<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Kirab Kebo Bule Kiai Slamet pada Malam 1 Sura</title><description>Acara ini dilakukan untuk memperingati tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura"/><item><title>Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Kirab Kebo Bule Kiai Slamet pada Malam 1 Sura</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 05:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura-maFHKwhuvg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/512/2848044/tradisi-keraton-kasunanan-surakarta-gelar-kirab-kebo-bule-kiai-slamet-pada-malam-1-sura-maFHKwhuvg.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>


SOLO - Setiap malam 1 Sura, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar kirab pusaka. Acara ini dilakukan untuk memperingati tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram.
Kirab malam 1 Sura, bertujuan untuk meminta keselamatan dan sebagai sarana introspeksi agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Acara ini identik dengan penggunaan kebo bule sebagai sarana kirab. Kebo bule yang digunakan harus berasal dari keturunan kebo bule Kiai Slamet.
Kebo bule Kiai Slamet bukanlah hewan sembarangan. Pasalnya, hewan ini adalah hewan kesayangan Paku Buwono II, sejak beliau masih berkuasa di Keraton Kartasura, demikian dilansir dari Surakarta, Selasa (18/7/2023).
Hewan tersebut merupakan hadiah dari Kiai Hasan Beshari Tegalsari Ponorogo kepada Paku Buwono II. Mulanya, digunakan sebagai pengawal pusaka (cucuk lampah) bernama Kiai Slamet, saat beliau pulang dari Pondok Tegalsari ketika terjadi pemberontakan pecinan yang membakar Istana Kartasura.

BACA JUGA:
AS Murka Rusia Hentikan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam

Dari situlah, kebanyakan masyarakat menyebutnya kebo bule Kiai Slamet. Sedangkan, alasan disebut kebo bule karena warna kulit hewan tersebut warnanya putih agak kemerah-merahan. Hal ini mirip dengan warna kulit orang bule. Tidak seperti warna kulit kebo pada umumnya, mayoritas berwarna abu-abu gelap.

BACA JUGA:
Selepas Ditingal Luis Milla, 3 Pemain Absen di Latihan Persib Bandung

Kebo Kiai Slamet pun berkembangbiak dan menghasilkan banyak keturunan. Sekarang, keberadaan mereka dijaga dan dirawat dengan baik dalam kandang yang diletakkan di Alun-alun Kidul.Hingga kini, saat keraton mengadakan kirab pada malam 1 Sura, kebo-kebo bule tersebut masih digunakan sebagai cucuk lampah. Ritual berlangsung tengah malam dan tepat pukul 00.00 WIB, kebo Kiai Slamet akan dikeluarkan dari kandangnya. Tetapi, ini juga melihat kondisi dari kebo Kyai Slamet.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Kalah dari Thailand di AVC Challenge Cup 2023, Ternyata Ini Penyebabnya!

Karena, terkadang kebo baru keluar dari kandang selepas pukul 01.00 WIB. Dalam acara ini, sangat tergantung pada kebo Kiai Slamet. Karena, kirab pusaka belum bisa dilakukan jika kebo belum keluar dari kandangnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

100 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf F, Bermakna Indah dan Tidak Pasaran

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan telah memberi izin terkait penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Suro. Tetapi, masih menunggu hasil pemantauan kesehatan kebo Kiai Slamet, mengenai kabar adanya kasus virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang salah satu dari mereka.</description><content:encoded>


SOLO - Setiap malam 1 Sura, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar kirab pusaka. Acara ini dilakukan untuk memperingati tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram.
Kirab malam 1 Sura, bertujuan untuk meminta keselamatan dan sebagai sarana introspeksi agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Acara ini identik dengan penggunaan kebo bule sebagai sarana kirab. Kebo bule yang digunakan harus berasal dari keturunan kebo bule Kiai Slamet.
Kebo bule Kiai Slamet bukanlah hewan sembarangan. Pasalnya, hewan ini adalah hewan kesayangan Paku Buwono II, sejak beliau masih berkuasa di Keraton Kartasura, demikian dilansir dari Surakarta, Selasa (18/7/2023).
Hewan tersebut merupakan hadiah dari Kiai Hasan Beshari Tegalsari Ponorogo kepada Paku Buwono II. Mulanya, digunakan sebagai pengawal pusaka (cucuk lampah) bernama Kiai Slamet, saat beliau pulang dari Pondok Tegalsari ketika terjadi pemberontakan pecinan yang membakar Istana Kartasura.

BACA JUGA:
AS Murka Rusia Hentikan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam

Dari situlah, kebanyakan masyarakat menyebutnya kebo bule Kiai Slamet. Sedangkan, alasan disebut kebo bule karena warna kulit hewan tersebut warnanya putih agak kemerah-merahan. Hal ini mirip dengan warna kulit orang bule. Tidak seperti warna kulit kebo pada umumnya, mayoritas berwarna abu-abu gelap.

BACA JUGA:
Selepas Ditingal Luis Milla, 3 Pemain Absen di Latihan Persib Bandung

Kebo Kiai Slamet pun berkembangbiak dan menghasilkan banyak keturunan. Sekarang, keberadaan mereka dijaga dan dirawat dengan baik dalam kandang yang diletakkan di Alun-alun Kidul.Hingga kini, saat keraton mengadakan kirab pada malam 1 Sura, kebo-kebo bule tersebut masih digunakan sebagai cucuk lampah. Ritual berlangsung tengah malam dan tepat pukul 00.00 WIB, kebo Kiai Slamet akan dikeluarkan dari kandangnya. Tetapi, ini juga melihat kondisi dari kebo Kyai Slamet.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Kalah dari Thailand di AVC Challenge Cup 2023, Ternyata Ini Penyebabnya!

Karena, terkadang kebo baru keluar dari kandang selepas pukul 01.00 WIB. Dalam acara ini, sangat tergantung pada kebo Kiai Slamet. Karena, kirab pusaka belum bisa dilakukan jika kebo belum keluar dari kandangnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

100 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf F, Bermakna Indah dan Tidak Pasaran

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan telah memberi izin terkait penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Suro. Tetapi, masih menunggu hasil pemantauan kesehatan kebo Kiai Slamet, mengenai kabar adanya kasus virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang salah satu dari mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
