<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Salwan Momika, Mantan Milisi Ekstremis yang Membakar Alquran di Hari Idul Adha</title><description>Salwan mengatakan bahwa dia tinggal di Swedia sejak lima tahun lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha"/><item><title>Profil Salwan Momika, Mantan Milisi Ekstremis yang Membakar Alquran di Hari Idul Adha</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha-OLQ3sRIQOe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salwan sempat tinggal di Jerman sebelum tiba di Swedia. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/18/2849948/profil-salwan-momika-mantan-milisi-ekstremis-yang-membakar-alquran-di-hari-idul-adha-OLQ3sRIQOe.jpg</image><title>Salwan sempat tinggal di Jerman sebelum tiba di Swedia. (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC8xLzE2MTM4OC81L3g4ajZqbTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LONDON &amp;ndash; Nama Salwan Momika menjadi sorotan setelah aksinya membakar dan menodai Alquran di luar masjid Stockholm, Swedia pada Hari Idul Adha menjadi viral. Bahkan, Pengungsi dari Irak itu juga diduga terlibat dalam aksi penodaan Alquran pada Kamis, (20/7/2023) yang memicu protes dan pembakaran Kedutaan Besar Swedia di Baghdad, Irak.

BACA JUGA:
Kedutaan Swedia Dibakar, Massa Protes Rencana Pembakaran Alquran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada 28 Juni, Momika berdiri di depan Masjid Pusat di Stockholm dan dengan perlindungan polisi merobek halaman Alquran, membakarnya, dan menutupinya dengan daging babi. Sementara dalam aksi terbaru, dia dan rekannya menendang dan menghancurkan sebagian buku yang mereka katakan adalah Alquran, tetapi pergi setelah satu jam melakukan protes tanpa membakar buku tersebut.
Penyelidikan Arab News mengungkap bahwa Momika yang berasal dari Qaraqosh di Dataran Nineveh Irak utara, adalah seorang mantan militan di negara asalnya. Dia adalah salah seorang pendiri partai Persatuan Demokrat Suriah dan Hawks Syriac Forces, sebuah milisi bersenjata yang berafiliasi dengan milisi Kristen kontroversial Brigade Babilonia, yang mengangkat senjata melawan ISIS.

BACA JUGA:
Setelah Insiden Pembakaran Kedubes, Irak Usir Dubes Swedia Sebagai Protes Penodaan Alquran

Sebelum mengungsi ke Swedia, Momika berafiliasi dengan salah satu kelompok militan agama ekstremis terkenal di Irak. Dalam sebuah video, Momika terekam berdiri dan bersumpah setia kepada Brigade Imam Ali, sayap bersenjata Gerakan Islam Irak yang beroperasi. di bawah Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang dicap sebagai teroris oleh banyak negara.

Postingan Facebook dan Instagram Momika didominasi oleh kritik terhadap pemerintah Irak. Namun, sekira enam bulan lalu, dia mengambil sikap anti-Islam dan secara konsisten memposting pernyataan menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim.
Ahli Politik dan Agama Dr. Hani Nasira menduga bahwa tindakan Momika dan aksinya membakar Alquran memiliki kaitan dengan statusnya sebagai pengungsi di Swedia.
Undang-undang imigrasi Swedia memberikan izin tinggal selama tiga tahun bagi siapapun yang diberikan status pengungsi, dengan kesempatan untuk mengajukan perpanjangan jika perlindungan masih diperlukan. Namun, Swedia telah memperketat undang-undang tersebut, sehingga semakin banyak pengungsi yang kehilangan izin tinggal mereka.
Momika yang tiba di Swedia lima tahun lalu ingin tetap tinggal di negara Nordik itu.
Setelah aksi pembakaran Alquran bulan lalu, Momika mengaku mendapat banyak ancaman pembunuhan melalui media sosial dan kontak pribadinya. Atas alasan itulah dia menyerukan kepada pihak berwenang Swedia untuk memperpanjang status pengungsinya, bahkan meminta agar diberi kewarganegaraan, meski sejauh ini tidak ada ancaman nyata terhadap dirinya.Swedia telah menyaksikan beberapa pembakaran Alquran dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar dilakukan oleh aktivis sayap kanan dan anti-Muslim. Namun, motif Momika membakar Alquran diduga berkaitan dengan status pengungsinya.
Aksi pembakaran Alquran yang terus berlanjut memicu kemarahan terhadap Swedia di kalangan negara-negara Muslim dan mayoritas Muslim. Pada Perkembangan terbaru, Irak bahkan mengusir Duta Besar Swedia terkait aksi penodaan Alquran di Stockholm</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC8xLzE2MTM4OC81L3g4ajZqbTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LONDON &amp;ndash; Nama Salwan Momika menjadi sorotan setelah aksinya membakar dan menodai Alquran di luar masjid Stockholm, Swedia pada Hari Idul Adha menjadi viral. Bahkan, Pengungsi dari Irak itu juga diduga terlibat dalam aksi penodaan Alquran pada Kamis, (20/7/2023) yang memicu protes dan pembakaran Kedutaan Besar Swedia di Baghdad, Irak.

