<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Tama S Langkun Minta Warga Lebih Mawas Diri</title><description>Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Tama S Langkun Minta Warga Lebih Mawas Diri
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri"/><item><title>Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Tama S Langkun Minta Warga Lebih Mawas Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri</guid><pubDate>Sabtu 22 Juli 2023 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri-RJ5tILrNBg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tama S Langkun. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850468/dugaan-kebocoran-data-pribadi-tama-s-langkun-minta-warga-lebih-mawas-diri-RJ5tILrNBg.jpg</image><title>Tama S Langkun. (tangkapan layar)</title></images><description>



JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Tama S Langkun, mengimbau masyarakat untuk lebih mawas diri terkait pemberian data diri.

Imbauan tersebut terkait munculnya informasi dugaan bocornya 337 juta data pribadi.

&quot;Soal kebiasaan terkait data, ada yang diperoleh negara, ada yang diambil data pinjol. Itu hal-hal yang harus kita lihat dan masyarakat harus mawas diri,&quot; kata Tama pada acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Data Warga Siapa yang Jaga?' yang disiarkan secara daring, Sabtu (22/7/2023).

Menurut Tama, masyarakat harus membentuk mindset soal pentingnya atau berharganya data pribadi. Karena itu, jangan mudah memberikan informasi apapun terkait data pribadi.

&quot;Tidak gampang kasih nomor telepon, di foto sana sini. Itu menurut saya menjadi mindset harus dipahami juga oleh masyarakat,&quot; ujar Tama.






BACA JUGA:
Dugaan 337 Juta Data Bocor, Komisi I Dorong Pemerintah Keluarkan Peraturan Darurat







Di sisi lain, Tama menyoroti regulasi keamanan data pribadi seseorang. Menurutnya, dalam rangka pelaksanaan regulasi tersebut harus diperbaiki.

&quot;Saya rasa banyak hal menjadi catatan pertama regulasi banyak di-improve dan paling penting enforcement terkait penggunaan data kemudian informasi, regulasi UU KIP ada pidana disana siapa akses data pribadi,&quot; ucap Tama.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data Dukcapil ini diungkapkan oleh pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto lewat akun Twitter miliknya @secgron, Minggu 16 Juli 2023 malam. Ratusan juta data itu disebut dijual di forum peretas, BreachForum.



Merespons hal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga Kemenkominfo.






BACA JUGA:
Politikus Perindo Ungkap Data Dirinya Digunakan Orang Lain untuk Penipuan









&quot;Terkait dengan kasus dugaan kebocoran database dukcapil yang ada di breachforums, kami Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama-sama dengan BSSN dan Kemenkominfo serta stakeholder terkait telah melaksanakan 2 agenda kegiatan, yaitu audit investigasi, dan mitigasi preventif,&amp;rdquo; kata Teguh dalam keterangannya, dikutip Senin 17 Juli 2023.





</description><content:encoded>



JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Tama S Langkun, mengimbau masyarakat untuk lebih mawas diri terkait pemberian data diri.

Imbauan tersebut terkait munculnya informasi dugaan bocornya 337 juta data pribadi.

&quot;Soal kebiasaan terkait data, ada yang diperoleh negara, ada yang diambil data pinjol. Itu hal-hal yang harus kita lihat dan masyarakat harus mawas diri,&quot; kata Tama pada acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Data Warga Siapa yang Jaga?' yang disiarkan secara daring, Sabtu (22/7/2023).

Menurut Tama, masyarakat harus membentuk mindset soal pentingnya atau berharganya data pribadi. Karena itu, jangan mudah memberikan informasi apapun terkait data pribadi.

&quot;Tidak gampang kasih nomor telepon, di foto sana sini. Itu menurut saya menjadi mindset harus dipahami juga oleh masyarakat,&quot; ujar Tama.






BACA JUGA:
Dugaan 337 Juta Data Bocor, Komisi I Dorong Pemerintah Keluarkan Peraturan Darurat







Di sisi lain, Tama menyoroti regulasi keamanan data pribadi seseorang. Menurutnya, dalam rangka pelaksanaan regulasi tersebut harus diperbaiki.

&quot;Saya rasa banyak hal menjadi catatan pertama regulasi banyak di-improve dan paling penting enforcement terkait penggunaan data kemudian informasi, regulasi UU KIP ada pidana disana siapa akses data pribadi,&quot; ucap Tama.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data Dukcapil ini diungkapkan oleh pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto lewat akun Twitter miliknya @secgron, Minggu 16 Juli 2023 malam. Ratusan juta data itu disebut dijual di forum peretas, BreachForum.



Merespons hal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga Kemenkominfo.






BACA JUGA:
Politikus Perindo Ungkap Data Dirinya Digunakan Orang Lain untuk Penipuan









&quot;Terkait dengan kasus dugaan kebocoran database dukcapil yang ada di breachforums, kami Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama-sama dengan BSSN dan Kemenkominfo serta stakeholder terkait telah melaksanakan 2 agenda kegiatan, yaitu audit investigasi, dan mitigasi preventif,&amp;rdquo; kata Teguh dalam keterangannya, dikutip Senin 17 Juli 2023.





</content:encoded></item></channel></rss>
