<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Nama Jalan Pegangsaan, Jalan Bersejarah Bagi Bangsa Indonesia</title><description>Sejarah Nama Jalan Pegangsaan, Jalan Bersejarah Bagi Bangsa Indonesia</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia"/><item><title>Sejarah Nama Jalan Pegangsaan, Jalan Bersejarah Bagi Bangsa Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/20/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia-mWdkSFfyNM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/20/337/2849171/sejarah-nama-jalan-pegangsaan-jalan-bersejarah-bagi-bangsa-indonesia-mWdkSFfyNM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejarah nama Jalan Pegangsaan akan menjadi pembahasan yang menarik. Pasalnya, jalan tersebut tak hanya bersejarah bagi masyarakat Jakarta saja namun juga bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Tahun Baru Islam 1445 H, Pj Gubernur DKI Ajak Masyarakat Jalankan Semangat Hijrah Nabi Muhammad

Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, merupakan tempat kediaman Bung Karno. Tempat ini menjadi saksi bisu terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh the founding fathers, Ir. Soekarno dan Drs. H Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

BACA JUGA:
Mimpi Cahaya Turun ke Tanahnya, Mbah Taryo Mendadak Jadi Sultan Usai Terkena Proyek Jalan Tol

Meski demikian, tak banyak yang tahu sejarah nama Jalan Pegangsaan tersebut.
Dilansir dari buku karya Rachmat Ruchiat yang bertajuk &amp;lsquo;Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta&amp;rsquo; setidaknya ada dua versi cerita yang mendasari sejarah nama Jalan Pegangsaan.
Dalam buku tersebut diijelaskan bahwa sebelumnya kawasan Pegangsaan dikenal secara luas sebagai tempat &amp;lsquo;angon&amp;rsquo; angsa. Sekedar infomrasi, dalam Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI), angon berarti menggembala.
Sementara itu, muncul dugaan lain jika kawasan tersebut dulunya menjadi tempat perajin barang-barang yang terbuat dari perunggu atau gangsa. Menurut Rachmat, para perajin tersebut berasal dari orang Jawa-Mataram yang membuka kawasan Matraman pada akhir abad ke-17.
Terlepas dari sejarah namanya, Jalan Pegangsaan menjadi salah satu ikon kemerdekaan bagi sejarah bangsa Indonesia. Pasalnya, di jalan tersebut berdiri rumah Ir Soekarno yang menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, tempat tersebut telah berubah menjadi Taman Proklamasi dengan dua patung Soekarno-Hatta tengah berdiri membacakan teks proklamasi. Di antara patung tersebut terdapat duplikat teks proklamasi.
Di sekeliling patung tersebut terdapat 17 marmer berbentuk semburan air yang menggambarkan tanggal kemerdekaan Tanah Air dan nasionalisme yang tak pernah padam.
Taman Proklamasi juga dihasi dengan taman dan bunga-bunga yang indah. Pepohonan di sekitarnya membuat suasana taman menjadi lebih teduh dan sejuk.
Biasanya taman ini sering dipadati pengunjung di pagi hari untuk berolahraga atau sekedar menikmati waktu pagi hari. Jumlah pengunjung umumnya akan lebih banyak pada akhir pekan.
Demikian informasi mengenai Sejarah Nama Jalan Pegangsaan.
(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA - Sejarah nama Jalan Pegangsaan akan menjadi pembahasan yang menarik. Pasalnya, jalan tersebut tak hanya bersejarah bagi masyarakat Jakarta saja namun juga bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Tahun Baru Islam 1445 H, Pj Gubernur DKI Ajak Masyarakat Jalankan Semangat Hijrah Nabi Muhammad

Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, merupakan tempat kediaman Bung Karno. Tempat ini menjadi saksi bisu terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh the founding fathers, Ir. Soekarno dan Drs. H Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

BACA JUGA:
Mimpi Cahaya Turun ke Tanahnya, Mbah Taryo Mendadak Jadi Sultan Usai Terkena Proyek Jalan Tol

Meski demikian, tak banyak yang tahu sejarah nama Jalan Pegangsaan tersebut.
Dilansir dari buku karya Rachmat Ruchiat yang bertajuk &amp;lsquo;Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta&amp;rsquo; setidaknya ada dua versi cerita yang mendasari sejarah nama Jalan Pegangsaan.
Dalam buku tersebut diijelaskan bahwa sebelumnya kawasan Pegangsaan dikenal secara luas sebagai tempat &amp;lsquo;angon&amp;rsquo; angsa. Sekedar infomrasi, dalam Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI), angon berarti menggembala.
Sementara itu, muncul dugaan lain jika kawasan tersebut dulunya menjadi tempat perajin barang-barang yang terbuat dari perunggu atau gangsa. Menurut Rachmat, para perajin tersebut berasal dari orang Jawa-Mataram yang membuka kawasan Matraman pada akhir abad ke-17.
Terlepas dari sejarah namanya, Jalan Pegangsaan menjadi salah satu ikon kemerdekaan bagi sejarah bangsa Indonesia. Pasalnya, di jalan tersebut berdiri rumah Ir Soekarno yang menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, tempat tersebut telah berubah menjadi Taman Proklamasi dengan dua patung Soekarno-Hatta tengah berdiri membacakan teks proklamasi. Di antara patung tersebut terdapat duplikat teks proklamasi.
Di sekeliling patung tersebut terdapat 17 marmer berbentuk semburan air yang menggambarkan tanggal kemerdekaan Tanah Air dan nasionalisme yang tak pernah padam.
Taman Proklamasi juga dihasi dengan taman dan bunga-bunga yang indah. Pepohonan di sekitarnya membuat suasana taman menjadi lebih teduh dan sejuk.
Biasanya taman ini sering dipadati pengunjung di pagi hari untuk berolahraga atau sekedar menikmati waktu pagi hari. Jumlah pengunjung umumnya akan lebih banyak pada akhir pekan.
Demikian informasi mengenai Sejarah Nama Jalan Pegangsaan.
(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
