<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Presiden Jokowi Pimpin Ratas Antisipasi Dampak El Nino di Istana</title><description>Pemerintah telah berkoordinasi dan melakukan sejumlah langkah antisipasi sejak bulan Februari-April dan akan terus diperkuat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana"/><item><title>   Presiden Jokowi Pimpin Ratas Antisipasi Dampak El Nino di Istana</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana-1qkuhYPyzv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848294/presiden-jokowi-pimpin-ratas-antisipasi-dampak-el-nino-di-istana-1qkuhYPyzv.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas antisipasi dan kesiapan dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 18 Juli 2023.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya selepas ratas memprediksi ancaman El Nino akan mengalami puncak pada Agustus-September.
&quot;Diprediksi El Nino ini intensitasnya lemah hingga moderat sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan, juga produktivitas pangan, atau berdampak pada ketahanan pangan,&quot; kata Dwikorita.

BACA JUGA:
Mau Liburan Bujet Kurang? Tenang, Gunakan Kredivo-mu di Mister Aladin!

Untuk menghadapi fenomena El Nino tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dan melakukan sejumlah langkah antisipasi sejak bulan Februari-April dan akan terus diperkuat.

BACA JUGA:
Berikan Uang Rp30 Ribu, Oknum Guru SD Cabuli Dua Muridnya

Dwikorita menjelaskan bahwa meskipun saat ini Indonesia sudah masuk musim kemarau, tetapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi atau banjir itu masih tetap ada.
&quot;Karena wilayah Indonesia ini dipengaruhi oleh dua samudera dan juga topografinya yang bergunung-gunung di khatulistiwa, masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi. Artinya bukan berarti seluruhnya serempak kering, ada di sela-sela itu yang juga mengalami bencana hidrometeorologi basah,&quot; jelasnya.Oleh karena itu, pemerintah melalui BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah hal dalam menghadapi fenomena iklim El Nino. Langkah-langkah tersebut antara lain terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air, hingga beradaptasi terhadap pola tanam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengapa Swedia Bolehkan Aksi pembakaran Alquran Meski sudah Dikecam?

&quot;Juga terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan iklim yang sangat dinamis dari waktu ke waktu dari BMKG,&quot; kata Dwikorita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Respons Aktivitas Iran, AS Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perusak Angkatan Laut ke Timteng

Untuk diketahui, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas antisipasi dan kesiapan dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 18 Juli 2023.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya selepas ratas memprediksi ancaman El Nino akan mengalami puncak pada Agustus-September.
&quot;Diprediksi El Nino ini intensitasnya lemah hingga moderat sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan, juga produktivitas pangan, atau berdampak pada ketahanan pangan,&quot; kata Dwikorita.

BACA JUGA:
Mau Liburan Bujet Kurang? Tenang, Gunakan Kredivo-mu di Mister Aladin!

Untuk menghadapi fenomena El Nino tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dan melakukan sejumlah langkah antisipasi sejak bulan Februari-April dan akan terus diperkuat.

BACA JUGA:
Berikan Uang Rp30 Ribu, Oknum Guru SD Cabuli Dua Muridnya

Dwikorita menjelaskan bahwa meskipun saat ini Indonesia sudah masuk musim kemarau, tetapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi atau banjir itu masih tetap ada.
&quot;Karena wilayah Indonesia ini dipengaruhi oleh dua samudera dan juga topografinya yang bergunung-gunung di khatulistiwa, masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi. Artinya bukan berarti seluruhnya serempak kering, ada di sela-sela itu yang juga mengalami bencana hidrometeorologi basah,&quot; jelasnya.Oleh karena itu, pemerintah melalui BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah hal dalam menghadapi fenomena iklim El Nino. Langkah-langkah tersebut antara lain terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air, hingga beradaptasi terhadap pola tanam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengapa Swedia Bolehkan Aksi pembakaran Alquran Meski sudah Dikecam?

&quot;Juga terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan iklim yang sangat dinamis dari waktu ke waktu dari BMKG,&quot; kata Dwikorita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Respons Aktivitas Iran, AS Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perusak Angkatan Laut ke Timteng

Untuk diketahui, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

</content:encoded></item></channel></rss>
