<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Sebut Penadah Ginjal Korban TPPO Adalah RS Militer Kamboja</title><description>Polisi menyebut Rumah Sakit Preah Ket Mealea, Kamboja yang jadi lokasi penadah transplantasi ginjal</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja"/><item><title>Polisi Sebut Penadah Ginjal Korban TPPO Adalah RS Militer Kamboja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja-RnD52qFSoQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/338/2850119/polisi-sebut-penadah-ginjal-korban-tppo-adalah-rs-militer-kamboja-RnD52qFSoQ.jpeg</image><title>Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi (foto: dok MPI)</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyebut Rumah Sakit Preah Ket Mealea, Kamboja yang jadi lokasi penadah transplantasi ginjal, sindikat jaringan Internasional tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ternyata Rumah Sakit (RS) militer.
&quot;Iya, RS militer di Phnom Penh,&quot; ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jumat (21/7/2023).

BACA JUGA:
Aipda M, Polisi Terlibat TPPO Penjualan Ginjal Bertugas di Polresta Bekasi

Dia menyebut, bahwa RS itu disebut milik pemerintah Kamboja. Sehingga sempat ada kendala dalam mengusut kasus ini lantaran perlu bantuan petinggi di Kamboja.
Polisi sebelumnya mengaku mendapat kendala dalam pengungkapan informasi ada 14 WNI yang berada di Kamboja. Mereka terdiri dari pelaku TPPO dan korban yang hendak melakukan transplantasi ginjal.

BACA JUGA:
Terbongkarnya Jual Beli Ginjal di Kamboja, Informasi Bocor hingga Keterlibatan Polisi dan Imigrasi

Polda Metro Jaya kemudian membentuk tim gabungan untuk melakukan penangkapan. Tim ini turut diisi oleh Divisi Intelijen Mabes Polri, dan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
&quot;Misi pertama adalah bagaimana menyelamatkan agar tidak terjadi transplantasi itu, mencegah. Ternyata sampai sana ini bocor, ditambah lagi birokrasinya sangat sulit di Kamboja,&quot; katanya.Mendengar adanya informasi hendak ditangkap, anggota sindikat TPPO ini langsung membawa para pendonor keluar dari rumah sakit. Mereka lalu diinapkan di hotel dekat Bandara Pnom Penh.
&quot;Kemudian disewakan mobil kendaraan untuk jalan darat ke Vietnam, dari Vietnam baru ke Malaysia, Malaysia ke Bali,&quot; jelas Hengki.
Meski berusaha kabur, mereka tetap bisa ditangkap saat tiba di Indonesia. (Wal)</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyebut Rumah Sakit Preah Ket Mealea, Kamboja yang jadi lokasi penadah transplantasi ginjal, sindikat jaringan Internasional tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ternyata Rumah Sakit (RS) militer.
&quot;Iya, RS militer di Phnom Penh,&quot; ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jumat (21/7/2023).

BACA JUGA:
Aipda M, Polisi Terlibat TPPO Penjualan Ginjal Bertugas di Polresta Bekasi

Dia menyebut, bahwa RS itu disebut milik pemerintah Kamboja. Sehingga sempat ada kendala dalam mengusut kasus ini lantaran perlu bantuan petinggi di Kamboja.
Polisi sebelumnya mengaku mendapat kendala dalam pengungkapan informasi ada 14 WNI yang berada di Kamboja. Mereka terdiri dari pelaku TPPO dan korban yang hendak melakukan transplantasi ginjal.

BACA JUGA:
Terbongkarnya Jual Beli Ginjal di Kamboja, Informasi Bocor hingga Keterlibatan Polisi dan Imigrasi

Polda Metro Jaya kemudian membentuk tim gabungan untuk melakukan penangkapan. Tim ini turut diisi oleh Divisi Intelijen Mabes Polri, dan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
&quot;Misi pertama adalah bagaimana menyelamatkan agar tidak terjadi transplantasi itu, mencegah. Ternyata sampai sana ini bocor, ditambah lagi birokrasinya sangat sulit di Kamboja,&quot; katanya.Mendengar adanya informasi hendak ditangkap, anggota sindikat TPPO ini langsung membawa para pendonor keluar dari rumah sakit. Mereka lalu diinapkan di hotel dekat Bandara Pnom Penh.
&quot;Kemudian disewakan mobil kendaraan untuk jalan darat ke Vietnam, dari Vietnam baru ke Malaysia, Malaysia ke Bali,&quot; jelas Hengki.
Meski berusaha kabur, mereka tetap bisa ditangkap saat tiba di Indonesia. (Wal)</content:encoded></item></channel></rss>
