<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Dititipi Banyak Pesan, Gus Yasin: Ulama Senang dengan Mas Ganjar</title><description>Bahkan Ganjar Pranowo langsung memprogramkan apa yang menjadi saran dari para ulama tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar"/><item><title>Ganjar Pranowo Dititipi Banyak Pesan, Gus Yasin: Ulama Senang dengan Mas Ganjar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar-T5FLcsZzkB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo dan Gus Yasin (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/512/2850192/ganjar-pranowo-dititipi-banyak-pesan-gus-yasin-ulama-senang-dengan-mas-ganjar-T5FLcsZzkB.jpg</image><title>Ganjar Pranowo dan Gus Yasin (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
REMBANG - Para ulama senang dengan respons Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang tak sungkan dititipi banyak masukan dan petuah.
Bahkan Ganjar Pranowo langsung memprogramkan apa yang menjadi saran dari para ulama tersebut.
Hal itu terungkap saat Ganjar Pranowo menghadiri Silaturahmi Masyayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Rabu 19 Juli 2023.
&quot;Alhamdulillah tadi ulama-ulama yang di dalam semua senang dengan apa yang disampaikan oleh Mas Ganjar. Bahkan ke depan juga sudah diprogramkan apa yang diminta oleh para ulama langsung ditanggapi,&quot; ucap Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin.
Putra dari KH Maimoen Zubair yang menjadi pendiri Ponpes Al Anwar itu menjelaskan bahwa silaturahmi Ganjar dengan Masyaikh untuk saling bertukar pikiran antara umara dengan ulama.

BACA JUGA:
Kisah Ryan Gosling Jadi Manusia Buatan dalam Blade Runner 2049, Hanya di Vision+

Menurutnya, banyak pembahasan yang dilakukan Ganjar dan dirinya dengan ulama yang hadir. Sejumlah topik yang mengemuka antara lain soal kemiskinan, pendidikan dan keagamaan.
Bahkan, lanjut Gus Yasin, para ulama juga mengusulkan sejumlah program ke Ganjar dan langsung ditanggapi oleh Ganjar.

BACA JUGA:
4 Pemain Bintang Real Madrid yang Tolak Mentah-Mentah Kedatangan Kylian Mbappe, Nomor 1 Takut Kalah Saing

&quot;Saya mendampingi Mas Ganjar menjadi tuan rumah, ada permintaan pertemuan antara ulama-ulama se-Indonesia dengan Mas Ganjar untuk memberikan masukan dan tentu ada tanggapan dari Mas Ganjar,&quot; jelas Gus Yasin.
Seperti diketahui, Gus Yasin merupakan salah satu putra Mbah Maimoen yang menjadi politisi. Ilmu agama dan pesantren juga diturunkan dari Mbah Maimoen yang mendirikan Ponpes Al Anwar Rembang pada 1965 silam.Dalam pertemuan yang dipimpin KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, putra bungsu Mbah Moen itu, Ganjar dan ulama se-Indonesia menyepakati dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Prestasi yang telah dilakakukan oleh Jawa Tengah dan beberapa terobosan kebersamaan nasionalis religius hendaknya dapat dilajutkan dengan skala yang lebih luas, khususnya dalam memaksimalkan pengelolaan dan penghimpunan zakat melalui Baznas.

2. Mempermudah akses komunikasi dari warga langsung ke pemerintah, hendaknya dapat diteruskan dan diperluas hingga skala nasional.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Ulama, Ganjar Pranowo: Saya Dapat Banyak Petuah dan Masukan

3. Terkait dengan program pembangunan IKN yang ada di Kalimantan, diharapkan tidak hanya pembangunan infrastuktur saja, namun juga pembangunan keagamaan, agar IKN benar-benar siap dan tidak ada ketimpangan sosial ekonomi dan budaya di masa depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sandiaga Targetkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur

4. Mendorong pemerintah segera mengaplikasikan dan menjalankan Undang-Undang Pesantren dan juga peningkatan guru ngaji, imam masjid, atau mushola seperti yang telah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga program ini menjadi program nasional, termasuk di dalamnya megupayakan kesehatan di lingkungan pesantren.

5. Kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan, pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam&amp;rsquo;iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.

