<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Mistis Eks Ajudan Gus Dur, Ditonton Puluhan Ribu Jin Berbaju Putih saat Pentas Musik</title><description>Kala itu, ia sedang pentas musik di kawasan Natal, Mandailing, Sumatera Utara.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik"/><item><title>Kisah Mistis Eks Ajudan Gus Dur, Ditonton Puluhan Ribu Jin Berbaju Putih saat Pentas Musik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik-vPEWn2Fqjx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Al Zastrouw Ngatawi (Foto: Doddy Handoko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/337/2849949/kisah-mistis-eks-ajudan-gus-dur-ditonton-puluhan-ribu-jin-berbaju-putih-saat-pentas-musik-vPEWn2Fqjx.jpg</image><title>Al Zastrouw Ngatawi (Foto: Doddy Handoko)</title></images><description>PENGALAMAN mistis dialami mantan ajudan pribadi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Al Zastrouw Ngatawi. Kala itu, ia sedang pentas musik di kawasan Natal, Mandailing, Sumatera Utara.

Bersama grup musik Ki Ageng Ganjur, malam itu mereka memainkan musik diselingi pembacaan shalawat nabi bersama-sama. Dari atas panggung, Zastrouw melihat puluhan ribu penonton berbaju putih-putih memadati tanah lapang .

Mereka lalu menyanyikan lagu seperti Ilir-Ilir dan Tombo Ati yang diikuti penonton tersebut. Suaranya terdengar hingga menggetarkan hati.

BACA JUGA:
Peringatan Hari UFO Nasional Setiap 21 Juli, Begini Sejarahnya


Keanehan terjadi ketika usai menyanyikan tembang tersebut disusul lagu dangdut. Tiba-tiba suasana berubah sunyi senyap seperti kuburan.

Ribuan penonton yang tadinya ikut bernyanyi mendadak diam seribu bahasa saat lagu dangdut didendangkan. Pentas pun selesai menjelang tengah malam.

Mereka kembali menuju hotel, begitu penonton. Lokasi pentas yang berada di tanah lapang itu lengang kembali.

BACA JUGA:
Sejarah Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro Keraton Solo, Berawal Mimpi Paku Buwono II&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sesampainya di hotel, keanehan itu ternyata bukan hanya dirasakan Al Zastrouw. Namun, teman-temannya juga merasakan kejanggalan dengan penonton yang hadir.
Namun, saat pentas masih berlangsung mereka sama-sama memendam pertanyaan dalam hati. &quot;Kita heran melihat penonton yang jumlahnya puluhan ribu. Penonton dalam jumlah besar itu memakai baju putih semua. Ketika menyanyi lagu dangdut, tidak satu pun penonton yang ikut menyanyikan, bahkan sunyi sepi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Suasana Mistis Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Konon Tempat Moksa Prabu Siliwangi

Mereka tidak habis pikir tentang kendaraan untuk transportasi puluhan ribu penonton itu. Lokasi pentas mereka terletak di pinggir kota, angkutan kota jarang sampai ke sana.
&quot;Kita melihat mobil atau truk yang parkir tidak banyak. Sehingga tidak mungkin puluhan ribu penonton akan terangkut, &quot; katanya.

BACA JUGA:
Yerry Tawalujan Optimistis Ganjar Mampu Mengentaskan Gizi Buruk Skala Nasional

Lebih anehnya lagi, penonton yang jumlahnya ribuan itu dalam waktu singkat tanah lapang kosong tak ada penonton lagi. Logikanya dengan jumlah penonton puluhan ribu perlu berjam-jam untuk mengosongkannya.
&quot;Kayaknya yang menonton tak cuma manusia tapi juga jin dari alam gaib,&amp;rdquo; ujarnya.



(Tulisan ini merupakan karya kontributor Okezone.com Almarhum Doddy Handoko)

</description><content:encoded>PENGALAMAN mistis dialami mantan ajudan pribadi Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Al Zastrouw Ngatawi. Kala itu, ia sedang pentas musik di kawasan Natal, Mandailing, Sumatera Utara.

Bersama grup musik Ki Ageng Ganjur, malam itu mereka memainkan musik diselingi pembacaan shalawat nabi bersama-sama. Dari atas panggung, Zastrouw melihat puluhan ribu penonton berbaju putih-putih memadati tanah lapang .

Mereka lalu menyanyikan lagu seperti Ilir-Ilir dan Tombo Ati yang diikuti penonton tersebut. Suaranya terdengar hingga menggetarkan hati.

BACA JUGA:
Peringatan Hari UFO Nasional Setiap 21 Juli, Begini Sejarahnya


Keanehan terjadi ketika usai menyanyikan tembang tersebut disusul lagu dangdut. Tiba-tiba suasana berubah sunyi senyap seperti kuburan.

Ribuan penonton yang tadinya ikut bernyanyi mendadak diam seribu bahasa saat lagu dangdut didendangkan. Pentas pun selesai menjelang tengah malam.

Mereka kembali menuju hotel, begitu penonton. Lokasi pentas yang berada di tanah lapang itu lengang kembali.

BACA JUGA:
Sejarah Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro Keraton Solo, Berawal Mimpi Paku Buwono II&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sesampainya di hotel, keanehan itu ternyata bukan hanya dirasakan Al Zastrouw. Namun, teman-temannya juga merasakan kejanggalan dengan penonton yang hadir.
Namun, saat pentas masih berlangsung mereka sama-sama memendam pertanyaan dalam hati. &quot;Kita heran melihat penonton yang jumlahnya puluhan ribu. Penonton dalam jumlah besar itu memakai baju putih semua. Ketika menyanyi lagu dangdut, tidak satu pun penonton yang ikut menyanyikan, bahkan sunyi sepi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Suasana Mistis Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Konon Tempat Moksa Prabu Siliwangi

Mereka tidak habis pikir tentang kendaraan untuk transportasi puluhan ribu penonton itu. Lokasi pentas mereka terletak di pinggir kota, angkutan kota jarang sampai ke sana.
&quot;Kita melihat mobil atau truk yang parkir tidak banyak. Sehingga tidak mungkin puluhan ribu penonton akan terangkut, &quot; katanya.

BACA JUGA:
Yerry Tawalujan Optimistis Ganjar Mampu Mengentaskan Gizi Buruk Skala Nasional

Lebih anehnya lagi, penonton yang jumlahnya ribuan itu dalam waktu singkat tanah lapang kosong tak ada penonton lagi. Logikanya dengan jumlah penonton puluhan ribu perlu berjam-jam untuk mengosongkannya.
&quot;Kayaknya yang menonton tak cuma manusia tapi juga jin dari alam gaib,&amp;rdquo; ujarnya.



(Tulisan ini merupakan karya kontributor Okezone.com Almarhum Doddy Handoko)

</content:encoded></item></channel></rss>
