<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bacaleg Perindo Ungkap Sejumlah Tantangan Pendidikan di Indonesia   </title><description>Pertama terkait mahalnya biaya perlengkapan sekolah padahal sekolahnya gratis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia"/><item><title>Bacaleg Perindo Ungkap Sejumlah Tantangan Pendidikan di Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia-EtICxg0tEU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bacaleg Perindo Muhyiddin. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/337/2848582/bacaleg-perindo-ungkap-sejumlah-tantangan-pendidikan-di-indonesia-EtICxg0tEU.jpg</image><title>Bacaleg Perindo Muhyiddin. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNi8xLzE2ODE0Ni81L3g4bWs0b3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 1 Partai Perindo, Muhyiddin, S.Ak., M.Ak., CAP. mengungkapkan sejumlah tantangan pendidikan di Indonesia. Pertama terkait mahalnya biaya perlengkapan sekolah padahal sekolahnya gratis.

&quot;Faktanya walaupun sekolah gratis tapi buku bayar, seragam belum embel-embel lainnya. Sehingga kalau dihitung-hitung sekolahnya tinggi juga biayanya,&quot;kata Muhyiddin dalam podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia yang disiarkan melalui akun YouTube Partai Perindo, Selasa (18/7/2023).

&quot;Itu yang perlu harus diselidiki ataupun di jadi konsennya pemerintah ini ke mana nih. Apakah memang dananya memang nggak ada atau memang mengalirnya belok gitu,&quot;katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pilih Perindo Jadi Kendaraan Politik, Bacaleg Muda Ini Ingin Suarakan Hak Milenial

Kedua, terkait masalah honor ataupun gajinya pengajar yang dinilai sangat memprihatikan. Menurutnya bagaimana seorang pengajar dapat fokus untuk mengajar jika ekonominya masih belum tercukupi.

&quot;Saya juga akan perjuangkan agar gaji honor ataupun gajinya penghasilan para guru harus ditingkatkan melebihi orang yang bekerja di BUMN. Jadi dia akan merasa cukup dan dia akan fokus lebih fokus lagi,&quot;ungkapnya.

Ketiga, motivasi orang tua untuk ingin anaknya terus belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga berupaya ingin membantu orang tua, usai lulus SMA, padahal kesempatan untuk meraih kesuksesan masih dapat dicapai dengan melanjutkan pendidikan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacaleg Perindo Ini Usulkan Wajib Belajar Jadi 16 Tahun, Ini Alasannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena mungkin melihat keadaan orang tua sehingga dia ngerasa enggak percaya diri. Itu tugasnya pemerintah dan kita semua untuk sosialisasi bahwa pendidikan itu adalah untuk memutus rantai kemiskinan,&quot;katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNi8xLzE2ODE0Ni81L3g4bWs0b3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 1 Partai Perindo, Muhyiddin, S.Ak., M.Ak., CAP. mengungkapkan sejumlah tantangan pendidikan di Indonesia. Pertama terkait mahalnya biaya perlengkapan sekolah padahal sekolahnya gratis.

&quot;Faktanya walaupun sekolah gratis tapi buku bayar, seragam belum embel-embel lainnya. Sehingga kalau dihitung-hitung sekolahnya tinggi juga biayanya,&quot;kata Muhyiddin dalam podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia yang disiarkan melalui akun YouTube Partai Perindo, Selasa (18/7/2023).

&quot;Itu yang perlu harus diselidiki ataupun di jadi konsennya pemerintah ini ke mana nih. Apakah memang dananya memang nggak ada atau memang mengalirnya belok gitu,&quot;katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pilih Perindo Jadi Kendaraan Politik, Bacaleg Muda Ini Ingin Suarakan Hak Milenial

Kedua, terkait masalah honor ataupun gajinya pengajar yang dinilai sangat memprihatikan. Menurutnya bagaimana seorang pengajar dapat fokus untuk mengajar jika ekonominya masih belum tercukupi.

&quot;Saya juga akan perjuangkan agar gaji honor ataupun gajinya penghasilan para guru harus ditingkatkan melebihi orang yang bekerja di BUMN. Jadi dia akan merasa cukup dan dia akan fokus lebih fokus lagi,&quot;ungkapnya.

Ketiga, motivasi orang tua untuk ingin anaknya terus belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga berupaya ingin membantu orang tua, usai lulus SMA, padahal kesempatan untuk meraih kesuksesan masih dapat dicapai dengan melanjutkan pendidikan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacaleg Perindo Ini Usulkan Wajib Belajar Jadi 16 Tahun, Ini Alasannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena mungkin melihat keadaan orang tua sehingga dia ngerasa enggak percaya diri. Itu tugasnya pemerintah dan kita semua untuk sosialisasi bahwa pendidikan itu adalah untuk memutus rantai kemiskinan,&quot;katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
