<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gua Langse, Lokasi Mistis yang Disebut Tempat Pertemuan Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul</title><description>Gua Langse kerap dikunjungi para peziarah yang ingin bertapa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul"/><item><title>Gua Langse, Lokasi Mistis yang Disebut Tempat Pertemuan Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/23/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul-PKJk6Wpwfi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gua Langse di Gunungkidul, DI Yogyakarta. (Foto: Instagram/@savierashityara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/23/337/2850908/gua-langse-lokasi-mistis-yang-disebut-tempat-pertemuan-panembahan-senopati-dan-nyi-roro-kidul-PKJk6Wpwfi.jpg</image><title>Gua Langse di Gunungkidul, DI Yogyakarta. (Foto: Instagram/@savierashityara)</title></images><description>GUA Langse yang terletak di Desa Giri Cahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah tempat tujuan wisata yang dikenal eksotis dan indah. Tetapi, selain itu, gua yang terletak di Laut Selatan Jawa itu juga merupakan tempat yang diyakini sakral sehingga kerap dijadikan tempat bertapa.

BACA JUGA:
Siapa Nama Asli Nyi Roro Kidul Sang Ratu Pantai Selatan?

Di Gua Langse, pengunjung akan disajikan dengan keindahan stalagtit, stalagmit dan panorama Laut Selatan Jawa. Gua yang dibuka pada 1940-an ini memiliki nama yang berarti kain kafan, karena dahulu konon gua ini ditutup dengan kain kafan.
Namanya yang cukup menimbulkan kesan mistis sejalan dengan cerita-cerita tentang Gua Langse. Masyarakat setempat percaya bahwa gua ini adalah tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul.

BACA JUGA:
Menguak Mitos Pantai Sembukan yang Dipercaya Pintu Gerbang Kerajaan Nyi Roro Kidul

Selain disebut sebagai Gua Kain Kafan, Langse, berdasarkan pengucapannya juga dapat diartikan sebagai etilasane atau petilasannya orang-orang besar. Karena itulah tidak aneh jika Gua Langse kerap disambangi oleh  orang-orang yang ingin bersemedi atau bertapa.Mereka meyakini bahwa bersemedi di Gua Langse bisa mendatangkan keberkahan, kekayaan, ketenangan batin, dan sebagainya.Konon, tokoh-tokoh besar termasuk Presiden Soekarno dan Soeharto, serta kalangan artis dan pejabat pernah mengunjungi Gua Langse untuk melakukan kegiatan mistis.
Masyarakat percaya bahwa Gua Langse adalah tempat para leluhur seperti Sunan Kalijaga, Syekh Maulana Magribi, dan Panembahan Senopati bertapa, sehingga gua ini disakralkan.
Pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon, Gua Langse juga ramai dikunjungi peziarah. Konon, di malam-malam tersebut pengunjung yang melakukan pertapaan atau ziarah agar dapat bertemu dengan Nyi Roro Kidul.
Banyak dari mereka yang mengaku didatangi sosok menyerupai Sang Penguasa Laut Selatan.
Saat memasuki Gua Langse, pengunjung akan merasakan suasana mistis yang kental, yang makin terasa saat hari berubah menjadi malam. Oleh karenanya, pengunjung yang hanya ingin melihat pemandangan disarankan untuk datang pada siang hari dan menggunakan jasa pemandu dari warga setempat.</description><content:encoded>GUA Langse yang terletak di Desa Giri Cahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah tempat tujuan wisata yang dikenal eksotis dan indah. Tetapi, selain itu, gua yang terletak di Laut Selatan Jawa itu juga merupakan tempat yang diyakini sakral sehingga kerap dijadikan tempat bertapa.

BACA JUGA:
Siapa Nama Asli Nyi Roro Kidul Sang Ratu Pantai Selatan?

Di Gua Langse, pengunjung akan disajikan dengan keindahan stalagtit, stalagmit dan panorama Laut Selatan Jawa. Gua yang dibuka pada 1940-an ini memiliki nama yang berarti kain kafan, karena dahulu konon gua ini ditutup dengan kain kafan.
Namanya yang cukup menimbulkan kesan mistis sejalan dengan cerita-cerita tentang Gua Langse. Masyarakat setempat percaya bahwa gua ini adalah tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul.

BACA JUGA:
Menguak Mitos Pantai Sembukan yang Dipercaya Pintu Gerbang Kerajaan Nyi Roro Kidul

Selain disebut sebagai Gua Kain Kafan, Langse, berdasarkan pengucapannya juga dapat diartikan sebagai etilasane atau petilasannya orang-orang besar. Karena itulah tidak aneh jika Gua Langse kerap disambangi oleh  orang-orang yang ingin bersemedi atau bertapa.Mereka meyakini bahwa bersemedi di Gua Langse bisa mendatangkan keberkahan, kekayaan, ketenangan batin, dan sebagainya.Konon, tokoh-tokoh besar termasuk Presiden Soekarno dan Soeharto, serta kalangan artis dan pejabat pernah mengunjungi Gua Langse untuk melakukan kegiatan mistis.
Masyarakat percaya bahwa Gua Langse adalah tempat para leluhur seperti Sunan Kalijaga, Syekh Maulana Magribi, dan Panembahan Senopati bertapa, sehingga gua ini disakralkan.
Pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon, Gua Langse juga ramai dikunjungi peziarah. Konon, di malam-malam tersebut pengunjung yang melakukan pertapaan atau ziarah agar dapat bertemu dengan Nyi Roro Kidul.
Banyak dari mereka yang mengaku didatangi sosok menyerupai Sang Penguasa Laut Selatan.
Saat memasuki Gua Langse, pengunjung akan merasakan suasana mistis yang kental, yang makin terasa saat hari berubah menjadi malam. Oleh karenanya, pengunjung yang hanya ingin melihat pemandangan disarankan untuk datang pada siang hari dan menggunakan jasa pemandu dari warga setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
