<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melihat Berlian 80 Karat Bernilai Fantastis Milik Kesultanan Banjar yang Dijarah Belanda</title><description>Berlian itu merupakan saksi &quot;sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial,&quot; menurut sejarawan dan kurator.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantastis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantastis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda"/><item><title>Melihat Berlian 80 Karat Bernilai Fantastis Milik Kesultanan Banjar yang Dijarah Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantastis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantastis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2023 05:58 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantantis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda-qLBx8YQp9Z.png" expression="full" type="image/jpeg">Berlian Kesultanan Banjar di sebuah museum di Belanda. (Foto: BBC News Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/337/2848668/melihat-berlian-80-karat-bernilai-fantantis-milik-kesultanan-banjar-yang-dijarah-belanda-qLBx8YQp9Z.png</image><title>Berlian Kesultanan Banjar di sebuah museum di Belanda. (Foto: BBC News Indonesia)</title></images><description>SULTAN Banjar meminta berlian Banjarmasin, 'jarahan perang' yang disimpan di satu museum di Belanda dikembalikan. Berlian 80 karat, &quot;jarahan perang&quot; hampir 160 tahun lalu, sempat diberikan kepada Raja Willem III pada tahun 1862 sebagai hadiah.
Berlian yang saat ini dipamerkan di Rijksmuseum di Belanda, merupakan saksi &quot;sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial,&quot; menurut sejarawan dan kurator.
Sejarawan Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur  mengaitkan barang itu dengan identitas masyarakat Banjarmasin.

BACA JUGA:
Kemegahan Kesultanan Banjar, Selir Berhias Intan hingga Tempat Meludah dari Emas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Barang-barang itu paling tidak menjadi sesuatu yang monumental bagi kami, sesuatu kenangan barang berharga yang mungkin nilainya sangat besar,&quot; kata Mansyur yang juga penulis buku 'Bandjarmasin Tempo Doeloe: Sketsa Kecil dari Bingkai Masa Lalu', dikutip dari BBC News Indonesia, Selasa (18/7/2023).
&quot;Yang paling penting generasi muda bisa melihat dan memiliki identitas dengan melihat barang-barang pada masa lalu,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara, melalui sambungan telepon dengan BBC Indonesia, Sultan Khairul Saleh mengatakan jika berlian dikembalikan pada kesultanan, ia akan menggunakannya untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:
Pembalasan Perang Bubat, Serangan Kerajaan Sunda Diduga Obrak-Abrik Wilayah Majapahit&amp;nbsp;

&quot;Termasuk harta, termasuk berlian, kita bisa menjadikan berlian tersebut bisa kita amankan, bisa kita jadikan uang, uangnya bisa kita gunakan untuk kesehatan, pendidikan,&quot; ujarnya.
&quot;Artinya untuk kepentingan masyarakat Banjar.&quot;
Ia sendiri mengestimasi harga berlian itu mencapai miliaran Rupiah.
Apakah ada yang mau membeli berlian semahal itu?
&quot;Kalau yang mau beli, banyak kali yang mau beli ya...&quot;Sultan Khairul Saleh mengatakan berlian itu sudah seharusnya dikembalikan ke Kesultanan Banjarmasin, bukan ke pemerintah pusat.
&quot;Itu bukan milik pemerintah Indonesia. Itu milik kerajaan Banjar. Jangan lah, jangan sampai di pemerintah Indonesia. Jangan sampai salah, untuk apa diserahkan ke pemerintah Indonesia? Hak kerajaan itu,&quot; kata Khairul.</description><content:encoded>SULTAN Banjar meminta berlian Banjarmasin, 'jarahan perang' yang disimpan di satu museum di Belanda dikembalikan. Berlian 80 karat, &quot;jarahan perang&quot; hampir 160 tahun lalu, sempat diberikan kepada Raja Willem III pada tahun 1862 sebagai hadiah.
Berlian yang saat ini dipamerkan di Rijksmuseum di Belanda, merupakan saksi &quot;sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial,&quot; menurut sejarawan dan kurator.
Sejarawan Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur  mengaitkan barang itu dengan identitas masyarakat Banjarmasin.

BACA JUGA:
Kemegahan Kesultanan Banjar, Selir Berhias Intan hingga Tempat Meludah dari Emas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Barang-barang itu paling tidak menjadi sesuatu yang monumental bagi kami, sesuatu kenangan barang berharga yang mungkin nilainya sangat besar,&quot; kata Mansyur yang juga penulis buku 'Bandjarmasin Tempo Doeloe: Sketsa Kecil dari Bingkai Masa Lalu', dikutip dari BBC News Indonesia, Selasa (18/7/2023).
&quot;Yang paling penting generasi muda bisa melihat dan memiliki identitas dengan melihat barang-barang pada masa lalu,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara, melalui sambungan telepon dengan BBC Indonesia, Sultan Khairul Saleh mengatakan jika berlian dikembalikan pada kesultanan, ia akan menggunakannya untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:
Pembalasan Perang Bubat, Serangan Kerajaan Sunda Diduga Obrak-Abrik Wilayah Majapahit&amp;nbsp;

&quot;Termasuk harta, termasuk berlian, kita bisa menjadikan berlian tersebut bisa kita amankan, bisa kita jadikan uang, uangnya bisa kita gunakan untuk kesehatan, pendidikan,&quot; ujarnya.
&quot;Artinya untuk kepentingan masyarakat Banjar.&quot;
Ia sendiri mengestimasi harga berlian itu mencapai miliaran Rupiah.
Apakah ada yang mau membeli berlian semahal itu?
&quot;Kalau yang mau beli, banyak kali yang mau beli ya...&quot;Sultan Khairul Saleh mengatakan berlian itu sudah seharusnya dikembalikan ke Kesultanan Banjarmasin, bukan ke pemerintah pusat.
&quot;Itu bukan milik pemerintah Indonesia. Itu milik kerajaan Banjar. Jangan lah, jangan sampai di pemerintah Indonesia. Jangan sampai salah, untuk apa diserahkan ke pemerintah Indonesia? Hak kerajaan itu,&quot; kata Khairul.</content:encoded></item></channel></rss>
