<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Pembakaran Al Quran, PBB Tegaskan Penodaan Kitab Suci dan Rumah Ibadah Tak Bisa Ditolerir</title><description>Sembari menyebut prilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi, Dujarric menekankan pentingnya tidak terprovokasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir"/><item><title>Respons Pembakaran Al Quran, PBB Tegaskan Penodaan Kitab Suci dan Rumah Ibadah Tak Bisa Ditolerir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir-qXRepARkuP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Al Quran (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/18/2850169/respons-pembakaran-al-quran-pbb-tegaskan-penodaan-kitab-suci-dan-rumah-ibadah-tak-bisa-ditolerir-qXRepARkuP.jpg</image><title>Ilustrasi Al Quran (Foto: Reuters)</title></images><description>TORONTO - Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric pada Kamis (20/7/2023) waktu setempat menyatakan sikap tidak menghormati kitab suci dan rumah ibadah tak bisa ditolerir.  Pernyataan ini disampaikan  sebagai jawaban atas kasus pembakaran Al Quran di Swedia.

&quot;Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolerir,&quot; terangnya kepada pers, dikutip Antara.


BACA JUGA:
Kedutaan Swedia Dibakar, Massa Protes Rencana Pembakaran Alquran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sembari menyebut prilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi,  Dujarric menekankan pentingnya tidak terprovokasi.


BACA JUGA:
Demonstran Serbu dan Bakar Kedubes Swedia Gara-Gara Rencana Pembakaran Alquran

Dia menyatakan  orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.

Pada Kamis (20/7/2023) pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad.

Mereka membakar gedung kedutaan besar itu  sebagai protes atas pembakaran kitab suci Al-Quran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa,  pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.


Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai  &quot;pelanggaran serius&quot; terhadap Konvensi Wina.
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu.



Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut. Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai Al Quran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.



Insiden yang terjadi pada Kamis (20/7/2023) itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi.



Bagdad melangkah lebih jauh dengan mem- persona non grata-kan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.

</description><content:encoded>TORONTO - Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric pada Kamis (20/7/2023) waktu setempat menyatakan sikap tidak menghormati kitab suci dan rumah ibadah tak bisa ditolerir.  Pernyataan ini disampaikan  sebagai jawaban atas kasus pembakaran Al Quran di Swedia.

&quot;Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolerir,&quot; terangnya kepada pers, dikutip Antara.


BACA JUGA:
Kedutaan Swedia Dibakar, Massa Protes Rencana Pembakaran Alquran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sembari menyebut prilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi,  Dujarric menekankan pentingnya tidak terprovokasi.


BACA JUGA:
Demonstran Serbu dan Bakar Kedubes Swedia Gara-Gara Rencana Pembakaran Alquran

Dia menyatakan  orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.

Pada Kamis (20/7/2023) pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad.

Mereka membakar gedung kedutaan besar itu  sebagai protes atas pembakaran kitab suci Al-Quran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa,  pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.


Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai  &quot;pelanggaran serius&quot; terhadap Konvensi Wina.
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu.



Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut. Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai Al Quran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.



Insiden yang terjadi pada Kamis (20/7/2023) itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi.



Bagdad melangkah lebih jauh dengan mem- persona non grata-kan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.

</content:encoded></item></channel></rss>
