<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Jokowi, Sejumlah Kiai Sepuh Juga Hadiri Harlah Ke-25 PKB di Solo</title><description>Kehadiran para kiai sepuh ini menjadi penanda jika PKB tidak bisa dilepaskan dari para alim-ulama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo"/><item><title>Selain Jokowi, Sejumlah Kiai Sepuh Juga Hadiri Harlah Ke-25 PKB di Solo</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo</guid><pubDate>Sabtu 22 Juli 2023 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Cipto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo-P1Mev8v3ZP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Panita Harlah ke-25 PKB KH Yusuf Chudori</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850531/selain-jokowi-sejumlah-kiai-sepuh-juga-hadiri-harlah-ke-25-pkb-di-solo-P1Mev8v3ZP.jpg</image><title>Ketua Panita Harlah ke-25 PKB KH Yusuf Chudori</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMy8xLzE2NzQ4NS81L3g4bHp2eDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOLO &amp;ndash; Syukuran Hari Lahir (Harlah) ke-25 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 1 Abad NU dipastikan akan berlangsung penuh hikmat. Pasalnya, sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok-pondok pesantren akan menghadiri harlah yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo, Minggu, 23 Juli 2023.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah ketua umum Parpol direncanakan hadir dalam acara tersebut. Perayaan Harlah di Solo ini terasa istimewa karena bukan basis tradisional PKB.
&amp;ldquo;Kehadiran para kiai sepuh ini menjadi penanda jika PKB tidak bisa dilepaskan dari para alim-ulama yang membidani kelahiran partai,&amp;rdquo; ujar Ketua Panitia Harlah ke-25 KH Yusuf Chudori, Sabtu (22/7/2023).

BACA JUGA:
 Program Pemutihan PKB Jatim Berakhir, Pemprov Jatim Beri Insentif Rp101,8 Miliar ke Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kehadiran para kiai khos ini juga menjadi penegas PKB sebagai partai yang menjadi pintu perjuangan para alim ulama dalam mewarnai berbagai kebijakan bangsa,&amp;rdquo;sambungnya.
Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini mengatakan,  deretan kiai sepuh yang hadir di antaranya adalah Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Mansur (Lirboyo), Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (Al Amien, Kediri), KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), dan KH Agoes Ali Masyhuri (Tulangan).

BACA JUGA:
PDIP Siap Buka Pintu Buat PKB untuk Gabung Dukung Ganjar Pranowo

Selain itu juga hadir para ibu nyai seperti Nyai Badriyah Djazuli, Nyai Lilik Cholidah Badrus, dan Nyai Djuwariyah Fawaid As&amp;rsquo;ad.
&amp;ldquo;Kehadiran beliau-beliau ini tentu sangat berarti dan kami mengucapkan terima kasih karena di tengah kesibukan beliau-beliau mendidik santri masih menyempatkan diri untuk khidmah bersama PKB,&amp;rdquo; ujarnya.
Dikatakannya, kehadiran para kiai sepuh, para pengasuh pesantren, para kiai muda, hingga para santri menunjukkan jika PKB tidak akan pernah lepas dari pesantren sebagai akarnya.&amp;ldquo;PKB ini memang lahir dari pesantren dan menjadi alat perjuangan pesantren untuk Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.

Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang ini menegaskan ke-NU-an dan Keindonesiaan merupakan dua tema besar dari garis perjuangan PKB.

Oleh karena itu kata dia, PKB tidak bisa dilepaskan dari NU, sebaliknya NU juga tidak bisa meninggalkan PKB karena ikatan sejarah, nilai, hingga aktor perjuangan yang hampir sama.

&amp;ldquo;PKB dan NU ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kehadiran dua entitas besar ini merupakan aset bagi Indonesia untuk menciptakan kerukunan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi anak bangsa,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMy8xLzE2NzQ4NS81L3g4bHp2eDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SOLO &amp;ndash; Syukuran Hari Lahir (Harlah) ke-25 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 1 Abad NU dipastikan akan berlangsung penuh hikmat. Pasalnya, sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok-pondok pesantren akan menghadiri harlah yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo, Minggu, 23 Juli 2023.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah ketua umum Parpol direncanakan hadir dalam acara tersebut. Perayaan Harlah di Solo ini terasa istimewa karena bukan basis tradisional PKB.
&amp;ldquo;Kehadiran para kiai sepuh ini menjadi penanda jika PKB tidak bisa dilepaskan dari para alim-ulama yang membidani kelahiran partai,&amp;rdquo; ujar Ketua Panitia Harlah ke-25 KH Yusuf Chudori, Sabtu (22/7/2023).

BACA JUGA:
 Program Pemutihan PKB Jatim Berakhir, Pemprov Jatim Beri Insentif Rp101,8 Miliar ke Masyarakat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kehadiran para kiai khos ini juga menjadi penegas PKB sebagai partai yang menjadi pintu perjuangan para alim ulama dalam mewarnai berbagai kebijakan bangsa,&amp;rdquo;sambungnya.
Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini mengatakan,  deretan kiai sepuh yang hadir di antaranya adalah Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Mansur (Lirboyo), Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (Al Amien, Kediri), KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), dan KH Agoes Ali Masyhuri (Tulangan).

BACA JUGA:
PDIP Siap Buka Pintu Buat PKB untuk Gabung Dukung Ganjar Pranowo

Selain itu juga hadir para ibu nyai seperti Nyai Badriyah Djazuli, Nyai Lilik Cholidah Badrus, dan Nyai Djuwariyah Fawaid As&amp;rsquo;ad.
&amp;ldquo;Kehadiran beliau-beliau ini tentu sangat berarti dan kami mengucapkan terima kasih karena di tengah kesibukan beliau-beliau mendidik santri masih menyempatkan diri untuk khidmah bersama PKB,&amp;rdquo; ujarnya.
Dikatakannya, kehadiran para kiai sepuh, para pengasuh pesantren, para kiai muda, hingga para santri menunjukkan jika PKB tidak akan pernah lepas dari pesantren sebagai akarnya.&amp;ldquo;PKB ini memang lahir dari pesantren dan menjadi alat perjuangan pesantren untuk Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.

Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang ini menegaskan ke-NU-an dan Keindonesiaan merupakan dua tema besar dari garis perjuangan PKB.

Oleh karena itu kata dia, PKB tidak bisa dilepaskan dari NU, sebaliknya NU juga tidak bisa meninggalkan PKB karena ikatan sejarah, nilai, hingga aktor perjuangan yang hampir sama.

&amp;ldquo;PKB dan NU ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kehadiran dua entitas besar ini merupakan aset bagi Indonesia untuk menciptakan kerukunan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi anak bangsa,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