BACA JUGA:
Kedutaan Swedia Dibakar, Massa Protes Rencana Pembakaran Alquran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada 28 Juni, Momika berdiri di depan Masjid Pusat di Stockholm dan dengan perlindungan polisi merobek halaman Alquran, membakarnya, dan menutupinya dengan daging babi. Sementara dalam aksi terbaru, dia dan rekannya menendang dan menghancurkan sebagian buku yang mereka katakan adalah Alquran, tetapi pergi setelah satu jam melakukan protes tanpa membakar buku tersebut.
Penyelidikan Arab News mengungkap bahwa Momika yang berasal dari Qaraqosh di Dataran Nineveh Irak utara, adalah seorang mantan militan di negara asalnya. Dia adalah salah seorang pendiri partai Persatuan Demokrat Suriah dan Hawks Syriac Forces, sebuah milisi bersenjata yang berafiliasi dengan milisi Kristen kontroversial Brigade Babilonia, yang mengangkat senjata melawan ISIS.

BACA JUGA:
Setelah Insiden Pembakaran Kedubes, Irak Usir Dubes Swedia Sebagai Protes Penodaan Alquran

Sebelum mengungsi ke Swedia, Momika berafiliasi dengan salah satu kelompok militan agama ekstremis terkenal di Irak. Dalam sebuah video, Momika terekam berdiri dan bersumpah setia kepada Brigade Imam Ali, sayap bersenjata Gerakan Islam Irak yang beroperasi. di bawah Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang dicap sebagai teroris oleh banyak negara.

Postingan Facebook dan Instagram Momika didominasi oleh kritik terhadap pemerintah Irak. Namun, sekira enam bulan lalu, dia mengambil sikap anti-Islam dan secara konsisten memposting pernyataan menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim.
Ahli Politik dan Agama Dr. Hani Nasira menduga bahwa tindakan Momika dan aksinya membakar Alquran memiliki kaitan dengan statusnya sebagai pengungsi di Swedia.
Undang-undang imigrasi Swedia memberikan izin tinggal selama tiga tahun bagi siapapun yang diberikan status pengungsi, dengan kesempatan untuk mengajukan perpanjangan jika perlindungan masih diperlukan. Namun, Swedia telah memperketat undang-undang tersebut, sehingga semakin banyak pengungsi yang kehilangan izin tinggal mereka.
Momika yang tiba di Swedia lima tahun lalu ingin tetap tinggal di negara Nordik itu.
Setelah aksi pembakaran Alquran bulan lalu, Momika mengaku mendapat banyak ancaman pembunuhan melalui media sosial dan kontak pribadinya. Atas alasan itulah dia menyerukan kepada pihak berwenang Swedia untuk memperpanjang status pengungsinya, bahkan meminta agar diberi kewarganegaraan, meski sejauh ini tidak ada ancaman nyata terhadap dirinya.Swedia telah menyaksikan beberapa pembakaran Alquran dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar dilakukan oleh aktivis sayap kanan dan anti-Muslim. Namun, motif Momika membakar Alquran diduga berkaitan dengan status pengungsinya.
Aksi pembakaran Alquran yang terus berlanjut memicu kemarahan terhadap Swedia di kalangan negara-negara Muslim dan mayoritas Muslim. Pada Perkembangan terbaru, Irak bahkan mengusir Duta Besar Swedia terkait aksi penodaan Alquran di Stockholm</content:encoded></item></channel></rss>
