<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa 21 Juli: Belanda Invasi Indonesia Lewat Agresi Militer I</title><description>Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Operasi militer itu dilakukan di Pulau Jawa dan Sumatera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i"/><item><title>Peristiwa 21 Juli: Belanda Invasi Indonesia Lewat Agresi Militer I</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/20/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i-BNlolKeAUz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Agresi Militer I Belanda (Foto: Gahetna.nl)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/20/337/2849625/peristiwa-21-juli-belanda-invasi-indonesia-lewat-agresi-militer-i-BNlolKeAUz.jpg</image><title>Agresi Militer I Belanda (Foto: Gahetna.nl)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejerah terjadi pada 21 Juli setiap tahunnya baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya, Belanda melakukan invansi lewat Agresi Militer Belanda I.
Berikut peristiwa yang terjadi pada 21 Juli sebagaimana dikutip Okezone dari Wikipedia:
1. Agresi Militer I Belanda
Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Operasi militer itu dilakukan di Pulau Jawa dan Sumatera.

BACA JUGA:
Melihat Berlian 80 Karat Bernilai Fantastis Milik Kesultanan Banjar yang Dijarah Belanda

Operasi ini menegaskan, hasil perundingan Linggarjati pada 25 Maret 1947 sudah tidak berlaku lagi. Saat itu, Belanda mulai mengangkat senjata ke sejumlah daerah di Indonesia.
Agresi Militer Belanda I bertujuan untuk merebut daerah perkebunan dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di bumi Indonesia. Kata Belanda, tindakan ini sebagai aksi polisionil dan menyatakannya sebagai urusan dalam negeri untuk mengelabui dunia internasional.
Tentara yang dikerahkan untuk melancarkan agresi ini mencapai lebih dari 100.000 orang dengan dilengkapi alat utama sistem senjata (alutsista) yang canggih. Indonesia menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran dari perundingan Linggarjati.

BACA JUGA:
Kisah Istana Raja di Solok Selatan Tak Mempan Dibakar Bikin Belanda Ketar-Ketir

2. Komedian Asmuni Meninggal Dunia
Komedian legendaris di Indonesia, Toto Asmuni meninggal dunia. Komedian yang berasal dari grup lawak Srimulat itu terkenal penampilan khasnya kumis kecil ala Charlie Chaplin dan blangkonnya. Dulunya, Asmuni merupakan seorang penyanyi.
Namanya mulai bersinar bersama orkes Angkatan Bersenjata. Kiprah Asmuni di dunia tarik suara dibuktikan dengan piringan hitam yang sempat dikeluarkannya berjudul &amp;lsquo;Sungai Barito.&amp;rsquo; Hingga akhirnya melanjutkan kariernya di dunia komedian.

BACA JUGA:
4 Tombak Pusaka Milik Raja Majapahit, Ada yang Cerminkan Sikap Adil dan Bijaksana

Pada 1976, Asmuni berhasil membuat pendiri Srimulat terpingkal-pingkal atas lawakannya yang membuat dirinya direkrut di grup Srimulat Surabaya.
Ciri khas Asmuni yang berkumis kecil dan memakai blankon semakin populer karena seringnya manggung. Akhirnya, ia hijrah ke Ibu Kota dan bergabung dengan grup Srimulat Jakarta yang semakin membuat kariernya moncer dan menapaki puncaknya.
3. Kelahiran Dorce Gamalama
Dedi Yuliardi Ashadi, begitulah nama asli Dorce Gamalama. Ia lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 21 Juli 1963.

BACA JUGA:
Pembalasan Perang Bubat, Serangan Kerajaan Sunda Diduga Obrak-Abrik Wilayah Majapahit&amp;nbsp;

Dorce merupakan sosok yang dikenal serba bisa. Ia pelawak, pemain film, penyanyi dan pembawa acara. Dirinya mulai menyanyi ketika SD bersama kelompok Bambang Brothers.
Lambat laun, ia mulai memasuki dunia lawak dan berpenampilan seperti wanita. Karena semakin merasa terperangkap dalam tubuh seorang laki-laki, ia kemudian memutuskan untuk operasi ganti kelamin menjadi seorang wanita. Hal ini dilakukannya di Surabaya.
Penolakan dari berbagai pihak dan menjadi pusat pemberitaan oleh justru membuat nama Dorce semakin melambung. Setelah muncul di TVRI stasiun daerah Surabaya, ia mulai muncul juga di TVRI pusat Jakarta.

BACA JUGA:
Wapres Minta Pemkab Se-Indonesia Tekan Angka Stunting Hingga 14 Persen

Kemudian, diundang untuk tampil di berbagai kota di Indonesia. Hal ini diikuti oleh film Dorce Sok Akrab dan Dorce Ketemu Jodoh, dan kontrak rekaman.
Sejumlah prestasi telah diraih Dorce, mulai dari keberhasilannya masuk dalam daftar presenter papan atas. Bahkan akibat peluncurkan sembilan album sekaligus hanya dalam waktu lima bulan, Dorce meraih book record Museum Record Indonesia (MURI).
Album yang melibatkan 74 artis itu, menempatkan Dorce masuk di posisi 1883 dalam daftar penerima penghargaan MURI.

4. Konvensi Jenewa
Konvensi atau perjanjian Jenewa pada 21 Juli 1954 membagi Vietnam menjadi dua zona; Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Konvensi tersebut digelar setelah terjadinya perang Indocina antara Vietnam Selatan yang didukung Prancis dengan Vietnam Utara yang bakcup oleh China dan Uni Soviet.
5. Bendungan Aswan Selesai Dibangun
Bendungan di Kota Aswan, Mesir selesai dibangun pada 21 Juli 1970. Pembangunan bendungan Sungai Nil itu membutuhkan waktu 11 tahun.
Bendungan Aswan dibangun untuk membendung banjir akibat meluapnya Sungai Nil yang kerap terjadi tiap tahun.

