<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Parah Landa Korsel, 26 Orang Meninggal dan 10 Hilang</title><description>Sebagian besar korban jiwa berada di wilayah pegunungan Gyeongsang Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang"/><item><title>Banjir Parah Landa Korsel, 26 Orang Meninggal dan 10 Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang</guid><pubDate>Minggu 16 Juli 2023 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang-1BU2BBldM8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir parah melanda Korea Selatan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/16/18/2847143/banjir-parah-landa-korsel-26-orang-meninggal-dan-10-hilang-1BU2BBldM8.jpg</image><title>Banjir parah melanda Korea Selatan (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Tim penyelamat di Korea Selatan (Korsel) terus berjuang mengatasi banjir parah yang terjadi di seluruh negeri.
Dikutip BBC, di seluruh negeri, setidaknya 26 orang kini diketahui telah tewas dan 10 lainnya hilang.
Sebagian besar korban jiwa berada di wilayah pegunungan Gyeongsang Utara, tempat tanah longsor menyapu rumah-rumah.

BACA JUGA:
Banjir Terjadi saat Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Media lokal melaporkan bahwa hujan lebat hampir 300mm (11.8in) jatuh di seluruh negeri pada Sabtu (15/7/2023). Menurut Asosiasi Meteorologi Korea, Korea Selatan biasanya mengalami curah hujan 1.000 mm (39,4 inci) hingga 1.800 mm (70,9 inci) per tahun, meskipun sebagian besar turun selama bulan-bulan musim panas.

BACA JUGA:
 Ibu Kota India Dikepung Banjir, 16.000 Warga Mengungsi di Kolong Jalan Layang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Gambar udara dari daerah yang terkena banjir menunjukkan lumpur coklat dan air banjir yang begitu dalam, hanya bagian atas atap yang terlihat mencuat.
Ribuan orang terkena dampak perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh berbagai pemerintah daerah dan Perdana Menteri (PM) Han Duck-soo telah meminta militer untuk membantu upaya penyelamatan.
Pada Sabtu (15/7/2023) dini hari waktu setempat, sekitar 6.400 warga dievakuasi setelah Bendungan Goesan mulai meluap.Sejumlah desa dataran rendah di dekat bendungan serta banyak jalan yang menghubungkannya terendam, menyebabkan beberapa warga terperangkap di rumah mereka.
Pada Jumat (14/7/2023) malam, tanah longsor menyebabkan kereta tergelincir di Chungcheong Utara. Seorang masinis terluka, tapi untungnya kereta tersebut tidak membawa penumpang saat itu.
Korail, operator kereta nasional negara itu, telah mengumumkan penangguhan semua kereta lambat dan beberapa kereta peluru, dan mengatakan layanan peluru lainnya akan terganggu.
Administrasi Meteorologi Korea memperkirakan lebih banyak curah hujan hingga Rabu (19/7/2023) minggu depan. Ia memperingatkan bahwa kondisi cuaca menimbulkan bahaya &quot;besar&quot;.
Hujan ekstrim telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa negara termasuk India, China dan Jepang selama dua minggu terakhir.
Meskipun banyak faktor yang menyebabkan banjir, para ilmuwan mengatakan bahwa pemanasan atmosfer yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan yang ekstrem lebih mungkin terjadi.
Semakin hangat suhunya, semakin banyak uap air yang bisa ditahan atmosfer.</description><content:encoded>SEOUL - Tim penyelamat di Korea Selatan (Korsel) terus berjuang mengatasi banjir parah yang terjadi di seluruh negeri.
Dikutip BBC, di seluruh negeri, setidaknya 26 orang kini diketahui telah tewas dan 10 lainnya hilang.
Sebagian besar korban jiwa berada di wilayah pegunungan Gyeongsang Utara, tempat tanah longsor menyapu rumah-rumah.

BACA JUGA:
Banjir Terjadi saat Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Media lokal melaporkan bahwa hujan lebat hampir 300mm (11.8in) jatuh di seluruh negeri pada Sabtu (15/7/2023). Menurut Asosiasi Meteorologi Korea, Korea Selatan biasanya mengalami curah hujan 1.000 mm (39,4 inci) hingga 1.800 mm (70,9 inci) per tahun, meskipun sebagian besar turun selama bulan-bulan musim panas.

BACA JUGA:
 Ibu Kota India Dikepung Banjir, 16.000 Warga Mengungsi di Kolong Jalan Layang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Gambar udara dari daerah yang terkena banjir menunjukkan lumpur coklat dan air banjir yang begitu dalam, hanya bagian atas atap yang terlihat mencuat.
Ribuan orang terkena dampak perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh berbagai pemerintah daerah dan Perdana Menteri (PM) Han Duck-soo telah meminta militer untuk membantu upaya penyelamatan.
Pada Sabtu (15/7/2023) dini hari waktu setempat, sekitar 6.400 warga dievakuasi setelah Bendungan Goesan mulai meluap.Sejumlah desa dataran rendah di dekat bendungan serta banyak jalan yang menghubungkannya terendam, menyebabkan beberapa warga terperangkap di rumah mereka.
Pada Jumat (14/7/2023) malam, tanah longsor menyebabkan kereta tergelincir di Chungcheong Utara. Seorang masinis terluka, tapi untungnya kereta tersebut tidak membawa penumpang saat itu.
Korail, operator kereta nasional negara itu, telah mengumumkan penangguhan semua kereta lambat dan beberapa kereta peluru, dan mengatakan layanan peluru lainnya akan terganggu.
Administrasi Meteorologi Korea memperkirakan lebih banyak curah hujan hingga Rabu (19/7/2023) minggu depan. Ia memperingatkan bahwa kondisi cuaca menimbulkan bahaya &quot;besar&quot;.
Hujan ekstrim telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa negara termasuk India, China dan Jepang selama dua minggu terakhir.
Meskipun banyak faktor yang menyebabkan banjir, para ilmuwan mengatakan bahwa pemanasan atmosfer yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan yang ekstrem lebih mungkin terjadi.
Semakin hangat suhunya, semakin banyak uap air yang bisa ditahan atmosfer.</content:encoded></item></channel></rss>
