<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Gunung Api Lokon Sulut Meningkat, Warga Diimbau Jauhi Kawah Tompaluan   </title><description>PVMBG Kementerian ESDM menyampaikan, adanya peningkatan aktivitas Gunung Api Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan"/><item><title>Aktivitas Gunung Api Lokon Sulut Meningkat, Warga Diimbau Jauhi Kawah Tompaluan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 07:39 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan-O7O9ekV6Rr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848068/aktivitas-gunung-api-lokon-sulut-meningkat-warga-diimbau-jauhi-kawah-tompaluan-O7O9ekV6Rr.jpg</image><title>Illustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, adanya peningkatan aktivitas Gunung Api Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Peningkatan aktivitas ini ditandai dengan perubahan status aktifnya gunung berapi Lokon dari level II (waspada) menjadi level III (siaga), sejak 17 Juli 2023 kemarin pukul 18.00 WITA.

Kepala Badan Geologi PVMBG, Sugeng Mujiyanto mengungkapkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau wisatawan yang berada di sekitar kawah Tompaluan dari gunung berapi tersebut, untuk menjauh.

&quot;Dalam tingkat aktivitas level III (Siaga), masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 KM dari kawah Tompaluan (pusat aktivitas),&quot; ujar Sugeng dikutip dari laman resmi PVMBG ESDM, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lokon Naik Jadi Siaga

Sugeng mengungkapkan potensi Siaga ini dapat berakibat adanya letusan dan hujan abu. Oleh sebab itu, ia mengungkapkan jika terjadi potensi tersebut, masyarakat diharapkan memakai pelindung hidung, mulut (masker) dan kacamata.

&quot;Masyarakat juga kami imbau untuk mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon terutama pada musim hujan,&quot; terang Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan, selain potensi hujan abu dan letusan, Gunung Lokon juga memiliki kemungkinan untuk mengeluarkan lahar yang nantinya akan mengalir pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung.

BACA JUGA:
Jarak Tunjam Puncak Gunung Merapi Memendek 2 Cm Per Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Musim hujan masih tetap berlangsung di sekitar Gunung Lokon untuk itu masyarakat agar mewaspadai terjadinya lahar hujan pada alur Sungai Pasahapen, juga alur sungai lainnya yang berhulu di puncak Gunung Lokon. Karena batuan terdiri dari material letusan yang bersifat lepas, mudah terbawa oleh aliran air yang berkembang menjadi lahar hujan,&quot; terang Sugeng.

&quot;Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan freatik hingga magmatik dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba,&quot; lanjut Sugeng.



Sekadar informasi, erupsi freatik adalah letusan yang diakibatkan kontak uap magma dengan air hidrotermal, secara tiba-tiba dan dapat diikuti dengan erupsi freatomagmatik-magmatik. Letusan-letusan dapat disertai dengan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba.



&quot;Masyarakat yang berada disekitar alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai terjadinya awan panas,&quot; pungkas Sugeng.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, adanya peningkatan aktivitas Gunung Api Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Peningkatan aktivitas ini ditandai dengan perubahan status aktifnya gunung berapi Lokon dari level II (waspada) menjadi level III (siaga), sejak 17 Juli 2023 kemarin pukul 18.00 WITA.

Kepala Badan Geologi PVMBG, Sugeng Mujiyanto mengungkapkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau wisatawan yang berada di sekitar kawah Tompaluan dari gunung berapi tersebut, untuk menjauh.

&quot;Dalam tingkat aktivitas level III (Siaga), masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 KM dari kawah Tompaluan (pusat aktivitas),&quot; ujar Sugeng dikutip dari laman resmi PVMBG ESDM, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Aktivitas Meningkat, Status Gunung Lokon Naik Jadi Siaga

Sugeng mengungkapkan potensi Siaga ini dapat berakibat adanya letusan dan hujan abu. Oleh sebab itu, ia mengungkapkan jika terjadi potensi tersebut, masyarakat diharapkan memakai pelindung hidung, mulut (masker) dan kacamata.

&quot;Masyarakat juga kami imbau untuk mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon terutama pada musim hujan,&quot; terang Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan, selain potensi hujan abu dan letusan, Gunung Lokon juga memiliki kemungkinan untuk mengeluarkan lahar yang nantinya akan mengalir pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung.

BACA JUGA:
Jarak Tunjam Puncak Gunung Merapi Memendek 2 Cm Per Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Musim hujan masih tetap berlangsung di sekitar Gunung Lokon untuk itu masyarakat agar mewaspadai terjadinya lahar hujan pada alur Sungai Pasahapen, juga alur sungai lainnya yang berhulu di puncak Gunung Lokon. Karena batuan terdiri dari material letusan yang bersifat lepas, mudah terbawa oleh aliran air yang berkembang menjadi lahar hujan,&quot; terang Sugeng.

&quot;Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan freatik hingga magmatik dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba,&quot; lanjut Sugeng.



Sekadar informasi, erupsi freatik adalah letusan yang diakibatkan kontak uap magma dengan air hidrotermal, secara tiba-tiba dan dapat diikuti dengan erupsi freatomagmatik-magmatik. Letusan-letusan dapat disertai dengan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba.



&quot;Masyarakat yang berada disekitar alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai terjadinya awan panas,&quot; pungkas Sugeng.

</content:encoded></item></channel></rss>
