<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sajak Romantis Raden Wijaya saat Menikahi Gayatri</title><description>Konon saat menikahi Gayatri, Raden Wijaya mengucapkan sajak-sajak romantis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri"/><item><title>Sajak Romantis Raden Wijaya saat Menikahi Gayatri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri-TvxQLSDKAl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Raden Wijaya (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/337/2851624/sajak-romantis-raden-wijaya-saat-menikahi-gayatri-TvxQLSDKAl.jpg</image><title>Ilustrasi Raden Wijaya (Foto : Istimewa)</title></images><description>RADEN Wijaya, raja pertama Kerajaan Majapahit mempersunting putri Raja Kertanagara. Pernikahan tersebut dlangsungkan dalam keadaan kurang ideal bagi Gayatri dan kedua kakaknya. Apalagi, Raden Wijaya sebenarnya suami dari kakak mereka Tribhuwana.

Artinya, secara status Raden Wijaya dengan Gayatri dan dua kakaknya Narendraduhita dan Jayendradewi adalah kakak ipar. Namun, demi hegemoni dinasti dan mempererat dinasti yang baru di Kerajaan Majapahit dengan Kertanagara, maka langkah itu ditempuh oleh Raden Wijaya.


BACA JUGA:
Politisasi Gajah Mada saat Hayam Wuruk Jatuh Cinta pada Dyah Pitaloka


Konon saat menikahi Gayatri, Raden Wijaya mengucapkan sajak - sajak romantis sebagaimana terekam dalam &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot; dari Earl Drake. Raden Wijaya menatap Gayatri dalam-dalam, dan suaranya serak lantaran perasaan yang dipendamnya ketika ia mulai mengucapkan sajak - sajak romantisnya.

&quot;Malam ini adalah malam penuh wahyu dan ilham. Saat kusaksikan gemulai tubuhmu terbalut keindahan dan cita rasa keagungan, aku tahu engkau sudah ditakdirkan menjadi ratu jiwaku dan kerajaanku,&quot; demikian sajak yang diucapkan Raden Wijaya ke Gayatri saat menikahinya.

Lalu, Wijaya menyitir larik-larik sajak cinta tentang daya tarik bermacam-macam perempuan. Sajak bertajuk Perkawinan Arjuna itu dikarang oleh Pujangga Istana kesayangan Raja Airlangga, yang tak lain adalah leluhur Gayatri dan Wijaya dua ratus tahun silam.


BACA JUGA:
Kisah Keluarga Raja Sunda Terima Pinangan Hayam Wuruk Penguasa Majapahit


Raden Wijaya menyentuh hati Gayatri dengan larik-larik yang dipilihnya, yang mencerminkan pengetahuannya tentang dua sifat utama Gayatri serta keterpikatannya padanya. Awalnya ia mengutip kata-kata sang penyair tentang jenis perempuan yang tekun belajar.

&quot;Tak peduli bagaimana ia berpakaian-elok maupun tanpa riasan, bersanggul rapi maupun kusut-ia tetap cantik. Terkadang ia duduk melamun, tersesat dalam renungan selembar daun bunga tempat buah pikirannya terukir, sehingga pesonanya mengalir dari ujung penanya.
&amp;nbsp;
Wijaya lalu beralih ke bagaimana tabiat ningrat sang kekasih menutupi emosinya dalam. Kecantikan sang perempuan ningrat bak emas berkilauan; matanya yang manis sangat bergairah.Bahkan seandainya ia dikuasai oleh hasrat tatkala seseorang menuturkan kembali sebuah kisah, ia hanya menyimak. Tapi pada malamnya, hasrat memaksanya berkencan hanya ditemani cahaya bulan sebagai perantara.&quot;

Demikianlah larik sajak puisi romantis Raden Wijaya yang diucapkan ke Gayatri. Akhirnya, Raden Wijaya menyusun kata-katanya sendiri untuk meminang dan mengajaknya bersama-sama memimpin kerajaan baru.</description><content:encoded>RADEN Wijaya, raja pertama Kerajaan Majapahit mempersunting putri Raja Kertanagara. Pernikahan tersebut dlangsungkan dalam keadaan kurang ideal bagi Gayatri dan kedua kakaknya. Apalagi, Raden Wijaya sebenarnya suami dari kakak mereka Tribhuwana.

Artinya, secara status Raden Wijaya dengan Gayatri dan dua kakaknya Narendraduhita dan Jayendradewi adalah kakak ipar. Namun, demi hegemoni dinasti dan mempererat dinasti yang baru di Kerajaan Majapahit dengan Kertanagara, maka langkah itu ditempuh oleh Raden Wijaya.


BACA JUGA:
Politisasi Gajah Mada saat Hayam Wuruk Jatuh Cinta pada Dyah Pitaloka


Konon saat menikahi Gayatri, Raden Wijaya mengucapkan sajak - sajak romantis sebagaimana terekam dalam &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot; dari Earl Drake. Raden Wijaya menatap Gayatri dalam-dalam, dan suaranya serak lantaran perasaan yang dipendamnya ketika ia mulai mengucapkan sajak - sajak romantisnya.

&quot;Malam ini adalah malam penuh wahyu dan ilham. Saat kusaksikan gemulai tubuhmu terbalut keindahan dan cita rasa keagungan, aku tahu engkau sudah ditakdirkan menjadi ratu jiwaku dan kerajaanku,&quot; demikian sajak yang diucapkan Raden Wijaya ke Gayatri saat menikahinya.

Lalu, Wijaya menyitir larik-larik sajak cinta tentang daya tarik bermacam-macam perempuan. Sajak bertajuk Perkawinan Arjuna itu dikarang oleh Pujangga Istana kesayangan Raja Airlangga, yang tak lain adalah leluhur Gayatri dan Wijaya dua ratus tahun silam.


BACA JUGA:
Kisah Keluarga Raja Sunda Terima Pinangan Hayam Wuruk Penguasa Majapahit


Raden Wijaya menyentuh hati Gayatri dengan larik-larik yang dipilihnya, yang mencerminkan pengetahuannya tentang dua sifat utama Gayatri serta keterpikatannya padanya. Awalnya ia mengutip kata-kata sang penyair tentang jenis perempuan yang tekun belajar.

&quot;Tak peduli bagaimana ia berpakaian-elok maupun tanpa riasan, bersanggul rapi maupun kusut-ia tetap cantik. Terkadang ia duduk melamun, tersesat dalam renungan selembar daun bunga tempat buah pikirannya terukir, sehingga pesonanya mengalir dari ujung penanya.
&amp;nbsp;
Wijaya lalu beralih ke bagaimana tabiat ningrat sang kekasih menutupi emosinya dalam. Kecantikan sang perempuan ningrat bak emas berkilauan; matanya yang manis sangat bergairah.Bahkan seandainya ia dikuasai oleh hasrat tatkala seseorang menuturkan kembali sebuah kisah, ia hanya menyimak. Tapi pada malamnya, hasrat memaksanya berkencan hanya ditemani cahaya bulan sebagai perantara.&quot;

Demikianlah larik sajak puisi romantis Raden Wijaya yang diucapkan ke Gayatri. Akhirnya, Raden Wijaya menyusun kata-katanya sendiri untuk meminang dan mengajaknya bersama-sama memimpin kerajaan baru.</content:encoded></item></channel></rss>
