<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekecewaan Sang Anak Kala Hoegeng Kembalikan Hadiah 2 Motor</title><description>Hoegeng dikenal sangat menjaga integritasnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/15/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/15/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor"/><item><title>Kekecewaan Sang Anak Kala Hoegeng Kembalikan Hadiah 2 Motor</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/15/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/15/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor</guid><pubDate>Sabtu 15 Juli 2023 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor-K2kOftuQuD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Hoegeng. (Foto: ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/337/2846554/kekecewaan-sang-anak-kala-hoegeng-kembalikan-hadiah-2-motor-K2kOftuQuD.jpg</image><title>Jenderal Hoegeng. (Foto: ist.)</title></images><description>JAKARTA - Hoegeng, adalah sosok polisi yang dikenal dengan kejujuran dan kesederhanaannya, bahkan ketika memangku jabatan Kapolri dan menjadi menteri. Bagi Hoegeng, yang terpenting bukanlah harta kekayaan tetapi integritas dan kehormatannya.

BACA JUGA:
Teguh Bersikap Jujur, Ini Sejumlah Kutipan Legendaris Jenderal Hoegeng

Karena itulah Hoegeng kerap menolak pemberian hadiah yang berkaitan dengan jabatannya. Saat menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng pernah menolajk hadiah dua motor Lambretta, yang merupakan merek scooter terkenal saat itu.&amp;nbsp;
Menurut cerita putra Hoegeng Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit, saat itu dia terkejut kala melihat ada dua kiriman motor yang masih terbungkus plastik di rumahnya. Kedua motor itu diletakkan  di dekat kamarnya.

BACA JUGA:
 Kala Kapolri Hoegeng Dikirimi Barang Mewah oleh Pelaku Penyelundupan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Semoga Papi tidak menolak. Mungkin kalau motor boleh. Daripada tidak dapat mobil, Lambretta pun lumayan,&amp;rdquo; pikir Didit saat itu seperti dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono.Hoegeng yang melihat kedua motor itu saat pulang dari kantor, langsung memanggil ajudannya. Setelah melihat waktu di jam tangannya, Hoegeng pun memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan kedua motor tersebut.
&amp;ldquo;Ini masih jam 16.00, masih ada orang di kantornya. Tolong motor ini dikembalikan lagi ke pengirimnya.&amp;rdquo;
Didit yang mendengar perintah ayahnya, hanya diam, selain sedih dia hanya bisa bergumam dalam hati &amp;ldquo;Ya, pahit lagi&amp;rdquo;.</description><content:encoded>JAKARTA - Hoegeng, adalah sosok polisi yang dikenal dengan kejujuran dan kesederhanaannya, bahkan ketika memangku jabatan Kapolri dan menjadi menteri. Bagi Hoegeng, yang terpenting bukanlah harta kekayaan tetapi integritas dan kehormatannya.

BACA JUGA:
Teguh Bersikap Jujur, Ini Sejumlah Kutipan Legendaris Jenderal Hoegeng

Karena itulah Hoegeng kerap menolak pemberian hadiah yang berkaitan dengan jabatannya. Saat menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng pernah menolajk hadiah dua motor Lambretta, yang merupakan merek scooter terkenal saat itu.&amp;nbsp;
Menurut cerita putra Hoegeng Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit, saat itu dia terkejut kala melihat ada dua kiriman motor yang masih terbungkus plastik di rumahnya. Kedua motor itu diletakkan  di dekat kamarnya.

BACA JUGA:
 Kala Kapolri Hoegeng Dikirimi Barang Mewah oleh Pelaku Penyelundupan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Semoga Papi tidak menolak. Mungkin kalau motor boleh. Daripada tidak dapat mobil, Lambretta pun lumayan,&amp;rdquo; pikir Didit saat itu seperti dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono.Hoegeng yang melihat kedua motor itu saat pulang dari kantor, langsung memanggil ajudannya. Setelah melihat waktu di jam tangannya, Hoegeng pun memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan kedua motor tersebut.
&amp;ldquo;Ini masih jam 16.00, masih ada orang di kantornya. Tolong motor ini dikembalikan lagi ke pengirimnya.&amp;rdquo;
Didit yang mendengar perintah ayahnya, hanya diam, selain sedih dia hanya bisa bergumam dalam hati &amp;ldquo;Ya, pahit lagi&amp;rdquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
