<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Tersangka Penjual Ginjal Pernah Jadi Pendonor Dibayar Rp120 Juta</title><description>Sosok tersebut dikatakannya yang mengurus dan mengatur proses selama di Kamboja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta"/><item><title>Cerita Tersangka Penjual Ginjal Pernah Jadi Pendonor Dibayar Rp120 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta</guid><pubDate>Sabtu 22 Juli 2023 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta-zhcoKYP8EU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tersangka TPPO penjualan ginjal (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/22/338/2850550/cerita-tersangka-penjual-ginjal-pernah-jadi-pendonor-dibayar-rp120-juta-zhcoKYP8EU.jpg</image><title>Tersangka TPPO penjualan ginjal (Foto: MPI)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Hanim, salah satu tersangka yang merupakan koordinator kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) penjualan ginjal mengaku merupakan seseorang yang pernah mendonorkan ginjalnya. Proses transplantasi ginjal dilakukan di negara Kamboja pada Juli 2019 silam bersama dengan dua orang lainnya.
&amp;ldquo;Waktu itu berangkat tiga orang, setiba di Kamboja, saya dijemput sama sopir Tuktuk,&amp;rdquo; ujar Hanim di Polda Metro Jaya, Sabtu (22/7/2023).
Dituturkannya, setelah dijemput dan diantarkan ke tempat penginapan, Hanim bertemu dengan seseorang yang dipanggilnya Miss Huang. Sosok tersebut dikatakannya yang mengurus dan mengatur proses selama di Kamboja.

BACA JUGA:
Sandiaga : Visi dan Misi Ganjar Harus Ditularkan ke Masyarakat

Sebelum diberangkatkan ke Kamboja, Hanim mengungkapkan bahwa saat berada di Indonesia diperiksa kesehatannya secara menyeluruh atau medical check up.

BACA JUGA:
Hasil Semifinal Korea Open 2023: Sengit Lawan Tuan Rumah, Fajar Alfian/Rian Ardianto Tembus Final!

Hal tersebut juga dilakukan ketika di Kamboja. Hanim mengungkapkan bahwa dirinya kembali melakukan medical check up sebelum menjalani operasi.
&amp;ldquo;Setelah dilakukan medical check up di sana, saya sama temen saya yang cewek lolos, yang satunya gagal,&amp;rdquo; kata Hanim.&amp;ldquo;Besoknya itu dilakukan operasi. Setelah operasi masa penyembuhan sekitar 10 hari dan saya kembali ke Indonesia, saya istirahat di Indonesia sekitaran 1-2 bulan,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serikat Buruh di Bogor Harap Keberpihakan Anies di Jakarta Berlanjut ke Tingkat Nasional

Saat itu, Hanim menambahkan, untuk satu ginjal yang ditransplantasikan dari tubuhnya, ia mendapatkan uang senilai Rp120 juta
&amp;ldquo;Waktu itu 2019 dibayar Rp120 juta,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Hanim, salah satu tersangka yang merupakan koordinator kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) penjualan ginjal mengaku merupakan seseorang yang pernah mendonorkan ginjalnya. Proses transplantasi ginjal dilakukan di negara Kamboja pada Juli 2019 silam bersama dengan dua orang lainnya.
&amp;ldquo;Waktu itu berangkat tiga orang, setiba di Kamboja, saya dijemput sama sopir Tuktuk,&amp;rdquo; ujar Hanim di Polda Metro Jaya, Sabtu (22/7/2023).
Dituturkannya, setelah dijemput dan diantarkan ke tempat penginapan, Hanim bertemu dengan seseorang yang dipanggilnya Miss Huang. Sosok tersebut dikatakannya yang mengurus dan mengatur proses selama di Kamboja.

BACA JUGA:
Sandiaga : Visi dan Misi Ganjar Harus Ditularkan ke Masyarakat

Sebelum diberangkatkan ke Kamboja, Hanim mengungkapkan bahwa saat berada di Indonesia diperiksa kesehatannya secara menyeluruh atau medical check up.

BACA JUGA:
Hasil Semifinal Korea Open 2023: Sengit Lawan Tuan Rumah, Fajar Alfian/Rian Ardianto Tembus Final!

Hal tersebut juga dilakukan ketika di Kamboja. Hanim mengungkapkan bahwa dirinya kembali melakukan medical check up sebelum menjalani operasi.
&amp;ldquo;Setelah dilakukan medical check up di sana, saya sama temen saya yang cewek lolos, yang satunya gagal,&amp;rdquo; kata Hanim.&amp;ldquo;Besoknya itu dilakukan operasi. Setelah operasi masa penyembuhan sekitar 10 hari dan saya kembali ke Indonesia, saya istirahat di Indonesia sekitaran 1-2 bulan,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serikat Buruh di Bogor Harap Keberpihakan Anies di Jakarta Berlanjut ke Tingkat Nasional

Saat itu, Hanim menambahkan, untuk satu ginjal yang ditransplantasikan dari tubuhnya, ia mendapatkan uang senilai Rp120 juta
&amp;ldquo;Waktu itu 2019 dibayar Rp120 juta,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