</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejerah terjadi pada 21 Juli setiap tahunnya baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya, Belanda melakukan invansi lewat Agresi Militer Belanda I.
Berikut peristiwa yang terjadi pada 21 Juli sebagaimana dikutip Okezone dari Wikipedia:
1. Agresi Militer I Belanda
Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Operasi militer itu dilakukan di Pulau Jawa dan Sumatera.

BACA JUGA:
Melihat Berlian 80 Karat Bernilai Fantastis Milik Kesultanan Banjar yang Dijarah Belanda

Operasi ini menegaskan, hasil perundingan Linggarjati pada 25 Maret 1947 sudah tidak berlaku lagi. Saat itu, Belanda mulai mengangkat senjata ke sejumlah daerah di Indonesia.
Agresi Militer Belanda I bertujuan untuk merebut daerah perkebunan dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di bumi Indonesia. Kata Belanda, tindakan ini sebagai aksi polisionil dan menyatakannya sebagai urusan dalam negeri untuk mengelabui dunia internasional.
Tentara yang dikerahkan untuk melancarkan agresi ini mencapai lebih dari 100.000 orang dengan dilengkapi alat utama sistem senjata (alutsista) yang canggih. Indonesia menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran dari perundingan Linggarjati.

BACA JUGA:
Kisah Istana Raja di Solok Selatan Tak Mempan Dibakar Bikin Belanda Ketar-Ketir

2. Komedian Asmuni Meninggal Dunia
Komedian legendaris di Indonesia, Toto Asmuni meninggal dunia. Komedian yang berasal dari grup lawak Srimulat itu terkenal penampilan khasnya kumis kecil ala Charlie Chaplin dan blangkonnya. Dulunya, Asmuni merupakan seorang penyanyi.
Namanya mulai bersinar bersama orkes Angkatan Bersenjata. Kiprah Asmuni di dunia tarik suara dibuktikan dengan piringan hitam yang sempat dikeluarkannya berjudul &amp;lsquo;Sungai Barito.&amp;rsquo; Hingga akhirnya melanjutkan kariernya di dunia komedian.

BACA JUGA:
4 Tombak Pusaka Milik Raja Majapahit, Ada yang Cerminkan Sikap Adil dan Bijaksana

Pada 1976, Asmuni berhasil membuat pendiri Srimulat terpingkal-pingkal atas lawakannya yang membuat dirinya direkrut di grup Srimulat Surabaya.
Ciri khas Asmuni yang berkumis kecil dan memakai blankon semakin populer karena seringnya manggung. Akhirnya, ia hijrah ke Ibu Kota dan bergabung dengan grup Srimulat Jakarta yang semakin membuat kariernya moncer dan menapaki puncaknya.
3. Kelahiran Dorce Gamalama
Dedi Yuliardi Ashadi, begitulah nama asli Dorce Gamalama. Ia lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 21 Juli 1963.

BACA JUGA:
Pembalasan Perang Bubat, Serangan Kerajaan Sunda Diduga Obrak-Abrik Wilayah Majapahit&amp;nbsp;

Dorce merupakan sosok yang dikenal serba bisa. Ia pelawak, pemain film, penyanyi dan pembawa acara. Dirinya mulai menyanyi ketika SD bersama kelompok Bambang Brothers.
Lambat laun, ia mulai memasuki dunia lawak dan berpenampilan seperti wanita. Karena semakin merasa terperangkap dalam tubuh seorang laki-laki, ia kemudian memutuskan untuk operasi ganti kelamin menjadi seorang wanita. Hal ini dilakukannya di Surabaya.
Penolakan dari berbagai pihak dan menjadi pusat pemberitaan oleh justru membuat nama Dorce semakin melambung. Setelah muncul di TVRI stasiun daerah Surabaya, ia mulai muncul juga di TVRI pusat Jakarta.

BACA JUGA:
Wapres Minta Pemkab Se-Indonesia Tekan Angka Stunting Hingga 14 Persen

Kemudian, diundang untuk tampil di berbagai kota di Indonesia. Hal ini diikuti oleh film Dorce Sok Akrab dan Dorce Ketemu Jodoh, dan kontrak rekaman.
Sejumlah prestasi telah diraih Dorce, mulai dari keberhasilannya masuk dalam daftar presenter papan atas. Bahkan akibat peluncurkan sembilan album sekaligus hanya dalam waktu lima bulan, Dorce meraih book record Museum Record Indonesia (MURI).
Album yang melibatkan 74 artis itu, menempatkan Dorce masuk di posisi 1883 dalam daftar penerima penghargaan MURI.

4. Konvensi Jenewa
Konvensi atau perjanjian Jenewa pada 21 Juli 1954 membagi Vietnam menjadi dua zona; Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Konvensi tersebut digelar setelah terjadinya perang Indocina antara Vietnam Selatan yang didukung Prancis dengan Vietnam Utara yang bakcup oleh China dan Uni Soviet.
5. Bendungan Aswan Selesai Dibangun
Bendungan di Kota Aswan, Mesir selesai dibangun pada 21 Juli 1970. Pembangunan bendungan Sungai Nil itu membutuhkan waktu 11 tahun.
Bendungan Aswan dibangun untuk membendung banjir akibat meluapnya Sungai Nil yang kerap terjadi tiap tahun.

</content:encoded></item></channel></rss>
