<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: Cuaca Sepekan ke Depan Berpotensi Hujan Tinggi di Indonesia Timur</title><description>Sementara itu&amp;nbsp;di sejumlah wilayah di barat Indonesia juga ada potensi hujan ringan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur"/><item><title>BNPB: Cuaca Sepekan ke Depan Berpotensi Hujan Tinggi di Indonesia Timur</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur-DCj5civ52q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/337/2851360/bnpb-cuaca-sepekan-ke-depan-berpotensi-hujan-tinggi-di-indonesia-timur-DCj5civ52q.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC8xLzE2ODM2MC81L3g4bXFqZWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi hujan tinggi masih terjadi di wilayah Indonesia bagian timur dalam sepekan ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya masih adanya Siklon Tropis dan juga Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa awan-awan hujan.
&amp;ldquo;Cuaca satu minggu kedepan ada siklon tropis juga, tapi MJO sudah tidak signifikan. Tetapi masih ada potensi-potensi yang hujan cukup tinggi, misalkan di timur Indonesia mulai dari Maluku Utara Maluku sampai Papua itu masih ada,&amp;rdquo; ungkap Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (24/7/2023).

BACA JUGA:
Relawan Jokowi Temui TGB Bahas Dukungan untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Sementara itu, kata Aam, di sejumlah wilayah di barat Indonesia juga ada potensi hujan ringan. &amp;ldquo;Kemudian yang di barat (Indonesia) artinya memang karena kita bentuk benua maritim ada kondisi-kondisi interaksi antara laut dan atmosfer ini yang berpengaruh pada daerah-daerah yang bersinggungan langsung dengan samudra besar seperti Samudra Hindia untuk Barat Sumatera dan Pasifik untuk Maluku dan Papua.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
5 Potret Adu Gaya Angel Karamoy vs Yolla Yuliana, Pilih Siapa Boris Bokir?

&amp;ldquo;Melihat cuaca dalam satu minggu kedepan memang tidak hanya wilayah timur yang mungkin masih merasakan hujan, di sana (barat Indonesia) juga perlu diwaspadai. Sama artinya untuk ini memang kadang-kadang hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi dengan waktu yang sangat singkat,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih lanjut, Aam mengatakan untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam sepekan kedepan tidak ada awan-awan hujan. &amp;ldquo;Tapi berarti sekali lagi kita lihat di sini Jawa Bali Nusa Tenggara tidak tersentuh awan sama sekali. Mungkin ada hujan ringan tetapi yang konsen kita mungkin kekeringan dan kebakaran lahan akan tetap ada.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Puluhan Kebakaran Baru Melanda Sejumlah Titik di Yunani, Hampir 20 Ribu Orang Dievakuasi

Aam meminta agar masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara. &amp;ldquo;Jadi masyarakat di Jawa, Bali, Nusa Tenggara sekali lagi meskipun mereka di sini kita tidak memiliki lahan gambut tetapi api itu sangat mudah menjalar dan dia baru akan padam kalau tidak dipadamkan atau setelah objek itu sudah habis terbakar. Ini yang benar-benar perlu kita waspada.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kolaborasi Relawan Jokowi dan Perindo untuk Dukung Ganjar di Pilpres 2024

Tidak lupa, Aam pun tetap mengingatkan masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah khususnya Indonesia timur. &amp;ldquo;Jadi sekali lagi tentu saja kita menghimbau kalau terjadi hujan lebih dari 1 jam visibility jarak pandang kita kurang dari 100 meter, masyarakat yang ada di sekitar tebing yang curam atau daerah aliran sungai mungkin bisa evakuasi sementara.&amp;rdquo;</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNC8xLzE2ODM2MC81L3g4bXFqZWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi hujan tinggi masih terjadi di wilayah Indonesia bagian timur dalam sepekan ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya masih adanya Siklon Tropis dan juga Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa awan-awan hujan.
&amp;ldquo;Cuaca satu minggu kedepan ada siklon tropis juga, tapi MJO sudah tidak signifikan. Tetapi masih ada potensi-potensi yang hujan cukup tinggi, misalkan di timur Indonesia mulai dari Maluku Utara Maluku sampai Papua itu masih ada,&amp;rdquo; ungkap Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (24/7/2023).

BACA JUGA:
Relawan Jokowi Temui TGB Bahas Dukungan untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Sementara itu, kata Aam, di sejumlah wilayah di barat Indonesia juga ada potensi hujan ringan. &amp;ldquo;Kemudian yang di barat (Indonesia) artinya memang karena kita bentuk benua maritim ada kondisi-kondisi interaksi antara laut dan atmosfer ini yang berpengaruh pada daerah-daerah yang bersinggungan langsung dengan samudra besar seperti Samudra Hindia untuk Barat Sumatera dan Pasifik untuk Maluku dan Papua.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
5 Potret Adu Gaya Angel Karamoy vs Yolla Yuliana, Pilih Siapa Boris Bokir?

&amp;ldquo;Melihat cuaca dalam satu minggu kedepan memang tidak hanya wilayah timur yang mungkin masih merasakan hujan, di sana (barat Indonesia) juga perlu diwaspadai. Sama artinya untuk ini memang kadang-kadang hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi dengan waktu yang sangat singkat,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih lanjut, Aam mengatakan untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam sepekan kedepan tidak ada awan-awan hujan. &amp;ldquo;Tapi berarti sekali lagi kita lihat di sini Jawa Bali Nusa Tenggara tidak tersentuh awan sama sekali. Mungkin ada hujan ringan tetapi yang konsen kita mungkin kekeringan dan kebakaran lahan akan tetap ada.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Puluhan Kebakaran Baru Melanda Sejumlah Titik di Yunani, Hampir 20 Ribu Orang Dievakuasi

Aam meminta agar masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara. &amp;ldquo;Jadi masyarakat di Jawa, Bali, Nusa Tenggara sekali lagi meskipun mereka di sini kita tidak memiliki lahan gambut tetapi api itu sangat mudah menjalar dan dia baru akan padam kalau tidak dipadamkan atau setelah objek itu sudah habis terbakar. Ini yang benar-benar perlu kita waspada.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kolaborasi Relawan Jokowi dan Perindo untuk Dukung Ganjar di Pilpres 2024

Tidak lupa, Aam pun tetap mengingatkan masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah khususnya Indonesia timur. &amp;ldquo;Jadi sekali lagi tentu saja kita menghimbau kalau terjadi hujan lebih dari 1 jam visibility jarak pandang kita kurang dari 100 meter, masyarakat yang ada di sekitar tebing yang curam atau daerah aliran sungai mungkin bisa evakuasi sementara.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
