<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Dorong Petani Milenial Kuatkan Ketahanan Pangan dan Gunakan Pupuk Organik</title><description>Menurutnya, jumlah petani milenial di Jawa Tengah pada 2019 lalu,sebanyak 975.600 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik"/><item><title>Ganjar Dorong Petani Milenial Kuatkan Ketahanan Pangan dan Gunakan Pupuk Organik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Wardhana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik-4myV52xscC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/512/2850165/ganjar-dorong-petani-milenial-kuatkan-ketahanan-pangan-dan-gunakan-pupuk-organik-4myV52xscC.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEMANGGUNG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas pengolahan dan produksi pertanian dikolaborasikan dengan teknologi. Ganjar meyakini, petani milenial akan banyak yang lahir jika dibarengi dengan keseriusan pemerintah dalam memberikan mendampingi.


Ganjar Dorong Milenial Tingkatkan Skill, Relawan Buat Pelatihan Fotografi di Banjar Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita mengintroduksi teknologi kepada sistem pertanian kita, maka anak-anak muda ini akan tertarik dan memang sudah saatnya percepatan teknologi pertanian ditingkatkan tidak hanya sekedar alsintan, tapi sampai dengan seluruh prosesnya,&quot; ujar Ganjar saat meresmikan Soropadan Agro Festival II di Soropadan Agro Center, Pringsurat, Temanggung.
Ganjar juga mengupayakan pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan petani di Jawa Tengah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Perencanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

BACA JUGA:
Tangkal Isu Memecah Belah, Gus Gus Ganjar Beri Tausiah Moderasi Beragama&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Dikatakannya, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) telah melaksanakan pelatihan Manajemen Agribisnis Petani Milenial yang diikuti petani muda dan kelompok tani. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan 4 angkatan petani milenial di Jawa Tengah.
Menurut Ganjar, jumlah petani milenial di Jawa Tengah pada 2019 lalu,sebanyak 975.600 orang atau 33,7 persen dari 2,88 juta petani di Jawa Tengah. Kemudian, sebanyak 57.600 orang di antaranya merupakan lulusan sarjana.


&quot;Masih banyak semangat anak muda, hanya kita mesti merubah mindset ini bahwa pertanian selama ini praktiknya ya karena terpepet. Maka sekarang tidak boleh ada ilmu terpepet, mesti disiapkan betul dan rumusnya dari penyuluh tadi sudah bagus,&quot; kata Ganjar.



Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang kini ditengah fenomena El Nino juga menjadi perhatian Ganjar.
Sementara, persoalan pupuk, Ganjar menyebutkan harus ada komitmen bersama antara seluruh stake holder agar daerah tidak mengalami kekurangan pupuk.

Ganjar juga menggalakkan pupuk organik untuk lebih banyak diolah dan diproses para petani milenial, maupun kelompok tani (poktan) agar kemandirian petani dan kedaulatan pangan dapat terus terjaga.



&quot;Gerakan pupuk organik mesti ditingkatkan setidaknya separuh. Tapi menuju organik saya kira sekarang sudah mulai makin canggih. Kalau dulu berorganik ria itu menggunakan kuantitas yang besar, sekarang dengan fermentasi bisa masuk dalam bentuk cair. Itu mesti digenjot,&quot; tutup Ganjar.







Sebagai informasi, Soropadan Agro Festival digelar pada 20-24 Juli 2023 dengan tema Regenerasi Petani Jateng Menuju Kedaulatan Pangan Nasional. Sebanyak 239 stan agro pertanian ditampilkan yang mengangkat hasil-hasil pertanian di Jawa Tengah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEMANGGUNG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas pengolahan dan produksi pertanian dikolaborasikan dengan teknologi. Ganjar meyakini, petani milenial akan banyak yang lahir jika dibarengi dengan keseriusan pemerintah dalam memberikan mendampingi.


Ganjar Dorong Milenial Tingkatkan Skill, Relawan Buat Pelatihan Fotografi di Banjar Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita mengintroduksi teknologi kepada sistem pertanian kita, maka anak-anak muda ini akan tertarik dan memang sudah saatnya percepatan teknologi pertanian ditingkatkan tidak hanya sekedar alsintan, tapi sampai dengan seluruh prosesnya,&quot; ujar Ganjar saat meresmikan Soropadan Agro Festival II di Soropadan Agro Center, Pringsurat, Temanggung.
Ganjar juga mengupayakan pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan petani di Jawa Tengah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Perencanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

BACA JUGA:
Tangkal Isu Memecah Belah, Gus Gus Ganjar Beri Tausiah Moderasi Beragama&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Dikatakannya, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) telah melaksanakan pelatihan Manajemen Agribisnis Petani Milenial yang diikuti petani muda dan kelompok tani. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan 4 angkatan petani milenial di Jawa Tengah.
Menurut Ganjar, jumlah petani milenial di Jawa Tengah pada 2019 lalu,sebanyak 975.600 orang atau 33,7 persen dari 2,88 juta petani di Jawa Tengah. Kemudian, sebanyak 57.600 orang di antaranya merupakan lulusan sarjana.


&quot;Masih banyak semangat anak muda, hanya kita mesti merubah mindset ini bahwa pertanian selama ini praktiknya ya karena terpepet. Maka sekarang tidak boleh ada ilmu terpepet, mesti disiapkan betul dan rumusnya dari penyuluh tadi sudah bagus,&quot; kata Ganjar.



Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang kini ditengah fenomena El Nino juga menjadi perhatian Ganjar.
Sementara, persoalan pupuk, Ganjar menyebutkan harus ada komitmen bersama antara seluruh stake holder agar daerah tidak mengalami kekurangan pupuk.

Ganjar juga menggalakkan pupuk organik untuk lebih banyak diolah dan diproses para petani milenial, maupun kelompok tani (poktan) agar kemandirian petani dan kedaulatan pangan dapat terus terjaga.



&quot;Gerakan pupuk organik mesti ditingkatkan setidaknya separuh. Tapi menuju organik saya kira sekarang sudah mulai makin canggih. Kalau dulu berorganik ria itu menggunakan kuantitas yang besar, sekarang dengan fermentasi bisa masuk dalam bentuk cair. Itu mesti digenjot,&quot; tutup Ganjar.







Sebagai informasi, Soropadan Agro Festival digelar pada 20-24 Juli 2023 dengan tema Regenerasi Petani Jateng Menuju Kedaulatan Pangan Nasional. Sebanyak 239 stan agro pertanian ditampilkan yang mengangkat hasil-hasil pertanian di Jawa Tengah.</content:encoded></item></channel></rss>
