<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malam 1 Suro, Pemkab Batang Mandikan Tombak Abirawa dan 70 Pusaka</title><description>Malam Satu Suro, Pemkab Batang Mandikan Tombak Abirawa dan 70 Pusaka
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka"/><item><title>Malam 1 Suro, Pemkab Batang Mandikan Tombak Abirawa dan 70 Pusaka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka-laNLvaZ9Tq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemkab Batang bersihkan tombak pusaka pada malam 1 Suro. (Dok Pemkab Batang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/512/2848744/malam-1-suro-pemkab-batang-mandikan-tombak-abirawa-dan-70-pusaka-laNLvaZ9Tq.jpg</image><title>Pemkab Batang bersihkan tombak pusaka pada malam 1 Suro. (Dok Pemkab Batang)</title></images><description>
BATANG  - Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 atau malam satu suro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa di Pendapa Kabupaten Batang, Selasa (18/7/2023) malam.

Sebelum dilakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa dikirab keliling wilayah kantor Pemda setempat.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan, pada malam Satu Suro ini menguri-nguri budaya penjamasan Pusaka Tombak Abirawa dan Pagelaran Wayang Kulit.

&amp;ldquo;Penjamasan yang berarti memandikan, membersihkan, dan merawat sebagai wujud terima kasih menandai karya generasi pendahulu tetap diketahui oleh generasi berikutnya. Dengan uri-uri budaya penjamasan Pusaka Tombak Abirawa mempunyai jaringan rasa ikatan batin terhadap sejarah dan makna dibalik benda pusaka,&amp;rdquo; ujarnya.

Pemilik benda pusaka dapat mengingat yang berhasil menciptakan karya seni budaya yang mempunyai nilai leluhur.

&amp;ldquo;Sehingga, penjamasan pusaka tidak sekedar membersihkan dan merawat benda pusaka, tetapi memahami nilai-nilai makna di dalam benda pusaka tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.







BACA JUGA:
Ganjar Sebut Kirab Malam Satu Suro Bisa Jadi Wisata Malam di Solo









Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, selain Pusaka Tombak Abirawa, pihaknya membersihkan pusaka lainnya.



&amp;ldquo;Jadi penjamasan ini membersihkan setiap setahun sekali dengan air kelapa dan bunga melati, pusaka tersebut direndam agar menghilangi minyak dan karat,&amp;rdquo; tuturnya.







BACA JUGA:
 6 Mitos Malam 1 Suro, Topo Bisu Mubeng Beteng hingga Aroma Kemenyan di Keraton&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Benda pusaka yang dijamas ada 55 tombak, 14 keris, dan 1 pedang. Di luar Tombak Abirawa yang disemayamkan di Kantor Pemkab Batang.



&amp;ldquo;Pada kegiatan malam Suro ini dilengkapi dengan Kirab Pusaka Tombak Abirawa yang dibawakan oleh ahli waris dan ada penyerahan langsung pusaka Tombak Abirawa oleh Pj Bupati Batang dengan Ahli Waris,&amp;rdquo; tuturnya.







</description><content:encoded>
BATANG  - Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 atau malam satu suro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa di Pendapa Kabupaten Batang, Selasa (18/7/2023) malam.

Sebelum dilakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa dikirab keliling wilayah kantor Pemda setempat.

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan, pada malam Satu Suro ini menguri-nguri budaya penjamasan Pusaka Tombak Abirawa dan Pagelaran Wayang Kulit.

&amp;ldquo;Penjamasan yang berarti memandikan, membersihkan, dan merawat sebagai wujud terima kasih menandai karya generasi pendahulu tetap diketahui oleh generasi berikutnya. Dengan uri-uri budaya penjamasan Pusaka Tombak Abirawa mempunyai jaringan rasa ikatan batin terhadap sejarah dan makna dibalik benda pusaka,&amp;rdquo; ujarnya.

Pemilik benda pusaka dapat mengingat yang berhasil menciptakan karya seni budaya yang mempunyai nilai leluhur.

&amp;ldquo;Sehingga, penjamasan pusaka tidak sekedar membersihkan dan merawat benda pusaka, tetapi memahami nilai-nilai makna di dalam benda pusaka tersebut,&amp;rdquo; tuturnya.







BACA JUGA:
Ganjar Sebut Kirab Malam Satu Suro Bisa Jadi Wisata Malam di Solo









Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, selain Pusaka Tombak Abirawa, pihaknya membersihkan pusaka lainnya.



&amp;ldquo;Jadi penjamasan ini membersihkan setiap setahun sekali dengan air kelapa dan bunga melati, pusaka tersebut direndam agar menghilangi minyak dan karat,&amp;rdquo; tuturnya.







BACA JUGA:
 6 Mitos Malam 1 Suro, Topo Bisu Mubeng Beteng hingga Aroma Kemenyan di Keraton&amp;nbsp; &amp;nbsp;










Benda pusaka yang dijamas ada 55 tombak, 14 keris, dan 1 pedang. Di luar Tombak Abirawa yang disemayamkan di Kantor Pemkab Batang.



&amp;ldquo;Pada kegiatan malam Suro ini dilengkapi dengan Kirab Pusaka Tombak Abirawa yang dibawakan oleh ahli waris dan ada penyerahan langsung pusaka Tombak Abirawa oleh Pj Bupati Batang dengan Ahli Waris,&amp;rdquo; tuturnya.







</content:encoded></item></channel></rss>