6. Dan untuk daerah Papua, serta beberapa daerah-daerah baru berkembang dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai dimundurkan kembali. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan mampu menjangkau daerah pelosok seperti Papua.

7. Mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya, karena hal itu mencoreng wajah Islam, khususnya di daerah-daerah rawan konflik.

8. Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
REMBANG - Para ulama senang dengan respons Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang tak sungkan dititipi banyak masukan dan petuah.
Bahkan Ganjar Pranowo langsung memprogramkan apa yang menjadi saran dari para ulama tersebut.
Hal itu terungkap saat Ganjar Pranowo menghadiri Silaturahmi Masyayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Rabu 19 Juli 2023.
&quot;Alhamdulillah tadi ulama-ulama yang di dalam semua senang dengan apa yang disampaikan oleh Mas Ganjar. Bahkan ke depan juga sudah diprogramkan apa yang diminta oleh para ulama langsung ditanggapi,&quot; ucap Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin.
Putra dari KH Maimoen Zubair yang menjadi pendiri Ponpes Al Anwar itu menjelaskan bahwa silaturahmi Ganjar dengan Masyaikh untuk saling bertukar pikiran antara umara dengan ulama.

BACA JUGA:
Kisah Ryan Gosling Jadi Manusia Buatan dalam Blade Runner 2049, Hanya di Vision+

Menurutnya, banyak pembahasan yang dilakukan Ganjar dan dirinya dengan ulama yang hadir. Sejumlah topik yang mengemuka antara lain soal kemiskinan, pendidikan dan keagamaan.
Bahkan, lanjut Gus Yasin, para ulama juga mengusulkan sejumlah program ke Ganjar dan langsung ditanggapi oleh Ganjar.

BACA JUGA:
4 Pemain Bintang Real Madrid yang Tolak Mentah-Mentah Kedatangan Kylian Mbappe, Nomor 1 Takut Kalah Saing

&quot;Saya mendampingi Mas Ganjar menjadi tuan rumah, ada permintaan pertemuan antara ulama-ulama se-Indonesia dengan Mas Ganjar untuk memberikan masukan dan tentu ada tanggapan dari Mas Ganjar,&quot; jelas Gus Yasin.
Seperti diketahui, Gus Yasin merupakan salah satu putra Mbah Maimoen yang menjadi politisi. Ilmu agama dan pesantren juga diturunkan dari Mbah Maimoen yang mendirikan Ponpes Al Anwar Rembang pada 1965 silam.Dalam pertemuan yang dipimpin KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, putra bungsu Mbah Moen itu, Ganjar dan ulama se-Indonesia menyepakati dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Prestasi yang telah dilakakukan oleh Jawa Tengah dan beberapa terobosan kebersamaan nasionalis religius hendaknya dapat dilajutkan dengan skala yang lebih luas, khususnya dalam memaksimalkan pengelolaan dan penghimpunan zakat melalui Baznas.

2. Mempermudah akses komunikasi dari warga langsung ke pemerintah, hendaknya dapat diteruskan dan diperluas hingga skala nasional.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Ulama, Ganjar Pranowo: Saya Dapat Banyak Petuah dan Masukan

3. Terkait dengan program pembangunan IKN yang ada di Kalimantan, diharapkan tidak hanya pembangunan infrastuktur saja, namun juga pembangunan keagamaan, agar IKN benar-benar siap dan tidak ada ketimpangan sosial ekonomi dan budaya di masa depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sandiaga Targetkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur

4. Mendorong pemerintah segera mengaplikasikan dan menjalankan Undang-Undang Pesantren dan juga peningkatan guru ngaji, imam masjid, atau mushola seperti yang telah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga program ini menjadi program nasional, termasuk di dalamnya megupayakan kesehatan di lingkungan pesantren.

5. Kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan, pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam&amp;rsquo;iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.

6. Dan untuk daerah Papua, serta beberapa daerah-daerah baru berkembang dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai dimundurkan kembali. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan mampu menjangkau daerah pelosok seperti Papua.

7. Mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya, karena hal itu mencoreng wajah Islam, khususnya di daerah-daerah rawan konflik.

8. Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat.

</content:encoded></item></channel></rss>
