<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesulitan Identifikasi Buzzer, Mahfud MD: Kita Tak Bisa Buktikan Siapa yang Bayar</title><description>Menurutnya, belum ada yang bisa membuktikan bahwa buzzer-buzzer yang kerap dikaitkan dengan tujuan tertentu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar"/><item><title>Kesulitan Identifikasi Buzzer, Mahfud MD: Kita Tak Bisa Buktikan Siapa yang Bayar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2023 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar-ddYv95vrJO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/337/2848741/kesulitan-identifikasi-buzzer-mahfud-md-kita-tak-bisa-buktikan-siapa-yang-bayar-ddYv95vrJO.jpg</image><title>Mahfud MD/Foto: Okezone</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE4OS81L3g4bWxuYmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut tidak mudah untuk mengidentifikasi buzzer yang ada di media sosial.
&amp;ldquo;Tentang buzzer itu kan sulit diidentifikasi ya. Kadang kala setiap orang menjadi buzzer untuk siapa pun. Kadang kala A menjadi buzzer untuk nyerang B, besoknya sudah nyerang si C, dan itu silang. Jadi itu kalau semuanya dilarang, itu bisa ribuan, setiap hari orang disebut buzzer,&amp;rdquo; ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (18/7/2023).

BACA JUGA:
 Tertibkan Buzzer Politik, Menkominfo Budi Arie: Supaya Narasi Pemilu Bisa Damai!

Menurutnya, belum ada yang bisa membuktikan bahwa buzzer-buzzer yang kerap dikaitkan dengan tujuan tertentu diorganisir dan dibiayai oleh pihak-pihak tertentu.
&amp;ldquo;Yang disebut buzzer resmi yang katanya dibayar itu, itu selalu katanya-katanya. Ketika ditanya siapa yang bayar, siapa yang mengorganisir, tidak ada yang bisa membuktikan juga,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Pemilu 2024, Mahfud MD: Dari Rakyat untuk Rakyat

Oleh karena itu, pemerintah hingga saat ini belum bisa menindak buzzer-buzzer tersebut. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan anggapan bahwa pemerintah membungkam kebebasan berpendapat.&amp;ldquo;Kalau orang buat berita yang tidak sopan lalu di takedown lah istilahnya. Tetapi kan susah ya, kalau begitu nanti bisa dituntut juga, pemerintah yang melanggar UU ITE,&amp;rdquo; ucapnya.

Maka dari itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengajak kesadaran semua pihak agar tidak mudah percaya dengan informasi yang bermunculan di media sosial.

&amp;ldquo;Mari kita bangun kesadaran bersama ini, dan sebaiknya kita-kita ini, saudara, media membangun kesadaran masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita-berita, terutama kalau akun-akun yang tidak jelas itu tiba-tiba muncul ini, muncul itu yang tidak jelas,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE4OS81L3g4bWxuYmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut tidak mudah untuk mengidentifikasi buzzer yang ada di media sosial.
&amp;ldquo;Tentang buzzer itu kan sulit diidentifikasi ya. Kadang kala setiap orang menjadi buzzer untuk siapa pun. Kadang kala A menjadi buzzer untuk nyerang B, besoknya sudah nyerang si C, dan itu silang. Jadi itu kalau semuanya dilarang, itu bisa ribuan, setiap hari orang disebut buzzer,&amp;rdquo; ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (18/7/2023).

BACA JUGA:
 Tertibkan Buzzer Politik, Menkominfo Budi Arie: Supaya Narasi Pemilu Bisa Damai!

Menurutnya, belum ada yang bisa membuktikan bahwa buzzer-buzzer yang kerap dikaitkan dengan tujuan tertentu diorganisir dan dibiayai oleh pihak-pihak tertentu.
&amp;ldquo;Yang disebut buzzer resmi yang katanya dibayar itu, itu selalu katanya-katanya. Ketika ditanya siapa yang bayar, siapa yang mengorganisir, tidak ada yang bisa membuktikan juga,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Pemilu 2024, Mahfud MD: Dari Rakyat untuk Rakyat

Oleh karena itu, pemerintah hingga saat ini belum bisa menindak buzzer-buzzer tersebut. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan anggapan bahwa pemerintah membungkam kebebasan berpendapat.&amp;ldquo;Kalau orang buat berita yang tidak sopan lalu di takedown lah istilahnya. Tetapi kan susah ya, kalau begitu nanti bisa dituntut juga, pemerintah yang melanggar UU ITE,&amp;rdquo; ucapnya.

Maka dari itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengajak kesadaran semua pihak agar tidak mudah percaya dengan informasi yang bermunculan di media sosial.

&amp;ldquo;Mari kita bangun kesadaran bersama ini, dan sebaiknya kita-kita ini, saudara, media membangun kesadaran masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita-berita, terutama kalau akun-akun yang tidak jelas itu tiba-tiba muncul ini, muncul itu yang tidak jelas,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
