<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Korban Jual Ginjal Kena PHK Akibat Pandemi, Perindo: Perlu Dilindungi dan Ditolong</title><description>Menurut Yerry, kasus tersebut tidak sepatutnya terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-perlu-dilindungi-dan-ditolong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-perlu-dilindungi-dan-ditolong"/><item><title> Korban Jual Ginjal Kena PHK Akibat Pandemi, Perindo: Perlu Dilindungi dan Ditolong</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-perlu-dilindungi-dan-ditolong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-perlu-dilindungi-dan-ditolong</guid><pubDate>Sabtu 22 Juli 2023 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-korban-perlu-dilindungi-dan-ditolong-Gsxs2Estxx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yerry Tawalujan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/22/337/2850585/korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-korban-perlu-dilindungi-dan-ditolong-Gsxs2Estxx.jpg</image><title>Yerry Tawalujan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan merespons kasus jual beli ginjal ke Kamboja yang marak terjadi belakangan ini. Menurut Yerry, kasus tersebut tidak sepatutnya terjadi.
&quot;Kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak seharusnya organ penting tubuh manusia ini diperdagangkan untuk tujuan komersil,&quot; ujar Yerry dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2023).
Yerry Tawalujan, politisi partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara mengatakan pihak kepolisian perlu menindak sindikat penjual ginjal ke Kamboja, tetapi melindungi bahkan menolong pendonor ginjal karena mereka dapat dikategorikan korban.

BACA JUGA:
Hasil PSM Makassar vs Persib Bandung di Liga 1 2023-2024: Drama 6 Gol, Maung Bandung Tumbang 2-4!

&quot;Sindikatnya perlu ditindak. Karena mereka ini yang menjadi dalang perdagangan ginjal. Tapi pendonor ginjalnya perlu dilindungi bahkan ditolong, karena mereka korban. Mereka terpaksa melakukan itu karena menjadi korban himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19,&quot; jelas Yerry.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Akan Dampingi Kegiatan Presiden dan Wapres Besok
Juru bicara nasional Partai Perindo, partai modern yang dikenal peduli UMKM dan mendapat nomor urut enam belas pada pemilu legislatif tahun 2024, mengatakan pemerintah perlu menolong dengan memperkuat jaring pengamanan sosial untuk para korban PHK agar tidak lagi terjadi kasus jual beli ginjal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2023 Kembali Sambangi Mandalika

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menangkap 12 orang terkait kasus jual-beli ginjal manusia. 12 orang ini menjual ginjal ke Kamboja.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Bhayangkara FC vs Persikabo 1973 di Liga 1 2023-2024: Yandi Sofyan Cetak Brace, Laskar Padjadjaran Menang 3-1!

Dari 12 orang tersebut, 9 diantaranya adalah mantan donor ginjal. Hasil pemeriksaan polisi alasan sebagian donor menjual ginjalnya karena motif ekonomi karena terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sebagai dampak dari pandemi Covid-19.</description><content:encoded>


JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan merespons kasus jual beli ginjal ke Kamboja yang marak terjadi belakangan ini. Menurut Yerry, kasus tersebut tidak sepatutnya terjadi.
&quot;Kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak seharusnya organ penting tubuh manusia ini diperdagangkan untuk tujuan komersil,&quot; ujar Yerry dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2023).
Yerry Tawalujan, politisi partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara mengatakan pihak kepolisian perlu menindak sindikat penjual ginjal ke Kamboja, tetapi melindungi bahkan menolong pendonor ginjal karena mereka dapat dikategorikan korban.

BACA JUGA:
Hasil PSM Makassar vs Persib Bandung di Liga 1 2023-2024: Drama 6 Gol, Maung Bandung Tumbang 2-4!

&quot;Sindikatnya perlu ditindak. Karena mereka ini yang menjadi dalang perdagangan ginjal. Tapi pendonor ginjalnya perlu dilindungi bahkan ditolong, karena mereka korban. Mereka terpaksa melakukan itu karena menjadi korban himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19,&quot; jelas Yerry.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Akan Dampingi Kegiatan Presiden dan Wapres Besok
Juru bicara nasional Partai Perindo, partai modern yang dikenal peduli UMKM dan mendapat nomor urut enam belas pada pemilu legislatif tahun 2024, mengatakan pemerintah perlu menolong dengan memperkuat jaring pengamanan sosial untuk para korban PHK agar tidak lagi terjadi kasus jual beli ginjal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2023 Kembali Sambangi Mandalika

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menangkap 12 orang terkait kasus jual-beli ginjal manusia. 12 orang ini menjual ginjal ke Kamboja.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Bhayangkara FC vs Persikabo 1973 di Liga 1 2023-2024: Yandi Sofyan Cetak Brace, Laskar Padjadjaran Menang 3-1!

Dari 12 orang tersebut, 9 diantaranya adalah mantan donor ginjal. Hasil pemeriksaan polisi alasan sebagian donor menjual ginjalnya karena motif ekonomi karena terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sebagai dampak dari pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
