhir musim semi 2023.

</content:encoded></item></channel></rss>
