<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Ketum PKN, Anas Urbaningrum: Partai Bukan Kepunyaan Keluarga</title><description>Partai bukan properti pribadi, partai bukan properti family, partai bukan kepunyaan keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga"/><item><title>Jadi Ketum PKN, Anas Urbaningrum: Partai Bukan Kepunyaan Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga</guid><pubDate>Minggu 16 Juli 2023 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga-ao1mTT4n6d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/16/337/2847106/jadi-ketum-pkn-anas-urbaningrum-partai-bukan-kepunyaan-keluarga-ao1mTT4n6d.jpg</image><title>Anas Urbaningrum (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menegaskan dirinya tak ingin partai yang dipimpinnya menjadi partai politik yang eksklusif.
Karena itu, PKN harus ditata dengan prinsip-prinsip yang berdasarkan organisasi yang modern. Sehingga, tidak ada orientasi kepentingan apapun di dalamnya.
&quot;Partai bukan properti pribadi, partai bukan properti family, partai bukan kepunyaan keluarga. Dengan prinsip seperti itu, maka PKN tidak eksklusif,&quot; kata Anas dalam pidato politiknya di forum Munaslub PKN yang digelar di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (15/7/2023) malam.

BACA JUGA:
Disinggung soal Digantung di Monas, Ini Jawaban Anas

Karena itu, Anas kembali menegaskan bahwa organisasi yang modern adalah organisasi yang inklusif. Untuk itu, PKN ke depan akan menjadi sebuah parpol baru yang inklusif dan terbuka.
&quot;Partai yang mengundang siapa saja tenaga-tenaga terbaik, tenaga-tenaga politik terbaik yang berkomitmen, bekerja untuk masa depan bangsa bisa bergabung bersama-sama kita di dalam Partai Kebangkitan Nusantara,&quot; ujarnya menegaskan.

BACA JUGA:
Ditanya Kemungkinan Bertemu SBY? Anas Malah Ingin Makan Bakso Sukowati

Selain itu Anas juga menyampaikan kepada seluruh kader PKN, jika dirinya tak akan maju sebagai calon legislatif (Caleg) di Pemilu 2024.
Anas mengatakan bahwa hal itu tentu bukanlah keinginannya. Tapi, larangan Nyaleg itu justru datang dari sebuah putusan pengadilan atas kasus yang menyeratnya. &quot;Karena ada putusan yang saya belum boleh nyaleg, putusan yang sungguh-sungguh zalim, sungguh-sungguh tidak berdasar,&quot; ujarnya.Kendati demikian, Anas meminta kader PKN agar tak mempermasalahkan aturan pelarangan dirinya maju caleg. Menurut dia, hal tersebut biarlah menjadi perjalanan hidup dirinya.
&quot;Tapi tidak apa-apa, itu sudah menjadi bagian perjalanan saya dan saudara-saudara sudah tahu persis tentang itu, dan ini juga harus menjadi bagian perjuangan kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menegaskan dirinya tak ingin partai yang dipimpinnya menjadi partai politik yang eksklusif.
Karena itu, PKN harus ditata dengan prinsip-prinsip yang berdasarkan organisasi yang modern. Sehingga, tidak ada orientasi kepentingan apapun di dalamnya.
&quot;Partai bukan properti pribadi, partai bukan properti family, partai bukan kepunyaan keluarga. Dengan prinsip seperti itu, maka PKN tidak eksklusif,&quot; kata Anas dalam pidato politiknya di forum Munaslub PKN yang digelar di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (15/7/2023) malam.

BACA JUGA:
Disinggung soal Digantung di Monas, Ini Jawaban Anas

Karena itu, Anas kembali menegaskan bahwa organisasi yang modern adalah organisasi yang inklusif. Untuk itu, PKN ke depan akan menjadi sebuah parpol baru yang inklusif dan terbuka.
&quot;Partai yang mengundang siapa saja tenaga-tenaga terbaik, tenaga-tenaga politik terbaik yang berkomitmen, bekerja untuk masa depan bangsa bisa bergabung bersama-sama kita di dalam Partai Kebangkitan Nusantara,&quot; ujarnya menegaskan.

BACA JUGA:
Ditanya Kemungkinan Bertemu SBY? Anas Malah Ingin Makan Bakso Sukowati

Selain itu Anas juga menyampaikan kepada seluruh kader PKN, jika dirinya tak akan maju sebagai calon legislatif (Caleg) di Pemilu 2024.
Anas mengatakan bahwa hal itu tentu bukanlah keinginannya. Tapi, larangan Nyaleg itu justru datang dari sebuah putusan pengadilan atas kasus yang menyeratnya. &quot;Karena ada putusan yang saya belum boleh nyaleg, putusan yang sungguh-sungguh zalim, sungguh-sungguh tidak berdasar,&quot; ujarnya.Kendati demikian, Anas meminta kader PKN agar tak mempermasalahkan aturan pelarangan dirinya maju caleg. Menurut dia, hal tersebut biarlah menjadi perjalanan hidup dirinya.
&quot;Tapi tidak apa-apa, itu sudah menjadi bagian perjalanan saya dan saudara-saudara sudah tahu persis tentang itu, dan ini juga harus menjadi bagian perjuangan kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
