<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pintu Air di Sungai Cisadane Jebol di Musim Kemarau, 4 Ribu Hektare Sawah Terancam Kering</title><description>Setidaknya ada 4 empat kecamatan yang lahan sawahnya terancam kekeringan, karena sistem irigasi mereka mengandalkan aliran sungai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering"/><item><title>Pintu Air di Sungai Cisadane Jebol di Musim Kemarau, 4 Ribu Hektare Sawah Terancam Kering</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2023 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering-8YGjnikzpK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pintu Air Sungai Cisadane (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/338/2851878/pintu-air-di-sungai-cisadane-jebol-di-musim-kemarau-4-ribu-hektare-sawah-terancam-kering-8YGjnikzpK.jpg</image><title>Pintu Air Sungai Cisadane (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNS82LzE2ODM3Ni81L3g4bXJjMzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Lebih dari 4000 hektar sawah di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Tangerang, terancam kering akibat jebolnya Pintu Air 10 yang mengakibatkan volime air Sungai Cisadane menyusut.
Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengatakan, setidaknya ada 4 empat kecamatan yang lahan sawahnya terancam kekeringan, karena sistem irigasi mereka mengandalkan aliran sungai.
&quot;Kami mencatat seluas 4.666 hektare sawah terancam kering di empat Kecamatan, yakni Teluknaga, Kosambi, Sepatan dan Pakuhaji. Yang mana, wilayah pantura Tangerang ini memang mengandalkan Sungai Cisadane untuk pengairan sawah mereka,&quot; katanya, Selasa, (25/7/2023).

BACA JUGA:
Hasil Japan Open 2023: Chico Aura Melenggang ke 16 Besar Usai Tekuk Wakil Israel

Saat ini, ia pun berharap agar debit air di Sungai Cisadane kembali normal, sehingga ancaman puso yang akan menghantui para petani tidak terjadi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Curhat: Tiap Krisis Keuangan Pasti Menkeu yang Cuci Piring
&quot;Kalau berlarut tentunya, akan kekeringan dan puso ini terjadi. Makanya, selain perbaikan, kami harap ada langkah dari Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung (BBWSCC), dan Dinas PUPR Provinsi Banten dapat segera mengatasi permasalahan tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bikin Malu! KJRI Jeddah Geram Ada Tulisan Depok di Gua Hira Makkah

Sementara itu, diketahui bahwa Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sudah melakukan penanganan sementara dengan melakukan stockblock pada Pintu Air 10 Sungai Cisadane. Dimana, adanya penutupan pada 4 pintu yang rusak. Kemudian, dilakukan juga proses pengerukkan sedimentasi seperti lumpur lalu, penyedotan air dengan mesin untuk menambah produksi air baku.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNS82LzE2ODM3Ni81L3g4bXJjMzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Lebih dari 4000 hektar sawah di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Tangerang, terancam kering akibat jebolnya Pintu Air 10 yang mengakibatkan volime air Sungai Cisadane menyusut.
Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengatakan, setidaknya ada 4 empat kecamatan yang lahan sawahnya terancam kekeringan, karena sistem irigasi mereka mengandalkan aliran sungai.
&quot;Kami mencatat seluas 4.666 hektare sawah terancam kering di empat Kecamatan, yakni Teluknaga, Kosambi, Sepatan dan Pakuhaji. Yang mana, wilayah pantura Tangerang ini memang mengandalkan Sungai Cisadane untuk pengairan sawah mereka,&quot; katanya, Selasa, (25/7/2023).

BACA JUGA:
Hasil Japan Open 2023: Chico Aura Melenggang ke 16 Besar Usai Tekuk Wakil Israel

Saat ini, ia pun berharap agar debit air di Sungai Cisadane kembali normal, sehingga ancaman puso yang akan menghantui para petani tidak terjadi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Curhat: Tiap Krisis Keuangan Pasti Menkeu yang Cuci Piring
&quot;Kalau berlarut tentunya, akan kekeringan dan puso ini terjadi. Makanya, selain perbaikan, kami harap ada langkah dari Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung (BBWSCC), dan Dinas PUPR Provinsi Banten dapat segera mengatasi permasalahan tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bikin Malu! KJRI Jeddah Geram Ada Tulisan Depok di Gua Hira Makkah

Sementara itu, diketahui bahwa Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sudah melakukan penanganan sementara dengan melakukan stockblock pada Pintu Air 10 Sungai Cisadane. Dimana, adanya penutupan pada 4 pintu yang rusak. Kemudian, dilakukan juga proses pengerukkan sedimentasi seperti lumpur lalu, penyedotan air dengan mesin untuk menambah produksi air baku.







</content:encoded></item></channel></rss>
